HEADLINE
Aksi Mahasiswa Hari Pangan Sedunia: Proyek HPS 2018 Jejangkit Gagal, Muncul Kelapa Sawit
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Memperingati Hari Pangan Sedunia 2024, puluhan mahasiswa di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) berkumpul menuntut program ketahanan pangan menjadi prioritas pemerintah.
Isu nasional ini dibawa oleh mahasiswa yang tergabung dalam Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Graminea Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat (ULM).
Mereka menggelar aksi simbolik memperingati Hari Pangan Sedunia di Bundaran Simpang Empat Banjarbaru, Sabtu (19/10/2024) sore.
Baca juga: Nostalgia Slow Rock Malaysia ’80-90 di Panggung MGR Banjarbaru

Beberapa di antaranya berbaris berjejer, kemudian ada spanduk hitam besar membentang bertuliskan ‘Selamatkan Lahan Produktif Untuk Pangan’.
Koordinator Aksi, Pujianto mengatakan dalam rentetan aksi massa menyampaikan aspirasi di antaranya terkait dengan program-program pemerintah seperti food estate, ketahanan pangan, dan stabilitas agraria.
Menurut dia program-program itu hanya booming pada tahun-tahun pertama saat launching saja oleh pemerintah.
“Seperti pada dua periode sebelumnya di masa pemerintahan Joko Widodo mereka melaunching sebuah program untuk 1.000 hektare lahan pertanian,” ujar Pujianto, Sabtu (19/10/2024) sore.
Baca juga: Telur Ras Turun Naik di Pasar Bauntung Banjarbaru
“Hal itu juga menjadi fokus kita kenapa mengambil angka 1.000 pada pembagian paket pangan yang juga rencanakan akan dilanjutkan oleh masa pemerintahan presiden yang baru,” sambungnya.
Sedangkan pada isu ketahanan pangan di daerah, dia menjelaskan bahwa Kalsel ada sejumlah program pertanian yang sama sekali tidak mendapatkan pendampingan maupun penyuluhan sejak tahun 2018 silam.
“Tepatnya di Kecamatan Jejangkit, sejak diresmikannya pada Hari Pangan Sedunia 2018 hingga terakhir pada tahun 2023, para petani di sana sama sekali tidak mendapatkan dampingan maupun penyuluhan,” ungkap dia.
Akibat tidak mendapat pendampingan maupun penyuluhan oleh pemerintah, hingga penghujung tahun 2023 menurut mereka mayoritas petani di Jejangkit bukan lagi gagal panen melainkan mengalami gagal tanam.
Baca juga: Bawaslu Batola Dorong Partisipasi Masyarakat Awasi Pelanggaran Pilkada
“Jadi mereka ingin menanam saja sudah gagal karena kekeringan lahan rawa, dan juga di pinggiran-pinggran lahan rawa tersebut sudah ditanami kelapa sawit, entah itu milik perusahaan atau masyarakat yang jelas mereka gagal tanam pada tahun 2023,” jelas Pujianto.
Dalam aksi ini pula, massa ikut membagikan paket sayur-sayuran dan juga buah-buahan kepada masyarakat pengemudi yang melewati Bundaran Simpang Empat tersebut.
Dengan adanya aksi ini, mereka kembali mengingatkan agar program-program pemerintah terkait dentan ketahanan pangan adalah fokus yang harus diprioritaskan oleh pemerintah.
“Jadi tidak bisa lagi dianggap pangan ini sebagai komoditas, namun lebih dari komoditas. Pangan adalah hak asasi kita sabagai makhluk hidup,” tuntasnya. (Kanalkalimantan.com/wanda)
Reporter : wanda
Editor : bie
-
PUPR PROV KALSEL2 hari yang laluSetelah 35 Tahun, Rumah Jabatan Gubernur Kalsel Direhab Total
-
Kabupaten Banjar2 hari yang lalu2 Pelajar Kabupaten Banjar Raih Juara Lomba Resensi Buku Berbasis Koleksi Perpustakaan Tingkat SMP Se-Kalimantan Selatan
-
HEADLINE3 hari yang laluVonis 12 Tahun ‘Penjagal’ Mahasiswi ULM, Lebih Ringan dari Tuntutan
-
HEADLINE3 hari yang laluSolar Langka di Kalsel Sopir Truk Menderita, Dilarikan ke Tambang
-
PTAM INTAN BANJAR2 hari yang laluPTAM Intan Banjar Sesuaikan Jam Kerja Kantor Pelayanan, Ini Penjelasannya
-
PUPR PROV KALSEL3 hari yang laluDirjen Bina Marga Kementerian PU Monitoring Jembatan Pulaulaut





