ACT Kalsel Buka Lumbung Peduli Gempa Tsunami Palu - Kanal Kalimantan
Connect with us

ACT KALSEL

ACT Kalsel Buka Lumbung Peduli Gempa Tsunami Palu

Diterbitkan

pada

Gempa Tsunami Palu Foto : act kalsel

Sampai Jumat (29/9) jelang tengah malam, kabar duka dari Kota Palu dan Donggala masih datang bertubi-tubi di berbagai linimasa jejaring sosial. Malam gelap mencekam, komunikasi terputus. Hanya satu-dua penyedia jasa telekomunikasi yang masih tersambung nomor teleponnya, itu pun kalau baterai telepon genggamnya tak habis. Pasalnya, pasokan listrik padam seluruhnya sejak pertama kali gempa besar melanda. Kini, sampai lewat hari berganti, kabar dari Palu masih terputus.

Kekalutan makin bertambah ketika informasi tsunami di Pesisir Laut Talise Kota Palu benar-benar valid. Setelah petang kemarin beberapa kali kabar simpang siur tersebar, nyatanya video tsunami itu benar adanya. Melansir BMKG, ketinggian gelombang tsunami sampai mencapai lebih dari 1,5 meter. Sementara, video tsunami yang tersebar itu direkam di atas bangunan Palu Grand Mall, persis di tepian Pantai Talise, di Teluk Kota Palu.

Menjelang Jumat (29/9) tengah malam, Tim ACTNews terus mengerahkan berbagai upaya, mencari koneksi agar terhubung langsung dengan warga atau saksi mata di Kota Palu. Berbagai kontak relawan dari Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Sulawesi Tengah tak terhubung karena jalur komunikasi yang putus.

Sampai akhirnya koneksi terhubung dengan Muhammad Fajar, salah satu warga Kecamatan Tatanga, Kota Palu sebelah barat. Cerita dari Muhammad Fajar menggambarkan bagaimana mencekamnya Kota Palu beberapa jam pascagempa besar.

“Saya berada di dalam kamar sewaktu gempa. Guncangannya sangat keras. Saya seolah jadi bola terlempar-lempar,” ujar Muhammad Fajar.

Fajar menerima telepon ACTNews kala ia dan keluarganya masih penuh rasa takut dan trauma. Ia bercerita, sekitar pukul 23.30 Wita Jumat (29/9) malam ini, ia berada di tengah jalan, mengungsi. “Saya ada di tengah jalan mengungsi sama banyak warga. Semua takut kembali ke rumah malam ini. Mungkin bisa dibilang setiap lima menit sekali masih ada gempa susulan,” ujar Fajar.

Membenarkan adanya bencana tsunami sesaat setelah gempa besar 7,4 SR, Fajar mengatakan tsunami terjadi di Pantai Talise. Tsunami Palu menyapu apapun yang dilaluinya sepanjang ratusan meter.

“Saya menerima banyak informasi tsunami di Pantai Talise menyapu sampai ratusan meter ke tengah kota. Setelah itu air laut surut kembali. Padahal sore tadi pas gempa, di Pantai Talise itu sedang ada persiapan pembukaan agenda tahunan, Palu Nomoni 2018. Banyak orang di pesisir pantai,” ujarnya.

Tak hanya itu, Fajar juga menerima kabar dari kawannya di Donggala bahwa air laut juga sempat naik tinggi di sepanjang Pesisir Donggala.

“Tsunami juga di Pesisir Donggala. Katanya ada kapal juga yang sampai terseret (tsunami) ke jalan raya di daerah Donggala,” ujarnya melalui sambungan telepon.

Fajar juga mengatakan, sejumlah rumah di sekitar tempat tinggalnya mengalami kerusakan berat. “Rata-rata rumah di kompleks perumahan itu ambruk. Hampir semua rumah di Perumnas Balaroa, Palu Barat rata dengan tanah,” tambahnya.

Bambang Triyono selaku Direktur Disaster Emergency Response-Aksi Cepat Tanggap (ACT) memaparkan, Tim ACT diberangkatkan Sabtu (29/9) subuh menuju Palu.

“Bandara Palu ditutup. Kami memberangkatkan tim menuju ke Gorontalo kemudian berlanjut melalui jalur darat menuju Donggala juga Palu. Selain itu, kami juga mengirimkan tim ACT Sulsel dan anggota MRI Sulsel, berangkat juga via darat dari Kota Makassar.

Sementara itu, Kepala Cabang ACT Kalsel Arie Setiawan menuturkan sejak Sabtu (29/9) ACT Kalsel membuka lumbung peduli untuk Palu. “Kami langsung berkoordinasi dengan ACT pusat dan beberapa mitra, kami mengumpulkan bantuan baik berupa barang ataupun uang. Untuk barang diutamakan berupa obat-obatan, selimut, tenda, pakaian, dan makanan,” ujarnya.

Selain itu, beberapa komunitas juga mulai berkoordinasi dengan ACT Kalsel untuk melakukan penggalangan dana. “Beberapa mitra kami akan turun ke jalan mulai Senin (1/9),” terangnya.

Arie menghimbau kepada warga banua untuk tidak berhenti memberikan kepedulian kepada saudara yang tertimpa bencana gempa. “Lombok belum usai dan kini Palu digoncang gempa hebat. Ujian ini adalah peluang kebaikan untuk kita semua, jadi ayo bergerak bersama ringankan beban mereka,” pungkas Arie. (actkalsel)

Repporter: Actkalsel
Editor: Abi Zarrin Al Ghifari

Bagikan berita ini!
Advertisement

Headline

Trending Selama Sepekan