HEADLINE
Posko Cegah Tangkal Covid-19 Perketat Perbatasan Kalsel dan Provinsi Tetangga
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Setelah ditemukannya kasus pertama Covid-19 di Kalimantan Selatan, Tim Gugus Tugas P3 COVID-19 Kalsel memperketat pintu masuk jalur darat, yang menghubungkan Kalsel dengan dua provinsi tetangga, yakni Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.
Dalam video conference di Command Center Kalimantan Selatan pada Selasa (24/3/2020) sore, Ketua Harian Gugus Tugas P3 COVID-19 Kalsel H. Wahyuddin menjabarkan, ada dua titik posko cegah tangkal antar provinsi dan dua titik lainnya untuk antar kabupaten.
Menurut Ujud –sapaan akrabnya-, Kabupaten Barito Kuala dan Kabupaten Kotabaru masih merumuskan untuk menetapkan titik-titik untuk posko cegah tangkal. Nantinya, akan ada 5 titik yang dicanangkan tim gugus tugas setempat. “Rencananya hari ini atau besok sudah akan ditempati posko-posko itu,†ungkap Ujud.
Ujud merincikan di antara posko cegah tangkal yang akan didirikan di Kabupaten Barito Kuala, yang berbatasan langsung dengan Provinsi Kalteng. Yaitu di kawasan Anjir untuk jalur darat, kawasan Tabukan untuk penyeberangan ferry, dan Pelabuhan Marabahan. “Tim ini akan bergerak satu atau dua hari berikutnya, karena hari ini masih merumuskan titik-titik tadi,†jelas Ujud.
Di samping Kabupaten Barito Kuala, Kabupaten Kotabaru dan Kabupaten Tabalong juga menjadi titik cegah tangkal masuknya virus COVID-19 melalui jalur darat. Kedua kabupaten ini, berbatasan langsung dengan Provinsi Kaltim.
Sebelumnya, data terakhir jumlah ODP di Kalsel turun menjadi 716 orang. Jika sebelumnya kota Banjarbaru menduduki peringkat pertama jumlah ODP terbanyak, maka kali ini Kabupaten Tabalong menduduki peringkat pertama dengan jumlah ODP terbanyak di Kalsel, yakni sebanyak 141 orang. Sementara, jumlah ODP di kota Banjarbaru menjadi 97 orang.
Disusul Kabupaten Hulu Sungai Tengah sebanyak 89 orang, Kabupaten Banjar sebanyak 72 orang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan sebanyak 70 orang, Kabupaten Barito Kuala sebanyak 60 orang, serta Kabupaten Kotabaru dan Kota Banjarmasin masing-masing sebanyak 54 orang.
Kemudian, Kabupaten Tanah Bumbu sebanyak 30 orang, Kabupaten Balangan sebanyak 29 orang, Kabupaten Hulu Sungai Utara sebanyak 10 orang, Kabupaten Tanah Laut sebanyak 6 orang dan terakhir, Kabupaten Tapin sebanyak 4 orang.
Sementara, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) tercatat masih 7 orang. Dengan rincian, kota Banjarmasin sebanyak 4 orang, Kabupaten Banjar sebanyak 2 orang dan Kabupaten Tabalong sebanyak 1 orang. Terakhir, jumlah kasus positif Covid-19 di Kalsel masih tercatat satu orang, dari Kota Banjarmasin. (kanalkalimantan.com/fikri)
Editor : Chell
-
PUPR PROV KALSEL1 hari yang laluSetelah 35 Tahun, Rumah Jabatan Gubernur Kalsel Direhab Total
-
HEADLINE2 hari yang laluVonis 12 Tahun ‘Penjagal’ Mahasiswi ULM, Lebih Ringan dari Tuntutan
-
Kabupaten Banjar1 hari yang lalu2 Pelajar Kabupaten Banjar Raih Juara Lomba Resensi Buku Berbasis Koleksi Perpustakaan Tingkat SMP Se-Kalimantan Selatan
-
HEADLINE2 hari yang laluSolar Langka di Kalsel Sopir Truk Menderita, Dilarikan ke Tambang
-
PTAM INTAN BANJAR1 hari yang laluPTAM Intan Banjar Sesuaikan Jam Kerja Kantor Pelayanan, Ini Penjelasannya
-
HEADLINE3 hari yang laluSekolah Jurnalisme Warga: Masyarakat Adat Meratus Bersuara Nasib Mereka







