HEADLINE
Kurang Dokter Spesialis, RSJ Sambang Lihum Nyaris Turun Kelas
BANJARBARU, Sumber daya manusia (SDM) medis di RSJ Sambang Lihum ternyata baru mencapai 35 persen. Rumah sakit milik Pemprov Kalsel ini mengalami kekurangan tenaga dokter spesialis di luar kesehatan jiwa dan dokter spesialis jiwa konsultan.
Kekurangan dokter spesialis jiwa konsultan terjadi dikarenakan tenaga medis yang dimiliki masih menempuh jenjang pendidikan. Setidaknya membutuhkan waktu 2 tahun baru selesai tugas belajar. Nah, untuk mengisi kekurangan dokter spesialis di luar kesehatan jiwa dikerjasamakan dengan rumah sakit umum di Kalsel.
Direktur Utama RSJ Sambang Lihum, Dr IBG Dharma Putra mengakui, rumah sakit yang dipercayakan dipimpinnya ini hampir turun kelas dari A menjadi B. Jika turun kelas, ujarnya, maka rujukan penanganan lanjutan pasien gangguan jiwa dan narkoba harus dirujuk ke luar Kalsel.
“SDM kami baru 35 persen, syarat sertifikat paripurna A harus memiliki 75 persen SDM. Solusinya kami mencari bantuan tenaga medis yang dibutuhkan ke Surabaya, Jawa Timur. Kami MoU peminjaman tenaga kesehatan spesialis konsultan jiwa,†ujar IBG Dharma Putra, Rabu (21/8).
Proses mendapatkan persetujuan dari Pemprov Jawa Timur, menurut Dharma, hampir tidak memenuhi batas waktu penilaian akreditasi rumat sakit. Ia mengaku bisa mengejar batas waktu itu karena Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor turun tangan.
“Awalnya proses tanda tangan persetujuan peminjaman dokter spesialis konsultan jiwa waktunya satu bulan, akhirnya pak Gubernur turun tangan menelpon Gubernur Jawa Timur, tanggal 6 Agustus kita ke Jawa Timur melakukan MoU. Sudah ditanda tangan ibu Gubernur Jatim, dan tanggal 7 Agustus suratnya kita bawa ke Kementerian Kesehatan. Alhamdulillah akreditasi kita tetap A,†bebernya.
Seandainya lewat dari tanggal 12 Agustus memasukan peminjaman SDM itu, maka rumah sakit jiwa Sambang Lihum turun kelas.
Dharma mengaku pihaknya sudah mengusulkan kebutuhan tambahan SDM dokter spesialis pada penerimaan CPNS 2018, namun yang disetujui hanya satu orang perawat. Sebagai solusi jangka panjang, lanjutnya, pihaknya mencari kerjasama dokter spesialis melalui tenaga kontrak.
“Melalui rencana penerimaan PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja) kami juga sudah mengusulkan kebutuhan dokter spesialis. Mudah-mudahan dapat disetujui, sehingga melengkapi SDM kami,†cetusnya. (rico)
Editor : Bie
-
Pemprov Kalsel1 hari yang laluKebun Raya Banua Dibuka H+2 Lebaran
-
Kriminal Banjarmasin2 hari yang laluBuser Polsek Banjarmasin Timur Bekuk Pelaku Pencurian Motor di Langgar Darussalam
-
Kriminal Banjarmasin3 hari yang laluCekcok Berakhir Maut di Gang Seroja, Dua Pelaku Diringkus
-
Kota Banjarbaru2 hari yang lalu7.062 Pegawai Pemko Banjarbaru Terima THR, PNS dan PPPK hingga PJLOP
-
Bisnis2 hari yang laluPenumpang Mudik Angkutan Laut Pelindo Sub Regional Kalimantan Tumbuh 15,45 Persen
-
Infografis Kanalkalimantan2 hari yang lalu18 Maret Hari Arsitektur Indonesia, Cermin Peradaban




