Kalimantan Selatan
Mahasiswa Resah Kondisi Pendidikan di Kalsel hingga Program MBG
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se Kalimantan Selatan (Kalsel) berunjuk rasa DPRD Kalsel, Selasa (12/5/2026) siang.
Dalam unjuk rasa ini, mahasiswa membawa isu pendidikan baik di tingkat daerah maupun nasional. Mereka membawa spanduk bernada kritik kepada pemerintah yang menunjukkan bahwa pendidikan sedang tidak baik-baik saja.
“Kalsel Butuh Reformasi Pendidikan”, “Tanpa Pendidikan Gedung Ini Tidak Bisa Berdiri Kokoh”, “Pendidikan Hancur Pemerintah Tidur”, “Tanpa Guru Indonesia Emas Hanya Omong Kosong”. Bunyi tulisan dari isi spanduk yang menggambarkan keresahan mahasiswa atas kondisi darurat pendidikan sekarang.
Baca juga: Kabupaten Kapuas Terpilih Lokasi Konstruksi Cetak Sawah 2026 di Kalteng

Demonstrasi ini melayangkan 7 tuntutan, diantaranya:
1. Menuntut Pemerintah menaikkan Gaji Guru Honorer.
2. Menuntut audit menyeluruh kondisi sarana dan prasarana pendidikan di Kalsel.
3. Menuntut transparansi dana Makanan Bergizi Gratis (MBG) hingga tingkat sekolah.
4. Menuntut pemerintah publikasi realisasi anggaran pendidikan.
5. Menuntut pembentukan tim pengawas independen kualitas Pendidikan.
6. Menuntut penghentian perubahan kurikulum yang tidak berbasis evaluasi menyeluruh.
7. Menolak penghapusan program studi tanpa kajian akademik, kebutuhan daerah dan partisipasi publik.
Presiden Mahasiswa Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban), Hendra menyebut salah satu tuntutan aksi ini adalah memperjuangkan nasib guru-guru honorer yang bergaji rendah.
“Kami menuntut agar tenaga pendidik honorer itu diangkat segera menjadi ASN atau PPPK,” jelas Hendra.
Selain itu, mahasiswa juga menyoroti kasus keracunan yang diduga berasal dari Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kalsel.
Baca juga: Vonis 12 Tahun ‘Penjagal’ Mahasiswi ULM, Lebih Ringan dari Tuntutan
“Di Banua Anam ada mendapat kasus keracunan, namun sampai saat ini belum ada tindak lanjutnya,” ungkap Hendra.
Senada, Ketua BEM Universitas Islam Kalimantan (Uniska) MAB, Arifin mengatakan, pihaknya memperhatikan dampak MBG terhadap pendidikan. Menurutnya, program andalan Presiden RI Prabowo Subianto bermasalah pada pengakomodiran di bawahnya, terutama di daerah yang jauh dari pusat.
“Di daerah yang tidak terjangkau oleh pusat, banyak oknum-oknum yang bermain,” ujar Arifin.

Baca juga: Menjaga Keandalan Sistem Kelistrikan GI Senipah Momentum Hari Buruh
Dia yakin bahwa MBG akan berjalan baik apabila dibarengi dengan tata kelola yang baik pula.
Massa yang tidak puas karena tidak sempat bertemu Ketua DPRD Kalsel, H Supian HK menyatakan bahwa pihaknya akan merencanakan aksi berikutnya.
“Pastinya kami mahasiswa se Kalsel yang merangkul masyarakat akan melanjutkan dan mengkonsolidasikan ulang terkait pergerakan selanjutnya,” tutupnya. (Kanalkalimantan.com/fahmi)
Reporter: fahmi
Editor: bie
-
HEADLINE2 hari yang laluPemprov Kalsel – Pemkab Banjar Percepat Pembangunan Bendungan Riam Kiwa
-
Kalimantan Timur3 hari yang laluRayap Besi Tewas Duel dengan Penjaga Malam di Samarinda
-
HEADLINE1 hari yang laluSekolah Jurnalisme Warga: Masyarakat Adat Meratus Bersuara Nasib Mereka
-
Lifestyle2 hari yang laluTinggal Selangkah Lagi! Siapa yang Tersingkir di TOP 3 Indonesian Idol?
-
Kriminal1 hari yang laluPengeroyokan di Sungai Malang, Tiga Orang Ditangkap Polisi
-
PUPR PROV KALSEL2 hari yang lalu80 Peserta Ikuti Bimtek BIM yang digelar Dinas PUPR Kalsel





