HEADLINE
Keluhan Warga Pasca Jembatan Km 31 Banjarbaru Dibuka
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Penyelesaian proyek perbaikan jembatan di Jalan Ahmad Yani Kilometer 31,6 depan kolam Renang Antasari Banjarbaru masih menyisakan PR alias Pekerjaan Rumah bagi Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Selatan.
Sampai dengan hari ketiga dibuka, Jembatan Sei Ulin ini kembali dikeluhkan warga. Salah satu keluhan disampaikan oleh warga yang terdampak saat pembangunan jembatan berjalan.
Warga bernama Gatot, mengaku akses jalan menuju rumahnya yang berbatasan langsung dengan sungai dibuat sangat curam. Bahkan ketika berdiri di halaman depan rumahnya bisa menyentuh kabel-kabel yang masih menjuntai belum dibenahi.
“Akses ke tempat kami itu tidak sesuai dengan gambar yang dibikin pihak BPJN, rencana awal dibikin rata dari atas jalan, baru menurun sampai teras,” ujar Gatot, Senin (3/11/2025) siang.
Baca juga: Sekretaris PDIP Kalsel: Mendepositokan Uang Publik Itu Pemikiran Keliru!

Bagian sisi barat Jembatan Sei Ulin A Yani Km 31,6 Banjarbaru yang dikeluhkan warga terdampak pembangunan. Foto : wanda
Gatot melihat bahwa timbunan yang diberikan untuk cor akses jalan menuju rumahnya berasal dari tanah galian yang diambil sama di halaman bangunan rumahnya
“Ini bukan malah ditimbun, malah itu halaman saya dikeruk, ditimbunkan ke sini (cor semen untuk jalan),” ungkapnya.
Kendala pun ia rasakan dengan jalan curam menuju rumahnya tersebut.
“Istri saya sekarang tidak berani lagi naik kendaraan ke atas, jadi kita dorong dulu kendaraan naik ke aspal jalan kaki baru dinaiki. Jadi naik turun istri saya nggak berani lagi berangkat kerja,” jelas dia.
Baca juga: Oligarki: Pemodal Koruptif ‘Kuasai’ Institusi, Sumber Daya, dan Otoritas
Kondisi serupa dikeluhkan, Susilo pengelola toko karpet di kawasan itu. Susilo mengatakan jika jalan akses warga terdampak telah dibuat BPJN dengan perencanaan, seperti pembuatan drainase hingga pembenahan kabel-kabel yang terjuntai.
“Saya mohon ada siring untuk posisi pinggir jalan akses itu. Karena kalau tanah itu lama-lama jika hujan lebat pasti akan tergerus dan ketebalan cor yang rencananya disampaikan oleh pihak BPJN 10-15 Cm, tetapi pas diukur tidak sampai 10 cm,” ungkap Susilo.
Susilo tidak menuntut hal yang rumit, hanya penyelesaian dampak warga difasilitasi sesuai kesepakatan.
Pun, akses jalan ke rumah Syafriyanur bersama warga lainnya diakui tidak sesuai dengan kesepakatan perencanaan oleh BPJN Kalsel
“Mau tempat kami, ke klinik, ke kafe kemarin kesepakatannya itu jalannya dibuat rata sampai gapura. Jadi sampai gapura rata baru melandai. Tapi kenyataannya bisa dilihat sendiri masih agak landai dari atas, ini kan berbahaya,” ujar Syafriyanur.
“Karena kalau kita keluar dari sana itu, terhalang tembok jembatan. Jadi kalau kita bawa mobil itu harus berhati-hati, kalau enggak bisa bahaya,” tambah dia.
Baca juga: Sirajoni Sekda Benjarbaru Definitif Dilantik

Salah satu sisi Jembatan Sei Ulin A Yani Km 31,6 Banjarbaru yang dikeluhkan warga terdampak pembangunan. Foto : wanda
Syafriyanur juga mengeluhkan banyak kabel berjuntai di depan jalan, bahkan sampai bisa disentuh tangan.
Ada pula bagian sisi samping jembatan yang digali sembarangan dan terlihat menimbulkan bahaya bagi pengendara.
“Awalnya kita beri pengaman, mau dikasih besi, bahaya kan kalau dari sana bisa masuk ke sana, ini kan dalam banget. Tapi kita gak tau kapan difasilitasi, mau gimana lagi sudah kayak gini ya kita Alhamdulillah saja,” tutupnya. (Kanalkalimantan.com/wanda)
Reporter: wanda
Editor: bie
-
HEADLINE1 hari yang laluPemprov Kalsel – Pemkab Banjar Percepat Pembangunan Bendungan Riam Kiwa
-
Kalimantan Selatan3 hari yang laluSilaturahmi dan Halalbihalal Warga HSU di Banjarbaru
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara2 hari yang laluJelang MTQ Kalsel Kafilah HSU Jalani TC di Banjarmasin
-
Olahraga2 hari yang laluRatusan Goweser Jajal Trek 14 Km MTB Fun Enduro
-
Kalimantan Timur1 hari yang laluRayap Besi Tewas Duel dengan Penjaga Malam di Samarinda
-
PUPR PROV KALSEL1 hari yang lalu80 Peserta Ikuti Bimtek BIM yang digelar Dinas PUPR Kalsel





