RELIGI
Maulid di Ponpes Darussalam Martapura, Bukti Cinta kepada Nabi Kerjakan Sunnahnya
KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam Martapura menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi SAW, di Siring Ponpes Darussalam, Jalan KH Kasyful Anwar, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Selasa (2/9/2025) pagi.
Acara dimulai dengan pembacaan syair maulid, kalam Illahi, sambutan, mauizoh hasanah, tahlil, dan doa.
Pimpinan Umum Ponpes Darussalam Martapura, KH Hasanuddin Badruddin mengharapkan dengan adanya peringatan ini dapat meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sehingga mendapatkan kecintaan beliau dan Rasulullah pun mencintainya.
“Mudah-mudahan dengan adanya peringatan ini dapat meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW. Tak lupa kita menjalankan sunnahnya, bukan sekadar mencintai dengan ucapan tapi bukti kecintaan itu dilaksanakan dengan perbuatan. Melaksanakan sunnah-sunnahnya dan syariat yang dibawanya, sehingga kita mendapatkan kecintaan beliau, dan Rasulullah pun mencintainya dengan itu kita mendapatkan syafaat di akhirat nanti,” ujar KH Hasanuddin Badruddin.
Baca juga: Tekan Angka Stunting Lewat Program ‘HSU CERIA’
Salah satu ulama sepuh di Martapura ini berpesan kepada para santri agar jangan ikut-ikutan demo saat negara ini belum kondusif.
“Alhamdulillah, Kabupaten Banjar dalam keadaan kondusif selama ini, tapi para santri jangan sampai ikut demo, cukup belajar jangan mengurusi dunia karena ada aja sudah yang mengurusi dunia yaitu pemerintah,” harapnya.

Sementara itu, Habib Salim bin Abdurrahman dari Gorontolo dalam muizoh hasanah menjelaskan bahwa semua yang hadir di acara merupakan bentuk ekspresi cinta kepada Rasulullah SAW dan cinta ini memang timbul dari lubuk hati.
Baca juga: Tiga WNA Ada Dalam Heli Hilang Kontak di Mantewe Tanbu
“Kita semua yang hadir sekarang ini kalau ditanya tentang cinta nabi itu hukumnya wajib. Apalagi seorang santri pasti cinta nabi karena ujung-ujungnya jadi ulama yang mana ulama itu pewaris para nabi,” jelasnya.
Habib Salim mengatakan warisan itu harus memiliki nisbah yaitu hubungan atau ikatan. Hubungan warisan dengan nabi ini bukan harus ikatan keluarga ataupun hubungan darah tapi hubungan yang dikasih nabi yaitu hubungan batin bersama nabi sehingga layak menerima warisan.
“Kalau ada santri ngomong aku ingin jadi ulama. Pertanyaannya punya hubungan tidak dengan nabi, kalau punya berarti ia layak jadi ulama,” terangnya.
Baca juga: Tim SAR Darat Dikirim ke Titik Lost Contact Heli, Pencarian Udara Kendala Cuaca
Habib Salim mengatakan warisan ini tidak mungkin didapat kecuali dengan tiga tahapan. “Tiga tahapan warisan itu didapat pertama pengenalan kepada Rasulullah SAW, kedua harus ada cinta dengan Rasulullah SAW, yang ketiga setelah cinta maka akan muncul yang namanya keteladanan,” katanya. (Kanalkalimantan.com/ahmad mursyidi)
Reporter: ahmad mursyidi
Editor: bie
-
PUPR PROV KALSEL1 hari yang laluSetelah 35 Tahun, Rumah Jabatan Gubernur Kalsel Direhab Total
-
HEADLINE2 hari yang laluVonis 12 Tahun ‘Penjagal’ Mahasiswi ULM, Lebih Ringan dari Tuntutan
-
Kabupaten Banjar1 hari yang lalu2 Pelajar Kabupaten Banjar Raih Juara Lomba Resensi Buku Berbasis Koleksi Perpustakaan Tingkat SMP Se-Kalimantan Selatan
-
HEADLINE2 hari yang laluSolar Langka di Kalsel Sopir Truk Menderita, Dilarikan ke Tambang
-
PTAM INTAN BANJAR1 hari yang laluPTAM Intan Banjar Sesuaikan Jam Kerja Kantor Pelayanan, Ini Penjelasannya
-
HEADLINE3 hari yang laluSekolah Jurnalisme Warga: Masyarakat Adat Meratus Bersuara Nasib Mereka





