Pemprov Kalsel
Kesiapsiagaan Provinsi Kalsel Hadapi Potensi Karhutla 2025
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) meningkatkan kesiapsiagaan bencana seiring dengan perubahan musim yang terjadi.
Diketahui hingga bulan Juni 2025, wilayah Kalsel belum memasuki puncak musim kemarau yang sebelumnya diprediksi sudah terjadi.
Kondisi disebabkan karena masih ada hujan yang terjadi di beberapa titik di wilayah Kalsel, serta adanya fenomena La Nina.
Baca juga: Potensi Karhutla: BPBD Kalsel Antisipasi Pakai Helikopter Water Boombing

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Bambang Dedi. Foto : wanda
Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Bambang Dedi mengatakan, untuk menghadapi kondisi itu, BPBD Kalsel telah menyiapkan beberapa langkah mitigasi dalam hal kesiapsiagaan, salah satunya dengan meningkatkan regulasi kebencanaan.
“Pertama kita telah memiliki Rencana Penanggulangan Bencana Daerah tahun 2025-2029, kedua ada Rencana Kontinjensi (Renkon) bencana banjir, longsor, karhutla dan kekeringan tahun 2025-2029,” ujar Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Bambang Dedi.
Semua penguatan regulasi telah dilakukan termasuk penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM).
“Dimana pada tahun 2024 BPBD Kalsel telah memiliki 30 tenaga kebencanaan dan administrasi yang sudah tersertifikasi internasional,” ungkapnya.
Baca juga: Puncak Kemarau Mundur Prediksi BMKG Stasiun Klimatologi Kalsel
Di samping itu perlu dilakukan pemeliharaan alat sarana prasarana, dalam hal ini BPBD Kalsel dibantu oleh BNPB yang memberikan bantuan berupa peralatan, mesin maupun motor-motor.
“Itu merupakan dana APBN, tetapi kita menerima dalam bentuk barang,” sambung dia.
Dalam hal kolaborasi disebutkan bahwa penanganan bencana di Kalsel turut dibantu TNI, Polri, pihak swasta, masyarakat, termasuk barisan pemadam kebakaran.
“Alhamdulillah penanganan bencana di Kalsel kita sangat terbantu oleh harmonisasi kerja sama TNI Polri, swasta, termasuk BPK,” sebut Dedi.
Baca juga: MTQN XXXVI Kalsel, Cabang Khattil Quran Memasuki Babak Final
Bambang menjelaskan sesuai arahan Gubernur, langkah lain pemerintah telah mengusulkan adanya heli water boombing ke BNPB meliputi lima unit water boombing dan satu unit heli patroli.
Di samping itu juga Gubernur juga telah mengusulkan akan pentingnya modifikasi cuaca jika nanti terjadi musim kemarau di tengah adanya potensi hujan.
Modifikasi cuaca ini ditujukan untuk mengisi sumber-sumber air yang ada di Kalsel untuk pembahasan lahan di lahan gambut terutama di areal Bandara. (Kanalkalimantan.com/wanda)
Reporter: wanda
Editor: bie
-
PUPR PROV KALSEL2 hari yang laluPemprov Kalsel Benahi Fasilitas Olahraga di Stadion 17 Mei
-
HEADLINE3 hari yang laluPantai Teluk Tamiang: Mutiara Tersembunyi di Pelosok Kotabaru
-
Kota Samarinda2 hari yang laluLelaki Mabuk Bakar Rumah di Samarinda Nyaris Tewas Diamuk Massa
-
Kalimantan Selatan2 hari yang laluTarget Pertumbuhan 5 Persen Kunjungan Wisatawan di Kalsel
-
kampus1 hari yang laluWorkshop Jurnalis Mahasiswa Pendidikan Sosiologi ULM
-
HEADLINE2 hari yang laluPabrik Kelapa Sawit Beli Murah dari Petani Bakal Dicabut Izinnya

