Kabupaten Banjar
Keteguhan Yusri, Kakek Penarik Becak di Martapura yang Tak Menyerah Dihimpit Transportasi Online
KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA– Akses era digital yang bisa dikendalikan melalui gawai atau smart phone, membuat perubahan banyak hal. Begitu juga soal transportasi. Keberadaan transportasi berbasis online seperti Gojek, Gocar, maupun Grab, membuat keberadaan becak bermotor maupun yang dikayuh manual menjadi jadul!
Namun, di tengah himpitan itu, moda transportasi tradisional tersebut masih tetap bertahan. Meskipun keberadaannya semakin tersudut, dan berkurang.
Keberadaan tukang becak di Kota Intan Martapura, Kabupaten Banjar, masih bisa ditemui sebagai kendaraan umum yang sering digunakan masyarakat untuk bepergian dalam jarak dekat.
Yusri (67) adalah salah seorang tukang becak di daerah Martapura. Ia menggeluti pekerjaannya sejak 14 tahun lalu. Trayek kayuhan Yusri di sekitaran Kampung Jawa Martapura sampai dengan Pasar Bauntung Batuah. Saat lelah atau menunggu penumpang, dia biasa memarkirkan becaknya di ruas jalan A. Yani.
Baca juga : Terkait LHP BPK, Wabup Kapuas Minta Perangkat Daerah Bertanggung Jawab
Yusri menceritakan penghasilan sebagai tukang becak sangatlah tidak menentu. Gempuran transportasi online membuat jasanya makin sedikit yang melirik. Pria asal Kelayan Banjarmasin tersebut mengakui era kejayaan becak sudah habis.
“Kendaraan sudah banyak jadi becak seperti ini tidak laku lagi. Hari ini saja sepi Mba, dari jam 8 pagi sampe siang ini belum ada penumpang,” kata Yusri ditemui Kanalkalimantan.com, saat sedang mangkal di lokasi.
Dulu dalam sehari biasanya, Yusri bisa menghasilkan Rp 50-60 ribu dari hasil narik becak. Tapi setelah adanya ojek daring, Yusri hanya dapat narik satu atau dua kali saja per hari, dan hanya menghasilnya pundi Rp 10 ribu saja.
Meskipun sepi penumpang, Yusri tidak mematok harga tinggi.
“Kalo sekitaran sini saja, Rp 7 ribu. Ke pasar Rp 10 ribu. Kadang-kadang ada yang jauh ke Banjarbaru bisa dikasih Rp 20 ribu, itu juga sama langganan,” ujar Yusri.

Baca juga : Insiden Kecelakaan Armada Damkar di Banjarmasin, Begini Pengamat Kebijakan Publik
Beberapa becak lain dapat ditemukan di ruas jalanan A. Yani, Pasar Bauntung Bantuah dan banyak tempat lainnya. Beberapa becak juga sudah berganti ke motor di belakangnya yaitu ‘bentor’.
Lalu, apakah tak terpikir untuk pindah pekerjaan lain?
“Saya juga sudah tua, untuk kerja yang lain rasanya sudah nggak kuat badan. Istri meninggal dan anak juga tidak ada, jadi ya dicukup-cukup kan saja. Kalau ada tanggungan lain penghasilan dari becak ini nggak akan cukup, kadang juga saya makan cuma sekali sehari saja,” ucap lirih Yusri.
Ia berharap pemerintah bisa melakukan program seperti memodifikasi atau mempercantik kondisi angkutan ramah lingkungan ini agar tetap terjaga untuk menarik minat penumpang.
“Saya di sini kerja yang baik dan halal, alangkah baiknya pemerintah bisa mendukung kami para pekerja angkutan umum tradisional. Juga supaya eksistensi becak tetap ada dan Saya serta bapak-bapak penarik becak lainnya bisa tetap mengais rezeki dari kendaraan roda tiga ini,” tutup Yusri berharap.
Meski mengeluh akan nasib penarik becak seperti dirinya, namun Yusri yakin Allah telah menentukan rezeki seluruh hamba-Nya. Tak lupa ia juga berupaya mempertahankan keberadaan angkutan ramah lingkungan ini agar tetap terjaga dan menarik minat penumpang. (kanalkalimantan.com/Wanda)
Reporter : wanda
Editor : cell
-
Budaya3 hari yang laluPerjuangan Panjang Penghasil Kayu Manis dari Meratus, 6-7 Tahun Baru Panen
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara3 hari yang lalu140 Tamu Allah Dilepas dari Amuntai Menuju Tanah Suci
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara3 hari yang laluTurnamen Pickleball se Kalsel di Amuntai
-
Kabupaten Kapuas2 hari yang laluPemdes Lamunti Salurkan BLT Dana Desa kepada 12 KPM
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara2 hari yang laluJemaah Kloter 16 Asal HSU Masuk Karantina, Terbang Sabtu Dini Hari
-
Kota Banjarbaru2 hari yang laluTeknik Jelujur Pewarna Alami SBK Sasirangan di Women Ecopreneurs Market Day Bali





