Connect with us

DISHUT PROV KALSEL

867,35 Ha Hutan dan Lahan Kalsel Terbakar Selama Tahun 2017

Diterbitkan

pada

Antisipasi kebakaran hutan dan lahan terus dilakukan Foto: Abdullah/dishut
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

BANJARBARU, Kesiagaan terhadap terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan (Kalsel) terus dilakukan. Hal tersebut mengingat masih seriusnya ancaman Karhutla setiap tahun. Terbukti pada tahun 2017 lalu, luas hutan dan lahan Kalsel yang terbakar mencapai 867,35 hektare tersebar di kabupaten/kota.

Selaku garda terdepan dalam Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dakarhutla) di Provinsi Kalsel, Dinas Kehutanan (Dishut) Kalsel siap melakukan upaya pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan.  Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dishut Kalsel Dr Hanif Faisol N.

Dia mengatakan, kebakaran hutan dan lahan terluas pada tahun 2017 terjadi di kabupaten Tanah Laut seluas 401,00 hektare.  Disusul kemudian Kotabaru seluas 147,35 hektare dan Tanah Bumbu 110,50 hektare. (Selengkapnya lihat grafis, red).

“Sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Gubernur Sahbirin Noor pada apel siaga Karhutla dan Peringatan Kesiapsiagaan Bencana Provinsi Kalsel Tahun 2018, Dishut siap bekerjasama untuk mengurangi luasan hutan dan lahan yang terkena Karhutla di tahun 2018,” tegasnya.



Sementara itu, pada Apel Siaga di halaman kantor Gubernur Kalsel, Kamis (26/4), Sahbirin menegaskan agar Dalkarhutla diupayakan semaksimal mungkin.  Menurutnya, Dalkarhutla merupakan tanggung jawab bersama termasuk semua lapisan masyarakat. Kesiapsiagaan sangat diperlukan dalam melakukan pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

“Semua pihak harus berperan aktif dalam mencegah hal–hal yang memacu timbulnya kebakaran hutan dan lahan baik melalui penyuluhan, kampanye, sosialisasi, penegakan hukum maupun cara lainnya yang dapat mencegah terjadikan kebakaran hutan dan lahan,” ucap Sahbirin.

Sahbirin mengajak seluruh jajaran instansi pemerintah, swasta dan segenap lapisan masyarakat agar proaktif dan ikut bertindak dalam mencegah dan mengendalikan kebakaran hutan dan lahan. “Khusus para penegak hukum agar lebih fokus untuk melakukan penyelidikan dan upaya hukum pada kasus pembakaran hutan dan lahan sehingga dapat memberi efek jera bagi pelaku,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kalsel, Wahyudin menyampaikan, sudah terpantau ada 20 titik api di Kalsel, terbanyak ada di Kabupaten Kotabaru. Namun saat ini yang baru menetapkan status siaga darurat karhutla hanya Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Menurut Wahyudin, siaga Karhutla di Kalsel baru akan dimulai bulan Mei nanti. “Karena yang masih proses menuju siaga darurat ada Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Kabupaten Kotabaru, Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Kabupaten Barito Kuala,” pungkasnya.

Wahyudin mengakui, pengamanan lebih difokuskan kea rah perkebunan, hal ini disebabkan kerugian akibat kebakaran lahan perkebunan lebih besar dibanding di kawasan hutan.  Untuk itu sector perkebunan dari Gabungan Pengusaha Sawit Indonesia (GAPKI) Kalsel juga disertakan dalam apel siaga tersebut.

Apel siaga ini juga dihadiri oleh barisan pemadam kebakaran, PMI, TNI-Polri.  Juga disuguhkan pertunjukan simulasi situasi kebakaran dan tindakan pengendalian yang dilakukan. Dalam kesempatan tersebut Gubernur juga memberikan penggahargaan pada pihak-pihak yang ikut serta dalam mencegah terjadinya kebaran hutan dan lahan.(abdullah)

Luas Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2017

 

No Kabupaten/Kota Luas Kebakaran Hutan dan Lahan (Ha)
1 Tanah Laut 401,00
2 Kotabaru 147,35
3 Banjar 84,50
4 Tabalong 5,00
5 Tanah Bumbu 110,50
6 Banjarbaru 31,00
7 Balangan 85,00
8 Hulu Sungai 3,00
9 Banjarmasin 0
Jumlah 867,35

 

Reporter: Abdullah
Editor: Chell


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->