Connect with us

HEADLINE

2021 Diprediksi Kalsel Masih Surplus Beras

Diterbitkan

pada

Pj Gubernur Kalsel Safrizal ZA saat memimpin rapat koordinasi sinkronisasi dan sinergitas pembangunan pertanian, Senin (3/5/2021). Foto: mckalsel
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Penjabat Gubernur Kalsel Safrizal ZA memimpin rapat koordinasi sinkronisasi dan sinergitas pembangunan pertanian di kantor Gubernur Kalsel Banjarmasin, Senin (3/5/2021).

Rapat dipimpin Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Kalsel, Ina Yuliana dihadiri pejabat Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Perkebunan dan Peternakan, Dinas Ketahanan Pangan, serta Dinas Kelautan dan Perikanan.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalsel, Syamsir Rahman MS, mengatakan untuk kebutuhan beras Provinsi Kalsel selalu surplus, dan prediksi untuk tahun 2021 sendiri surplus sebesar 902.712 ton.

Baca juga: Pegawai DKISP Banjar Vaksinasi Tahap II



 

Surplus ini sendiri sudah diarahkan ke Provinsi Kaltim, Kalteng serta disimpan sebagaian oleh masyarakat sebagai stok untuk setahun.

Syamsir juga menyampaikan bahwa salah satu langkah strategis untuk meningkatkan produktifitas tanaman selanjutnya adalah dengan penggunaan benih varietas unggul dan bersertifikat.

“Kendala dan permasalahan yang dihadapi adalah pemotongan anggaran, perubahan iklim, alih fungsi dan fragmentasi lahan pertanian, rusaknya infrastruktur, serangan hama dan penyakit serta kelangkaan pupuk dan benih terlambat,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalsel, Suparmi menyampaikan dalam sub sektor perkebunan Provinsi Kalsel ada 2 komoditas unggulan. Yaitu karet yang produksinya mencapai 206.480 ton pada tahun 2020 dan kelapa sawit dengan produksi sebesar 1.125.950 ton pada tahun 2020.

Baca juga: Roy Rizali Anwar Resmi Dilantik Sekda Kalsel   

Di lain pihak, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel, Suparno mengatakan, sasaran dari program kerjanya adalah dipertahankannya ketersediaan yang cukup.

Lancarnya distribusi dan stabilisasi harga pangan utama, percepatan diversifikasi pangan masyarakat, serta meningkatnya pengawasan keamanan dan mutu pangan.

“Adapun tantangan dalam pembangunan ketahanan pangan di Kalsel beberapa diantaranya adalah laju pertumbuhan penduduk, serta konversi lahan pertanian yang masih tinggi, kompetisi pemanfaatan sumber daya air, ketergantungan yang masih tinggi terhadap beras dan lain-lain,” ujarnya.

Menanggapi semua pemaparan kepala dinas, Pj Gubernur Kalsel Safrizal ZA mengungkap pentingnya kembali diadakan analisis untuk mempertajam strategi.

Baca juga: Persma Berbagi, PPMI DK Banjarmasin Beri Santunan ke Anak Yatim 

“Kita juga masih perlu analisis komoditi, mana komoditi unggulan yang akan dikembangkan dan mana yang komoditi penting,” tuturnya.

Maka dari itu, ia menambahkan semua harus mempertajam strateginya lagi, mesti berbagi peran supaya paralel dan pembagian kerjanya dan bersinergi.

“Jadi dari pertemuan hari ini, kita dapat membuat program agar dapat saling support. Tentu tidak semua keluhan mampu kita carikan solusinya,” pungkasnya. (kanalkalimantan.com/mckalsel/arh)

Editor : kk


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Komentar

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->