DKP3 Banjarbaru
Wujudkan Swasembada Pangan di Kalsel, DKP3 Banjarbaru Siapkan 2.000 Hektare Lahan
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman menetapkan target 200 ribu hektare lahan pertanian di Kalimantan Selatan untuk ditanam dua kali dalam setahun. Misi ini turut dijawab Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarbaru.
Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Cempaka siap mendukung program Menteri Pertanian RI, Amran Sulaiman, untuk menanam padi dua kali dalam setahun yang ditujukan kepada para petani lokal.
Lahan pertanian seluas 2.000 hektare pun disiapkan oleh balai yang berada di bawah naungan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarbaru ini.
Kepala BPP Cempaka, Haris Munandar mengatakan, 2.000 hektare lahan pertanian itu tersebar di Kelurahan Palam, Kelurahan Cempaka, Kelurahan Bangkal, dan Kelurahan Sungai Tiung.
Baca juga: Keseruan Belajar Story Telling dan English Fun Games Bersama Children Study Club Banjarbaru
“Untuk lahan yang siap tanam padi dua kali setahun sudah kami siapkan di Kecamatan Cempaka. Kurang lebih 2.000 hektare aktif, di Bangkal 800 hektare, di Palam 300 hektare, Cempaka 400 hektare, dan Sungai Tiung 250 hektare,” terang Haris saat ditemui di kantornya, Rabu (29/11/23).
BPP Cempaka tambah Haris, selalu berkeliling ke setiap kelurahan melakukan penyuluhan untuk memastikan, bahwa para kelompok tani siap dengan program tersebut. Bahkan dalam masa uji coba, tiga kelurahan yakni Bangkal, Palam, dan Cempaka sudah melakukan dua kali tanam padi dalam setahun.
“Varietas yang ditanam adalah padi unggulan jenis Infari 32 dan padi lokal jenis Siam atau Unus,” sebutnya.
Lebih lanjut Haris menyampaikan, dari 800 hektare lahan pertanian yang tersedia di Kelurahan Bangkal, baru 10 hektarnya yang digarap oleh petani. Lalu di Kelurahan Palam dan Cempaka masing-masing baru 5 hektare.
Baca juga: Enam Lintasan Social Bowling, Arena Permainan Baru di Timezone Q Mall Banjarbaru
“Uji coba tanam dua kali berhasil walau saat itu musim kemarau, mudahan lahan yang kami siapkan khususnya di Kecamatan Cempaka bisa membantu memenuhi ketersediaan pangan di Banjarbaru,” tuntasnya.
Sementara itu, Kepala DKP3 Kota Banjarbaru, Abu Yazid Bustami menegaskan, pihaknya akan terus mendorong para petani untuk bisa menanam padi setahun dua kali.
“Pemerintah melalui DKP3 siap mewujudkan keinginan menteri pertanian, agar Kalimantan Selatan menjadi lumbung padi dengan memaksimalkan waktu tanam,” ucapnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut ujar Yazid, salah satu sektor yang perlu diperhatikan dan diutamakan adalah memodernisasi alat-alat dan mesin pertanian (Alsintan).
Baca juga: PMI Banjar Latihan PPBM di Desa Mandiangin
“Supaya kami bisa mendukung para petani, maka kami mengadakan alat-alat pertanian modern. Alat-alat itu untuk menunjang proses bertanam maupun pemeliharaan tanah bagi para petani,” pungkasnya.
Diketahui, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarbaru bakal menggelontorkan dana sebesar Rp 13 miliar untuk memodernisasi alat dan mesin pertanian (Alsintan). Dana tersebut bersumber dari alokasi insentif fiskal tahap 1, 2, dan 3 dari Kementerian Keuangan RI. (Kanalkalimantan.com/al)
Reporter: al
Editor: kk
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluNaik 45 Persen, Jemaah Haji Kabupaten Banjar 671 Orang
-
Kota Banjarmasin2 hari yang laluKompor Ditinggal Masih Menyala, 7 Rumah di Kuin Cerucuk Terbakar
-
HEADLINE2 hari yang laluMenilik SDK Ambatunin di Pedalaman Meratus: Ada Murid 20 Tahun, Bertahan dengan Keterbatasan
-
Kota Banjarbaru3 hari yang laluMerubah Pola Penanganan Sampah di Banjarbaru: Rumah Tangga Awal Pemilahan Sampah
-
HEADLINE3 hari yang laluJejak Ekspedisi Gerakan Buku Meratus II, Tiga Jam Jalan Kaki ke Dusun Ambatunin
-
PUPR PROV KALSEL2 hari yang laluTingkatkan Kualitas dan Profesionalisme Tenaga Kerja Konstruksi, PUPR Kalsel Gelar Kegiatan Sertifikasi





