Connect with us

Kabupaten Tanah Bumbu

Webinar Literasi Digital Tanah Laut: Masih Banyak Orang Meninggalkan Komentar Kasar

Diterbitkan

pada

Webinar “Pentingnya Literasi Digital di Masa Sekarang melalui Zoom Meeting” Kabupaten Tanah Laut, Rabu (15/7/2021). Foto: shintia
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, PELAIHARI – Seiring berkembangnya zaman, terknologi dan komunikasi banyak mengubah cara menjalani keseharian. Terlebih di masa pandemi Covid-19 ini interaksi tatap muka perlu diminimalisir.

Sehingga pemanfaatan teknologi digital menjadi sangat diperlukan. Akan tetapi kemudahan akses teknologi tersebut sejalan dengan meningkatnya tantangan di ruang digital seperti maraknya hoaks, bully, penipuan, dan lainnya.

Guna meningkatkan kecakapan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Siberkreasi, dan Pemkab Tanah Laut mengadakan webinar “Pentingnya Literasi Digital di Masa Sekarang melalui Zoom Meeting” Kabupaten Tanah Laut, Rabu (15/7/2021).

Menurut nara sumber Malik Atmadja membahas tema pahami dan kenali rekam jejak di era digital. Ia menyampaikan, dengan tingginya angka penggunaan media digital tersebut, harus diikuti dengan adanya pemahaman digital skill, ethics, culture, dan safety dalam bermedia.



 

 

Baca juga: SUBHANALLAH. Foto Tuan Guru Pendiri Ponpes Al Falah Tidak Tersentuh Api Saat Kebakaran!

Lebih lanjut, ia menjelaskan, tindakan dasar pengamanan digital meliputi perlindungan identitas digital dan data pribadi.

Jejak digital atau digital footprint adalah tapak data yang tertinggal setelah berselancar di internet, yaitu data yang secara sengaja atau tidak sengaja dibuat dan ditinggalkan oleh penggunanya.

Jejak digital dibedakan menjadi dua yaitu aktif dan pasif, dimana sangat penting untuk dipahami yaitu jejak digital aktif dan pasif. Jejak digital aktif, merupakan data yang secara sengaja ditinggalkan oleh pengguna, misalnya unggahan foto di facebook, memberi like di unggahan instagram, atau pun tinggalan komentar.

“Jejak digital pasif adalah data yang ditinggalkan tanpa disadari oleh pengguna, seperti rekam jejak rute perjalanan saat kita menggunakan Google Maps, atau alamat IP kita yang terekam pada server sewaktu kita sedang mengunjungi suatu laman informasi,” ujar Malik.

Ia mengatakan masih banyak orang meninggalkan komentar kasar atau menyampaikan informasi hoax di ranah online. Masih banyak pula masyarakat yang belum memahami mengenai kerahasiaan data, seperti misalnya data diri KTP dan lain-lain. Padahal jejak digital yang berisi informasi pribadi sangat rawan disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Data tersebut dapat diselewengkan untuk kepentingan pribadi oleh orang lain, yang dapat merugikan si pemilik data.

Jejak digital itu bersifat abadi maka masyarakat dihimbau untuk harus berhati-hati dengan dunia maya. “Mari kita isi konten yang bersifat positif, mari kita perbanyak kebaikan di dunia maya yang sifatnya abadi,” pesannya.

Baca juga: Hari Ini Kasus Positif Covid-19 di Banjarbaru Tambah 86 Orang

Selanjutnya narasumber Ahmad Muzani SAg MPdI adalah seorang tenaga pengajar yang mana dalam webinar tersebut. Ia menjelaskan peran guru tidak akan tergantikan oleh teknologi di era revolusi teknologi 4.0 saat ini, peran pedagogis guru tetap vital dalam pendidikan.

Peran guru dalam proses belajar mengajar tidak bisa tergantikan oleh mesin. Namun, guru wajib beradaptasi dalam ekosistem baru ini dan mendefinisikan ulang perannya ujarnya.

“Teknologi tidak akan bisa menggantikan guru, tapi guru yang tidak menggunakan teknologi akan tergantikan. Karena itu, guru harus senantiasa belajar sepanjang hayatnya karena jika seorang guru berhenti belajar, dia sejatinya sudah berhenti menjadi guru,” tegasnya.

Menurutnya, guru masa kini perlu mendefinisikan ulang perannya antara lain dengan menjadi motivator dan katalisator pengetahuan. Guru harus memberikan motivasi, empati, dan mengeluarkan potensi terbaik peserta didik. Hal Itu, ucapnya, tidak bisa dilakukan mesin.

Guru tidak lagi menjadi satu-satunya sumber pengetahuan. Anak kini bisa mendapat berbagai pengetahuan yang tersebar di dunia maya melalui teknologi digital.

“Perubahan kemajuan teknologi yang berpengaruh ke pendidikan tidak bisa dihindari. Cara anak belajar makin efisien karena sumber belajar kian luas dan terjangkau melalui teknologi digital,” sambungnya.

Maka dari itu webinar literasi digital ini bertujuan untuk masa sekarang ini, sangat penting bagi masyarakat untuk memiliki kecakapan literasi digital. Terlebih, di masa pandemi ini, hampir semua kegitan dialihkan secara daring. Otomotis, hampir semua kalangan masyarakat menggunakan media digital untuk melanjutkan kehidupan.

Baca juga: Sejumlah Bangunan Ludes, Kerugian Kebakaran Ponpes Al Falah Putra Capai Rp 2 Miliar!

Tak terkecuali di bidang pendidikan, ekonomi, dan lainnya. Sayangnya, internet semakin dipenuhi konten berbau berita bohong, ujaran kebencian, dan radikalisme, bahkan praktik-praktik penipuan. Keberadaan konten negatif yang merusak stigma dunia maya saat ini hanya bisa ditangkal dengan membangun kesadaran dari tiap-tiap individu.
Dengan memiliki kecakapan literasi digital, masyarakat dapat memproses berbagai informasi, memahami pesan, dan berkomunikasi efektif dengan orang lain dalam berbagai bentuk.

Dalam hal ini, bentuk yang dimaksud menciptakan, mengkomunikasikan, mengkolaborasi dan bagaimana teknologi harus digunakan agar efektif untuk mencapai tujuan. Termasuk juga kesadaran dan berpikir kritis ketika dalam penggunaan teknologi dalam sehari-hari.

Literasi digital akan menciptakan tatanan masyarakat dengan pola pikir dan pandangan yang kritis maupun kreatif. Mereka tidak akan mudah termakan oleh isu yang provokatif, menjadi korban informasi hoaks, atau korban penipuan yang berbasis digital.

Dengan demikian, kehidupan sosial dan budaya masyarakat pada masa pandemi Covid-19 akan cenderung aman dan kondusif. Gerakan literasi digital akan menciptakan pola pikir kreatif dan kritis seperti kondisi saat ini dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Memberikan edukasi literasi digital kepada masyarakat, hal itu akan membantu masyarakat dalam mencari informasi yang akurat dan mendapatkan bacaan yang berkualitas dalam mengisi waktu di tengah pandemi saat ini. Kemampuan berliterasi sangat berpengaruh dalam kehidupannya. Semakin tinggi kemampuan literasi seseorang, maka akan semakin luas pula wawasan yang dimilikinya. (kanalkalimantan.com/shintia)

Reporter : shintia
Editor : bie


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->