Connect with us

Bisnis

Tidak Ikut Mogok Massal, Driver Gojek: Kami Patuhi Aturan Pemerintah

Diterbitkan

pada

Demo driver ojek online. foto : net

BANJARMASIN, Selama dua hari terakhir, sebagian besar driver ojek online (ojol) Gojek menggelar aksi mogok atau off bid massal, sejak Sabtu (7/9) lalu.

Adalah komunitas Gojek Bensu, yang biasa melayani pemesanan makanan di salah satu warung makan ternama di jalan Sutoyo S, Teluk Dalam, Banjarmasin. Ditemui Kanalkalimantan.com pada Minggu (8/9) siang, M Rizkan salah satu perwakilan komunitas mengakui, dirinya bersama teman-temannya ikut merasakan dampak akibat penyesuaian tarif baru untuk ojol se-Indonesia, yang tertuang pada Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 348 tahun 2019 yang merupakan turunan atas Permenhub 12/2019.

Baca : Protes Pemotongan Insentif, Driver Gojek Kalsel Mogok Narik 2 Hari

Meski demikian, dirinya memilih untuk mematuhi peraturan itu. “Yang bisa kamu lakukan adalah bagaimana bisa bekerja di Gojek dan bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat. Karena kalau Gojek tutup, maka tidak ada driver gojek,” ucap Rizkan.

Banyaknya driver Gojek yang mogok, lantas membuat Rizkan dan kawan-kawannya merasa kewalahan ketika menerima orderan. “Jelas kewalahan, tapi yang namanya profesi ya itulah resikonya. Rata-rata ambilannya jauh,” tambah Rizkan.

Baca : Puluhan Ojek Online ‘Tertipu’ Order Fiktif di Jalan Veteran Banjarmasin

Rizkan dan kawan-kawannya memutuskan untuk menghormati keputusan yang telah ditetapkan, agar customer tidak dirugikan. “Kalau misalnya Gojek tidak ada, kami juga tidak ada pekerjaan. Kami juga antisipasi dengan kawan-kawan kalau terjadi apa-apa, ya namanya juga kebutuhan ekonomi,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, sebagian besar driver Gojek se Kalsel menggelar mogok massal (off bid), sebagai wujud protes atas turunnya bonus insentif yang diberikan, dari Rp80 ribu menjadi Rp45 ribu. (fikri)

Reporter : fikri
Editor : bie

 

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->