Connect with us

Politik

Tak Sejalan, 4 Ketua DPC PKS di Banjarbaru Mundur

Diterbitkan

pada

Empat ketua DPC PKS di Kota Banjarbaru ramai-ramai mengundurkan diri mendekati Pileg 17 April.Foto : rendy

BANJARBARU, Mendekati pesta pemilihan 17 April, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Banjarbaru malah gembos oleh kader sendiri. Merasa tidak dilibatkan dalam pengelolaan dan kebijakan partai, lalu disuruh mundur melalui grub whatsapp lantaran dianggap bertemu ormas lain dalam sebuah acara, empat Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKS se Banjarbaru bersepakat mengundurkan diri dari kepengurusan.

Agung Sidayu, Ketua DPC PKS Cempaka bersama tiga ketua DPC PKS lainnya menggelar jumpa pers di salah satu cafe di Banjarbaru Jum’at (1/ 2) malam. Kepada sejumlah wartawan Agung membacakan surat pernyataan sikap mengatakan, mereka merasa prihatin dan tidak bisa memahami dengan akal pikiran yang lurus terhadap mekanisme dan tata kelola partai yang dijalankan oleh pengurus PKS khususnya di Kalimantan Selatan dan Kota Banjarbaru.

“Kami para ketua DPC PKS se Banjarbaru yang terdiri dari ketua DPC Banjarbaru Utara, Banjarbaru Selatan, Cempaka dan Liang Anggang tidak habis pikir, saat menghadapi pemilu legislatif dan pemilihan presiden yang semakin dekat ini, dimana harus berkonsolidasi dan menghimpun berbagai potensi yang dilakukan justru ada sebaliknya (pemecatan),” jelasnya.

Lebih jauh Agung mengatakan ketidak wajaran tersebut seperti diantaranya pada (5/1) lalu DPW PKS Kalsel telah melakukan pergantian pengurus DPD PKS Kota Banjarbaru tanpa alasan yang jelas yaitu tanpa surat tertulis yang seharusnya disampaikan kepada pengurus yang diganti.

“Tidak ada alasan maupun dasar yang kuat atas pergantian tersebut, padahal sebelumnya pengurus DPW PKS mengetahui bahwa pengurus DPD PKS Kota Banjarbaru periode 2015-2020 telah bekerja dengan baik, sukses menghantarkan PKS lolos verifikasi sebagai sebagai parpol peserta pemilu di Kota Banjarbaru,” ujarnya.

Bukan hanya itu saja Agung mengatakan kepengurusan sebelumnya juga berhasil menjaring dan memenuhi 100 persen kuota CAD PKS Kota Banjarbaru. Dengan komposisi CAD tersebut pihaknya sudah optimis mampu meraih 4 kursi di DPRD Kota Banjarbaru. Bahkan sampai 3 hari sebelum pemecatan, pengurus PKS Banjarbaru tersebut masih menyelesaikan laporan sumbangan dana kampanye ke KPU.

Dan yang membuat mereka lebih heran agi, ketika salah satu seorang pangurus PKS Kota Banjarbaru yang selama ini tidak aktif, baik dari struktur maupun di tim pemenangan bahkan menyebabkan PKS Banjarbaru hampir tidak lolos verifikasi parpol peserta pemilu, justru diangkat sebagai pengurus yang baru menggantikan pengurus lama oleh DPW PKS Kalsel. Menurut Agung hal tersebut tidak masuk dalam logika pengelolaan partai.

Sementara sebagai Ketua DPC yang sah sampai dengan tahun 2021, oleh pengurus yang baru juga tidak dilibatkan secara baik dalam pengelolaan partai sebagai mana mestinya. Ada hal hal strategis yang secara kepegurusan seharusnya dikomunikasikan kepada mereka akan tetapi dikomunikasikan kepada pihak lain, tentunya menurut mereka hal tersebut tidak sesuai dengan garis koordinasi dan garis komando dalam partai.

“Sehubung dengan hal-hal tersebut maka atas kesadaran dan tanpa paksaan dari pihak manapun, dengan ini kami menyatakan mengundurkan diri dari kepengurusan DPC PKS di Banjarbaru. Kami berharap kita semua bisa mengambil pelajaran dari peristiwa ini agar ke depan kita semua menjadi lebih baik lagi,” bebernya.
Tanggapan serupa juga disampaikan Suraji, Ketua DPC PKS Liang Anggang, menurutnya pelantikan yang dianggap tidak wajar pada (5/1) lalu dari DPW PKS Kalsel kepada Ketua DPD yang baru tersebut jelas menyalahi prosedural dan AD ART partai.

“Pasca pelantikan tersebut saya tidak bisa menerima kepengurusan DPD yang baru, karena melanggar prosedur partai yang ada, sehingga saya pribadi juga mengundurkan diri sebagai Ketua DPC PKS dan tentunya saya merasa kecewa,” tegasnya.

Ditambahkan Suraji, setelah surat pengunduran tersebut dilayangkan pihaknya masih akan menunggu respon dari DPD PKS, dan masih belum tahu akan berbuat apa sebelum ada perkembangan selanjutnya. (rendy)

Reporter:Rendy
Editor:Abi Zarrin Al Ghifari

Bagikan berita ini!
  • 78
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    78
    Shares
-->