Kota Banjarmasin
Sungai Martapura ‘Dipadati’ Ilung, Pasukan Turbo Turun Tangan
BANJARMASIN, Sungai Martapura mulai dipadati oleh eceng gondok, atau dalam bahasa Banjar disebut dengan “ilung”.
Informasi yang didapat, ilung telah mengepung Sungai Martapura di bawah Jembatan Sudimampir sejak Rabu (1/1) sore. Sedangkan pada Kamis (2/1) pagi, tumpukan ilung semakin banyak dan menghalangi arus sungai.
Pantauan Kanalkalimantan.com, Kamis (2/1) pagi, puluhan pasukan Turbo tengah berupaya membersihkan ilung yang menumpuk di tengah badan sungai Martapura. Hal ini dilakukan guna memperlancar arus lalu lintas transportasi air yang kerap kali melintas.
“Ilungnya datang dari arah hulu,” kata Zaini, warga sekitar saat ditemui, Kamis (2/1).
Ditambahkannya, awal mulanya tumpukan ilung bermula dari sisi ujung jembatan Sudimampir atau dekat Mitra Plaza. “Setelah itu tertumpuk semua, karena ada bambu-bambu yang ikut mengalir,” tandasnya.
Sementara ditemui di lokasi, Kepala Pasukan Turbo Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Muhammad Syamsudin HS menuturkan, untuk membersihkan tumpukan ilung ini, timnya menerjunkan sedikitnya 57 personel. Menurutnya, tumpukan ilung ini bersifat dadakan, sehingga pihaknya menerjunkan personel dengan jumlah seadanya.
“Setiap tahun juga seperti ini, perkiraan 10 hingga 12 kali, yang tersumbat di Jembatan Pasar Lama maupun Jembatan Sudimampir,” kata Syamsudin.
Tumpukan ilung sendiri, dibersihkan sesegera mungkin, agar aliran Sungai Martapura menjadi lancar dan tidak menghambat arus lalu lintas transportasi air. Diakuinya, volume tumpukan sampah cukup besar, sehingga pihaknya hanya menghanyutkannya ke sisi badan sungai yang tidak terkena tumpukan ilung.
“Tumpukan ini dihanyutkan saja. Karena volume sampah ini benar-benar luar biasa. Terutama ilung maupun bambu-bambu,” jelasnya.
Diperkirakan, pembersihan ilung ini memakan waktu hingga 4 jam. Diakuinya, kendala dalam membersihkan tumpukan ilung ini, lantaran banyaknya tumpukan bambu ditambah ilung yang di luar perkiraan Pasukan Turbo.
Diakuinya pula, Kapal Sapu-sapu tak mampu berdaya menghadapi banyaknya volume tumpukan sampah ini. “Iya, (tumpukan sampah ini) di luar kemampuan kapal Sapu-sapu,” sebutnya.
Tumpukan ilung dan bambu sendiri, diperkirakan berasal dari kabupaten tetangga, seperti Kabupaten Banjar dan Barito Kuala. Bahkan diakui Syamsudin, tumpukan bambu berasal dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) yang ikut hanyut terbawa arus sungai. “Kalau tumpukan bambu ini banyak dari Kandangan yang biasa digunakan untuk lanting,” tandasnya. (fikri)
Editor : Chell
-
HEADLINE3 hari yang lalu“Aksi Reset Indonesia” di DPRD Kalsel, Ditinggal Supian HK Tiga Mahasiswa Luka
-
HEADLINE3 hari yang laluDilarang! Petugas Dapati Rice Cooker dan Pemanas Air dari Koper Jemaah Kloter BDJ 01
-
Kalimantan Selatan2 hari yang laluGubernur Muhidin Lepas Keberangkatan Kloter Pertama Embarkasi Banjarmasin
-
Kalimantan Selatan3 hari yang laluAliansi BEM se Kalsel: MBG Rawan Bocor, Pengawasan Minim
-
HEADLINE18 jam yang laluNobar Film “Pesta Babi” : Perjuangan Masyarakat Papua Melawan Biodiesel
-
PLN UIP3B KALIMANTAN3 hari yang laluAksi Sosial Srikandi PLN UIP3B Kalimantan Hidupkan Semangat Kartini








