Connect with us

Sport

Sport Tourism di Kalsel dari Uncle Hard Enduro 2019

Diterbitkan

pada

Graham Jarvis (kaos biru) bersama Wakil Ketua Panitia Uncle Hard Enduro 2019 Ashadi (depan) cek jalur di sebuah punggung bukit Kiram Park, Kabupaten Banjar, Rabu (13/11/2019). Foto : mc kalsel/fuz

BANJARBARU, Uncle Hard Enduro 2019 di Kiram Park, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, 22-23-24 November 2019 akhir pekan ini, menjadi momen pas promosi sport tourism yang ditawarkan Kalsel ke dunia internasional.

Selain menjadi ajang balap kelas dunia, event ini diharapkan mampu meningkatkan perekonomian Kalsel khususnya di bidang pariwisata.

“Ajang balap motor enduro berskala internasional ini yang pertama kalinya digelar di Indonesia,” ujar Waluyo, Ketua Pelaksana Uncle Hard Enduro 2019 kepada Kanalkalimantan, Selasa (19/11/2019).

Baca : Ada 17 Pebalap Dunia Berkompetisi di Uncle Hard Enduro 2019

Menawarkan konsep wisata olahraga (sport tourism), Uncle Hard Enduro 2019 setidaknya mampu memacu perekonomian daerah melalui olahraga dan pariwisata.

“Kita ketahui, Kalimantan Selatan sangat kaya akan potensi destinasi wisata alam, terutama di kawasan Meratus Geopark,” katanya.

Sport tourism menjadi salah satu cara yang cukup populer untuk mengembangkan destinasi wisata alam suatu wilayah.

Baca : Trek Uncle Hard Enduro 2019 Sangat Istimewa, Ada Cross Up Down Perbukitan, Batu Hingga Sungai

Berdasarkan data United Nation World Tourism Organization (UNWTO), sport toursim memiliki nilai potensi mencapai 600 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp 8,5 triliun per tahun dengan pertumbuhan enam persen.

Pertumbuhan ekonomi di Kalsel kurang lebih sekitar 20 persen dipengaruhi oleh hasil pertambangan batu bara. Nah, hasil bumi ini suatu saat bisa saja habis.

Baca: Kiram Park Siap Sajikan Suguhan Hard Enduro Kelas Dunia

“Maka dari itu, Pemprov Kalsel mendorong transformasi dari sumber daya alam tak terbarukan menjadi sumber daya alam terbarukan,” ujar Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor.

“Sumber daya alam terbarukan ini juga termasuk pertanian dan pariwisata,” sambung Paman Birin.

“Tentu orang datang ke suatu negara pasti tidak hanya untuk ikut balapnya. Mereka juga ingin menikmati pariwisata yang ada di sini (Kalsel),” tutupnya. (bie)

Reporter : Bie
Editor : Kk

 

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->