Connect with us

Kabupaten Banjar

Sistem Drainase Modern, Solusi Langganan Banjir di Kecamatan Martapura

Diterbitkan

pada

Drainase di Martapura perlu diperbaiki untuk mengantisiapsi banjir Foto: rendy

MARTAPURA, Intensitas hujan yang tinggi mulai menyebabkan banjir di sejumlah lokasi. Tak terkecuali di Kabupaten Banjar. Kondisi ini semakin diperparah karena belum tertatanya drainase yang menjadi saluran air saat banjir datang.

Alhasil, hujan lebat yang terjadi kerab menyebabkan banjir di kawasan Jalan Sekumpul, Kecamatan Martapura. Ini dipicu drainase Sekumpul dan Tanjung Rema Darat yang terkoneksi namun kurang maksimal menampung air hujan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Banjar, M Hilman menjelaskan, sudah beberapa kali menggelar diskusi dengan masyarakat Sekumpul dan Tanjung Rema Darat untuk mendapat masukan dan keinginan warga dalam penataan sistem jaringan drainase kota.

“Memang untuk membenahi jaringan drainase di Sekumpul yang terkoneksi di Tanjung Rema Darat, butuh dukungan semua pihak. Bukan hanya kami sebagai instansi teknis, pihak kecamatan, kelurahan dan warga yang turut berpartisipasi,” ujarnya.

Hilman mengatakan, genangan air tersebut datang dari daerah Sekumpul Raya dan Sungai Ulin yang memiliki kontur lebih tinggi 30 meter dari jalan yang ada di sekumpul. Ditambah lagi saat ini jalan Sekumpul hanya memiliki 2 saluran pembuangan air yang mengalir menuju irigasi Sungai Paring dan pintu air kawasan Tanjung Rema Darat.

Sebagai solusi untuk mengantisipasi genangan air tersebut pihaknya akan membuatkan saluran drainase modern dengan menggandeng konsultan asal Australia, Shane Elton. Dengan memanfaatkan ruang yang ada.

“Sistem drainase modern ini disinyalir dapat menampung dan menyalurkan air sebanyak-banyaknya untuk nantinya dibuang ke saluran drainase, namun syaratnya harus memanfaatkan ruang koefisien ruang yang ada salah satunya dengan membuat sumur resapan air,” jelasnya.

Desain sebuah sistem drainase yang menggunakan pipa yang ditanam langsung di bawah tanah juga akan dibuat. Sehingga mampu mengalirkan air dalam jumlah yang besar, sekaligus mempu menjaga kualitas air bersih dan air limbah rumah tangga memingat pipa yang nantinya disediakan bersifat khusus.

“Selain itu kita juga akan membuatkan beberapa saluran air dibawah tanah, yang khusus untuk air limbah rumah tangga dan air hujan sehingga kedua air itu tidak tercampur seperti sekarang,” ujar Hilman.

Sebagai syarat terwujudnya pembuatan saluran tersebut, Hilman mengatakan ada beberapa hal yang harus terpenuhi. Seperti memerlukan lebar jalan minimal 13 meter dan sudah termasuk sisi jalan dengan tambahan 2.5 meter yang nantinya akan ditanamkan beberapa saluran untuk pembuangan air.

“Memang ada beberapa persyaratan yang harus kita lakukan, seperti menambah pelebaran jalan yang pastinya akan melakukan pembebasan lahan, namun kita optimis di tahun 2020 mendatang pengerjaan fisik sudah dapat dilakukan,” harapnya.

Rencananya untuk tahap awal pihaknya akan membangun pada saluran pembuangan pada bagian hilirnya terlebih dahulu seperti 2 saluran pembuangan air yang mengalir menuju irigasi Sungai Paring dan Pintu Air kawasan Tanjung Rema Darat.

Sementara adapun untuk tahapan perencanaan sudah dimasukkan dalam APBD Kabupaten Banjar tahun anggaran 2019. Ia berharap agar warga turut mendukung perencanaan hingga nanti dilakukan pembangunan fisik jaringan drainase kota. (rendy)

Reporter:Rendy
Editor:Cell

Bagikan berita ini!
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    1
    Share
-->