Connect with us

Pemerintahan

Simpan Arsip Tak Sembarangan, Kenapa Perlu Depo Arsip Baru

Diterbitkan

pada

Salah satu cara menyimpan arsip penting. Foto : net

BANJARBARU, Ruang penyimpanan kearsipan tidak lagi memadai dan kurang representatif, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalsel dalam waktu segera punya depo arsip baru berstandar nasional. Ya, penyimpanan arsip tak bisa sembarangan, ada standar baku penyimpanan arsip dalam sebuah depo arsip. Salah satunya, berkas tak boleh tertumpuk, ruang sisi yang sesak, bangunan yang bocor adalah kondisi depo arsip yang dimiliki Dispersip Kalsel di lingkungan Balaikota Banjarbaru.

Menyikapi kondisi itu, Dispersip Kalsel sudah membangun depo arsip baru yang lebih representatif dan aman, sebagai tempat penyimpanan arsip daerah.

Seperti diketahui, mulai tahun 2018 pembangunan depo arsip sudah dimulai di Jalan Dharma Praja 2 komplek perkantoran Gubernur Kalsel. Depo arsip itu nantinya akan menggantikan depo arsip lama yang berada di tengah lingkungan Balaikota Banjarbaru, Jalan Panglima Batur.

Kadispersip Kalsel Hj Nurliani Dardie mengatakan, saat ini pengerjaan bangunan dasar dan rangka atap terus dikejar, dan untuk tahun 2019 perencanaan pembangunan sudah dilakukan.

“Pembangunan depo arsip baru sudah berjalan, semoga dalam minggu ini dapat selesai,” ujar Nurliani Dardie.

Sekadar diketahui, pembanguan depo arsip baru dalam tahap awal, akan dilanjutkan tahap kedua. Depo arsip baru nanti lebih representatif dan dapat menyimpan semua arsip dengan rapi, aman, dan mudah diakses.

“Dengan fasilitas depo arsip baru nanti,  penyimpanan dipastikan lebih aman, lebih terjaga. Sehingga kearsipan daerah bisa tersimpan dengan baik,” jelas bunda Nunung -biasa ia akrab disapa-.

Depo arsip baru upaya Pemprov Kalsel meningkatkan tata kelola kearsipan yang baik, sesuai dengan apa yang diinginkan Gubernur Kalsel.

Saat ini progress pengerjaan depo arsip sudah mencapai 60 persen. Sudah terlihat struktur bangunan bagian dalam dan luar, menyusul pengerjaan tahap akhir, hingga selesai sebelum tutup buku 2018.

“Kami optimis pembangunan tahap pertama selesai sesuai dengan target kontrak, dan kelanjutan tahap kedua nanti untuk penunjang fasilitas bangunan,” ucapnya yakin.

Pembangunan depo arsip bernila Rp 8,64 miliar yang bersumber dari APBD Kalsel, pekerjaan dilakukan sejak bulan Agustus selama 149 hari kerja. Bangunan depo arsip berdiri di lahan seluas 12.193 meter persegi. (bie)

Reporter : Bie
Editor : Abi Zarrin Al Ghifari

Bagikan berita ini!