Connect with us

HEADLINE

Sepucuk Surat Curhat Siswi di HSU Ini Bikin Iba

Kadisdik HSU : Kami Siap Bantu Anak Itu Tetap Sekolah

Bagikan berita ini!
  • 3
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    3
    Shares

Diterbitkan

pada

Isi surat yang ditulis Siti Rohimah kepada sang guru, merasa tak mampu lagi sekolah karena hanya mengandalkan seorang ibu. Foto : dewahyudi

AMUNTAI, Namanya, Siti Rohima, pelajar kelas 8 MTs Nurul Hidayah Kecamatan Danau Panggang, Kabupaten Hulu Sungai Utara, menulis sepucuk surat yang ditujukan kepada sang guru membuat siapapun yang membacanya merasa iba dan sedih.

Lantaran, Siti Rohima menuliskan curhatan isi hatinya yang tak bisa lagi melanjutkan sekolah itulah membuat jagat media sosial di Kabupaten HSU ramai.

Dalam isi suratnya, Siti Rohima tidak mau membebani ibunya yang menjadi tulang punggung keluarga satu-satunya dan rela menyatakan hendak berhenti dari sekolah tempatnya belajar.
Entah siapa yang pertama kali meng-uploud foto surat isi curhatan Siti Rohima ke medsos, kontan saja tulisan sepucuk surat itu membuat heboh warganet, terutama di Kabupaten HSU.

Setelah sempat dibuat heboh dalam beberapa hari terakhir, atas beredarnya foto sepucuk surat di media sosial yang menyatakan seorang anak tidak mampu lagi melanjutkan sekolah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten HSU H Rahmat langsung angkat bicara soal permasalahan tersebut.
Kepada Kanalkalimantan Sabtu (23/2) pagi, Rahmat mengungkapkan, sampai saat ini pihaknya menunggu koordinasi dengar Kantor Kementrian Agama (Kankemenag) Kabupaten HSU agar permasalahan ini dapat diselesaikan.
Karena, menurutnya permasalahan ini tidak sepenuhnya milik Disdik HSU akan tetapi juga menjadi masalah bersama. Pasalnya pelajar tersebut bersekolah di bawah naungan Kemenag, sehingga perlu koordinasi dengan pihak Kantor Kemenag HSU.
Ia memberitahukan, pihak kepala sekolah dimana pelajar itu menempuh pendidikan bersama aparat desa setempat sudah melakukan pendekatan dengan mendatangi rumah Siti Rohima pada Jum’at malam. “Tinggal menunggu perkembangan selanjutnya,” ujar H Rahmat.
Selain berkoordinasi dengan Kankemenag HSU, Disdik juga berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) HSU untuk memastikan tidak adanya permasalahan lain yang menyebabkan Siti Rohima tersebut berhenti sekolah kedepannya.

“Kami siap melakukan langkah membantu anak itu agar tetap dapat melanjutkan sekolah,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala DPPPA HSU Hj Gusti Iskandariah saat dihubungi mengungkapkan, setelah ditindak lanjuti permasalahan pelajar yang bersangkutan sudah mau diajak kembali ke sekolah.
Ia membantah, permasalahan ini dikarenakan siswi yang bersangkutan sudah berhenti sekolah atau tidak bersekolah sama sekali, akan tetapi akibat suratnya yang sempat viral di media sosial karena berisi tentang keinginannya untuk berhenti sekolah apabila membebani ibunya. Anak tersebut mengaku kesulitan ekonomi yang diderita setelah ayahnya baru saja meninggal dunia.
Oleh karena itu ia menyayangkan, atas tindakan gurunya yang langsung memakai media sosial memberitahukan permasalahan muridnya tersebut, sehingga surat ini menjadi viral di media sosial.
Padahal menurutnya, seharusnya gurunya tersebut dapat mengatasi hal ini dengan terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan kepala sekolah dan guru-guru yang lain. “Begitu juga dengan Kepala Desa Teluk Mesjid tempat tinggal (Siti Rohima) sehingga dapat mengambil langkah untuk dapat membantunya,” tutur Gusti
Diakuinya, karena baru ditinggal orang tuanya (ayah) itulah yang mungkin menyebabkan keluarga siswi tersebut belum terdaftar sebagai keluarga PKH.
Sampai saat ini, pihaknya melakukan koordinasi dengan kecamatan agar dapat memantau langsung kondisi siswi yang bersangkutan. “Memastikannya kembali lagi meneruskan sekolah, dan terdaftar sebagai keluarga PKH,” terang Gusti.
Pihaknya juga melakukan pemantauan apabila ada penyebab siswi bersangkutan ingin berhenti bersekolah karena masalah lain, seperti adanya tekanan atau kekerasan selain masalah ekonomi, “Kalau hal tersebut kemungkinan terjadi, tidak perlu menunggu koordinasi dari pihak lainnya, DPPPA HSU siap melakukan pendampingan secara langsung,” tegas Gusti.
Selain itu, apabila siswi tersebut dapat melanjutkan sekolah nantinya pihaknya akan mendorong Disdik, Kemenang, BAZNAS untuk menerima beasiswa. Maupun bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dari Dinas Sosial. “Asal sudah mau melanjutkan sekolah, dibantu semua pihak masalahnya akan beres,” pungkasnya. (dew)

Reporter:Dew
Editor:Abi Zarrin Al Ghifari

Bagikan berita ini!
  • 3
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    3
    Shares
Advertisement