Connect with us

Hukum

Sekda : Badut Jalanan Sama Dengan Pengemis, Satpol PP Banjarbaru Sebut Penjual Jasa

Diterbitkan

pada

BADUT KARAKTER, Kehadiran badut jalanan karakter kartun dianggap mulai menggangu ketertiban umum di Banjarbaru. Foto : istimewa

BANJARBARU, Badut jalanan karakter animasi kartun favorit anak-anak seperti naruto, doraemon, boboiboy, mickey mouse, ipin upin dan lainnya di wilayah Banjarbaru mulai menjamur. Setidaknya terpantau sudah ada empat titik tempat badut jalanan karakter kartun itu mangkal, di depan kampus ULM, Jalan Komet, Taman Air Mancur dan di depan Museum Lambung Mangkurat.

Jengkel dengan semakin menjamurnya badut jalanan karakter kartu, Sekdako Banjarbaru H Said Abdullah meminta kepada instansi terkait untuk melakukan penertiban.

“Satpol PP dan Dinsos perlu menertibkan mereka,” kata Said Abdullah.

Sekdako Banjarbaru menganggap badut jalanan karakter kartun itu sama saja dengan pengemis. Hanya saja mereka menutupi kedoknya dengan cara mengenakan kostum badut.



Mereka biasanya sudah ada dari sore hingga tengah malam. Meski mereka tidak memelas kasihan dari warga, hanya dengan bermodal kostum badut karakter dan speaker music mereka berkeliling kota Banjarbaru mencari keramaian penduduk, mengajak warga untuk berselfie dan memberikan uang secara sukarela.

“Mereka sama dengan pengemis, mangkal di pinggir jalan dan menerima uang dari para pengguna jalan. Kalau dibiarkan menjadi masalah di kota Banjarbaru,” ujarnya.

Menurut Said Abdullah, Kota Idaman harus bebas dari pengemis. Karena kalau dibiarkan, jumlahnya akan terus bertambah. Maka dari itu, dia ingin instansi terkait menindak mereka.

“Tangkap para pengemis dan kembalikan ke asalnya,” pintanya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Banjarbaru Marhain Rahman melalui PPNS Yanto Hidayat mengaku, masih mempelajari status badut jalanan karakter kartun itu. “Mereka belum bisa disebut pengemis, karena ada jasa yang dijual,” katanya.

Jasa yang dijual para badut ialah mengajak berfoto masyarakat yang memberi mereka uang. “Mereka juga tidak mengganggu, jadi kita pelajari dulu apa dasar untuk menertibkan mereka,” pungkasnya.(devi)

Reporter: devi
Editor: Abi Zarrin Al Ghifari


iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->