Rumah Sakit Hancur, Pelayanan Pasien Dilaksanakan di Tenda Darurat - Kanal Kalimantan
Connect with us

ACT KALSEL

Rumah Sakit Hancur, Pelayanan Pasien Dilaksanakan di Tenda Darurat

Berkaca dari Upaya Lombok Bangkit Pasca Gempa (6)

Bagikan berita ini!
  • 3
    Shares

Diterbitkan

pada

Kondisi RSUD Tanjung yang hancur usai terkena gempa Foto : desi

Pagi jelang siang di perjalanan pertama saya melihat kondisi terkini pasca gempa Lombok atas inisiasi dari Aksi Cepat Tanggap (ACT), hati ini terasa miris. Sepanjang jalur Senggigi sebelah kiri jalan panorama indah pantai biru yang elok sekaligus lekuk kelok pegunungan begitu mempesona. Perkebunan kelapa sepanjang jalan, kapal nelayan yang berlabuh, me-raksasanya pohon bidara yang mulai kuncup menandakan sebentar lagi musim berganti. Jika saja perjalanan ini sebelum gempa pasti ditambah dengan indah dan bersahajanya warga Lombok menyambut wisatawan diareal pemukiman mereka.

Laut memang masih biru, pohon kelapa masih berbaris rapi, pohon bidara di pinggir jalur jalan raya siap berbuah tak lama lagi. Hanya saja… sepanjang pemukiman penduduk hampir semuanya rata dengan tanah.

Pertanyaan besar ku dan bisa saja pertanyaan pembaca yang sudah mengikuti tulisan ini hingga tulisan ke enam adalah bagaimana pelayanan kesehatan bagi warga pasca gempa terjadi? Setelah rumah sakit dan banyak puskesmas tak bisa digunakan lagi?

Saat gempa itu terjadi, Lombok Utara merupakan daerah terparah. Hampir seluruh kecamatan yang ada di Lombok Utara rata dengan tanah. Termasuk Tanjung, yang merupakan salah satu kecamatan yang juga merupakan ibu kota di Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang dimiliki ibu kota kabupaten ini ada di jalan Raya Tioq Tata Tunaq Tanjung, Lombok Utara – NTB dengan nama RSUD Tanjung salah satu yang terkena dampaknya. Ngilu hati ku melihat tenda-tenda yang berjajar dihalaman depan dan melebar ke sisi kiri rumah sakit. Ruang poli, ICU, NICU, Rawat Inap, IGD, kantor Admin dan humas juga berada di tenda. Hanya ruang operasi yang melayani bedah umum, beda mata dan bedah caesar yang dilakukan didalam bangunan konteiner yang sudah dimodifikasi.

Perjalanan panjang sejak ditetapkan site plan tahun 2009 hingga akhirnya tahun 2014 RSUD Tanjung sudah mulai melakukan operasi untuk pasien kebidanan yakni tindakan SC (Sectio Caesaria) dan tindakan penangan kesehatan lain yang setara dengan RSUD kota kabupaten. Tahun 2013 RSUD Tanjung resmi menempati gedung baru yang sebelumnya mengalami pemugaran akibat hantaman gempa 5,4 SR pada 22 Juni 2013. Tuhan berka lain di tempat yang sama dengan bangunan yang masih terbilang baru dan layak kembali menyentuh bumi karena goncangan gempa.



“Hari itu 5 Agustus karena hari minggu jadi tidak ada pelayanan di Poli, hanya ada pasien rawat inap berjumlah 30 orang pasien yang kesemuanya Alhamdulillah bisa di evakuasi, ” kata Pipit, Humas RSUD Tanjung.

Saat itu, petugas non medis ada 4 orang satu admin, satu kasir dan dua orang humas sementara ada 16 orang paramedis dan petugas medis yang bertugas. Tak lama setelah gempa korban makin banyak berdatangan karena hanya RSUD inilah yang paling dekat sementara seluruh puskemas lumpuh. Jalur untuk keluar Lombok Utara juga masih tertutup.

“Seluruh teman-teman di sini medis maupun non medis semuanya juga memiliki keluarga yang menjadi korban gempa. Tapi tidak lagi kami fikirkan, hanya satu bagaimana menangani pasien secepatnya, sebisanya dengan perlatan seadaanya,” cerita Pipit antusias.

Hingga sekarang masih ada beberapa alat rumah sakit yang masih belum bisa dikeluarkan dari bangunan yang hancur. Beberapa yang bisa digunakan dan telah di kalibrasi saat ini digunakan menangani pasien di tenda-tenda. “Hari pertama dan hari kedua RSUD menangani pasien hingga 260 pasien, suasananya menegangkan karena ada issue tsunami pasien panik, kami pun panik tapi kami semua berusaha tetap sabar. Saya juga sampai ikut mengobati pasien dengan luka ringan. Terimakasih kami untuk para relawan yang hadir dan para dokter dari IDAI jika tidak entah bagaimana pasien hari itu,” katanya.

“Kalau perasaan ya…inginnya segera pindah. Karena sangat tidak nyaman dengan kondisi seperti ini. Mohon doa biar semuanya segera teratasi sehingga kami juga bisa menangani pasien dengan lebih layak,” jelas dokter Nova Budiayanto dengan spesialisasi sebagai ahli gigi yang menjabat sebagai kepala bidang operasional RSUD Tanjung.

Awal November, RSUD Tanjung akan menempati rumah sakit sementara yang sedang dibangun bersebelahan dengan terminal dan pasar Tanjung. Entah kapan atau dimana RSUD Tanjung menempati bangunan permanennya kelak. Menempati bangunan sementara lebih baik dibanding tetap berada didalam tenda yang panas dan sempit.

Untuk membantu saudara kita di Lombok, dapat kita bantu wujudkan dengan terus berdonasi pada rekening kemanusian Kanalkalimantan Peduli bersama ACT BNI Syariah 8660 2910 1806 0001 atau kontak di nomor telephone dan wa 0821 5697 5597. (Desy)

Reporter : Desy
Editor : Chell

Bagikan berita ini!
  • 3
    Shares
Advertisement

Headline

Trending Selama Sepekan