Connect with us

Bisnis

Rumah Kreatif BUMN Bantu Pemasaran Online Produk UMKM di HSU

Diterbitkan

pada

Rumah Kreatif BUMN (RKB) hadir di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Foto : dewahyudi

AMUNTAI, Rumah Kreatif BUMN (RKB) hadir di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) sejak Agustus 2017 membantu pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Membuka peluang pemasaran yang lebih luas melalui promosi dan pemasaran online, lantaran masih banyaknya UMKM yang belum mengerti mengenai teknis cara pemesanan online tersebut, perlu dilakukan upaya pelatihan mengenai pemanfaatan pemasaran berbasis online.
Hal tersebut diungkapkan Koordinator RKB HSU Paksi Noorlesmana Putera, kepada Kanalkalimantan.com, Selasa (25/12).
Selama ini RKB HSU membantu pelatihan dan konsultasi tentang pengembangan usaha terutama pengembangan usaha secara online, meski tidak semuanya bisa melakukan pemanfaatan usaha online.
“UMKM yang tergabung di RKB dapat mengakses pasar global melalui situs belanja online Blanja.com, kita bantu UMKM yang belum bisa mengakses pasar online tersebut,” terang Paksi.
Paksi menambahkan, RKB HSU tidak hanya membantu pelatihan dan pemasaran online, juga membantu UMKM anggota RKB agar mudah mengakses permodalan dari perbankan.

RKB HSU didirikan sebagai sebagai upaya pemberdayaan ekonomi kerakyatan, khususnya bagi pelaku UMKM, bahkan masyarakat yang bergerak di bidang ini bisa leluasa menggunakan sarana ruang pertemuan di RKB untuk keperluan rapat anggota dan lainnya.

Rumah Kreatif BUMN HSU menyediakan zona registrasi, zona display, zona konsultasi dan zona pelatihan, sehingga bagi UMKM yang terdaftar dapat dengan mudah menggunakan fasilitas yg ada di RKB untuk keperluan seperti rapat, zona untuk memfoto produk dan lainnya. RKB HSU adalah hasil kerja sama Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan BUMN-BUMN. Bank Rakyat Indonesia (BRI) salah satu BUMN yang dipercaya mengelola RKB di Kabupaten HSU. RKB HSU selama ini juga banyak dibantu Disperindagkop dan UMKM HSU terutama data UMKM.
Ada 1300 lebih UMKM di Kabupaten HSU, namun hanya sekitar 147 UMKM yang telah menggunakan pemanfaatan pasar berbasis online. “Sehingga perlu dilakukan pelatihan kepada kelompok-kelompok UMKM tersebut nantinya,” imbuh Paksi.

“Dengan puluhan usaha UMKM yang telah bergabung dan beberapa diantaranya mulai aktif memasarkan dan mempromosikan produknya melalui online, tahun 2019 dirinya berharap melalui pelatihan kedepan usaha UMKM semakin pesat pemasarannya,” tandasnya. (dew)

Reporter:Dew
Editor:Abi Zarrin Al Ghifari

Bagikan berita ini!
  • 1
    Share