Connect with us

HEADLINE

Relokasi Pasar Bauntung Tak Lancar, Aktivitas di Pasar yang Lama Segera Ditutup!

Diterbitkan

pada

Soft opening Pasar Bauntung Banjarbaru pada 16 Februari 2021 lalu. Foto: Rico
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Proses relokasi pedagang dari pasar lama ke Pasar Bauntung baru di jalan RO Ulin, Kecamatan Banjarbaru Selatan, tak sepenuhnya berjalan lancar. Masalah pemindahan mulai muncul belakangan. Kondisi ini setidaknya terungkap dalam rapat pembahasan yang digelar di Balai Kota Banjarbaru, Selasa (23/2/2021) siang.

Rapat dipimpin Plh Wali Kota Banjarbaru Said Abdullah dengan melibatkan seluruh unsur Forkopimda, baik itu Dandim 1006, Kapolres Banjarbaru, Kepala Kejaksaan Negeri Banjarbaru dan Ketua Pengadilan Negeri Banjarbaru beserta Kepala SKPD terkait.

Kepala Dinas Perdagangan Banjarbaru, Abdul Basid mengakui menemukan beberapa kendala di lapangan saat proses membantu pemindahan barang jualan para pedagang di lokasi pasar yang lama. Salah satunya ialah menjamurnya para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang akhirnya menutupi akses jalan untuk masuk mobil ke eks pasar Bauntung di jalan A Yani Km 34.

“Sehingga itu memperlambat pengangkutan barang para pedagang ke pasar yang baru. Kami harus menunggu siang dulu baru bisa masuk dan melanjutkan pengangkutan barang-barang para pedagang,” aku Abdul Basid.



Plh Wali Kota Banjarbaru Said Abdullah memimpin rapat khusus pemindahan pedagang Pasar Bauntung, Selasa (23/2/2021). Foto: Rico

Permasalahan ini langsung mendapatkan respon dari Kapolres Banjarbaru AKBP Doni Hadi Santoso. Dalam hal ini, ia menyarankan untuk menambah armada mobil pengangkut barang jualan pedagang demi mempercepat proses pemindahan atau relokasi tahap kedua Pasar Bauntung.

“Kalau siang baru bisa dimulai pemindahannya, saya sarankan ditambah armada mobilnya. Gunakan mobil-mobil sewa dan tentukan jumlah barang yang diangkut per mobilnya,” kata Kapolres Banjarbaru.

Sebagaimana diketahui, pada 16 Februari 2021, Pasar Bauntung telah diresmikan operasional sekaligus dibuka untuk umum. Bersamaan dengan relokasi tahap pertama, terhadap 200 pedagang yang kini telah aktif berjualan di lokasi pasar baru tersebut.

Upaya mempercepat tuntasnya proses relokasi pedagang, tentu menjadi prioritas utama yang pada pekan ini telah memasuki relokasi tahap kedua. Apalagi, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru sudah mengambil ancang-ancang menutup kawasan pasar Bauntung lama.

Hal itu turut dipertegas Dandim 1006/Martapura, Letkol Inf Imam Muchtarom, pihaknya siap membantu dalam melakukan upaya penutupan pasar lama. “Jalan akses ke pasar lama ditutup kecuali untuk orang yang bermukim di sana. Pasar lama saya menyarankan untuk menutup dengan segera agar tidak ada pembeli dan penjual di sana,” bebernya.

Tak sampai disitu, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Banjarbaru, Andri Irawan malah mengusulkan untuk segera memutus akses saluran listrik dan air. Sehingga, aktivitas di pasar lama akan berhenti. “Saya menyarankan agar memutuskan listrik dan air di lokasi pasar yang lama tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, anggota DPRD Kota Banjarbaru Syamsuri mewanti-wanti akan adanya aksi penolakan para pedagang. Mengingat masih ada para pedagang yang tidak diikutsertakan dalam rencana relokasi ini.

“Kita juga harus memikirkan para pedagang pasar subuh, karena mereka kemungkinan akan melakukan demo jika mereka tidak ada tempat saat di relokasi. Lebih baik disiapkan tempat para pedagang pasar subuh ini nantinya,” lugasnya. (kanalkalimantan.com/rico)

 

Reporter : Rico
Editor : Bie

 

 

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->