Connect with us

HEADLINE

PT Angkasa Pura Kejar Keterlambatan Proyek Bandara Syamsudin Noor


Terbebasnya lahan termasuk areal lapangan tembak yang sebelumnya masih bermasalah diharapkan tidak sampai mengganggu pengerjaan fisik yang ditarget mencapai 24 persen hingga akhir Januari


Diterbitkan

pada

Proyek pembangunan bandara syamsudin Noor terus dikebut untuk bisa rampung tahun 2018 ini. Foto: net

BANJARBARU, General Manager PT Angkasa Pura I Bandar Udara Syamsudin Noor Banjarmasin, Wahyudi mengakui adanya keterlambatan progres kemajuan fisik pembangunan bandara sebesar 5 % dari target yang direncanakan. Hal ini sehubungan beberapa kendala, utamanya menyangkut pembebasan lahan.

“Kemajuan fisik proyek terlambat lima persen dari seharusnya bisa tercapai 22 persen tetapi hanya terealisasi 17 persen hingga pertengahan Januari 2018,” ujar Wahyudi, saat menggelar jumpa pers di kawasan bandara.

Namun demikian, dia mengatakan keterlambatan kemajuan fisik itu tidak menghambat penyelesaian pembangunan dalam rangka pengembangan bandara. Menurut Wahyudi, pembangunan fisik yang dilaksanakan sejak pertengahan 2017 merupakan proyek paket 2 yang meliputi infrastruktur, bangunan penunjang dan perluasan apron (tempat parkir pesawat).

“Harapan kami, pembangunan proyek paket 2 sebesar Rp 683,2 miliar itu tidak menghambat pekerjaan keseluruhan sehingga pembangunan selesai akhir 2018,” ucapnya.



Di sisi lain, pimpinan Proyek Pengembangan Bandara Taochid P Hadi mengatakan, keterlambatan pengerjaan fisik sebesar lima persen karena lahan yang diduduki orang dan faktor cuaca.

“Keterlambatan akibat kondisi lahan yang diduduki orang mencapai 4 persen karena pekerjaan tidak bisa dilakukan di area sekitarnya, sedangkan faktor cuaca berpengaruh 1 persen,” ujarnya.

Dikatakan, terbebasnya lahan termasuk areal lapangan tembak yang sebelumnya masih bermasalah diharapkan tidak sampai mengganggu pengerjaan fisik yang ditarget mencapai 24 persen hingga akhir Januari. “Kami berupaya mengejar keterlambatan pengerjaan itu, meski pun diperkirakan tidak bisa mencapai 24 persen, paling tidak kemajuannya mencapai 20 persen hingga akhir Januari,” katanya.


Laman: 1 2

iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->