HEADLINE
Proyek Jalan Senilai Rp 1,5 Miliar Longsor Sebelum Diserahterimakan
MARTAPURA, Paska longsornya cor beton di Jalan Desa Dalam Pagar RT 1, Kecamatan Martapura Timur sepanjang 80 meter pada Rabu (19/9) malam, Dinas PUPR Provinsi dan Dinas PUPR Kabupaten Banjar langsung tinjau dan mendatangi lokasi kejadian.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Provinsi Kalsel M Makmur, yang didampingi Konsultan Pengawas PT Winaya, Gawit Hidayat mengatakan, proyek tersebut rampung pada akhir tahun 2017 dengan menggunakan dana APBD Perubahan dengan nilai kontrak Rp 1,5 miliar. Dan kemarin, tiba-tiba mengalami mengalami kelongsoran.
“Adapun penyebabnya kita masih belum bisa memastikan dan mengetahuinya. Namun sesegeranya kita akan menurunkan tim independen. Apa yang menyebabkan longsornya jalan ini, nanti dari tim itu akan merekomendasikan ke kita langkah-langkah penyelesaiannya, mudah-mudahan masalah ini bisa cepat teratasi†jelasnya.
Dikatakan Makmur, proyek jalan yang mempunyai panjang 400 meter ini sebenarnya adalah proyek yang dikerjakan oleh pihak PUPR Kabupaten Banjar sekitar empat atau lima tahun lalu. Kemudian diteruskan penyempurnaannya oleh pihak Provinsi pada akhir tahun 2017. Sedangkan proyek jalan yang amblas ini masih dalam masa pemeliharaan selama satu tahun dan akan ada serahterima di Desember tahun 2018.
Ditanya apakah ada langkah penanganan sementara yang dilakukan oleh pihak Provinsi, Makmur tidak bisa memastikan. Mengingat harus ada dahulu hasil investigasi supaya bisa diwacanakan penanganan dan langkah ke depannya.
“Kita masih tidak bisa memutuskan langkah apa yang harus diambil, mengingat masih tidak tahu penyebebnya. Nantinya kita akan bentuk tim independennya dulu untuk menyelidiki penyebab longsor dan cara-cara penangangannya,†pungkasnya.
Masih di tempat yang sama, jalan longsor yang nyaris meruntuhkan teras rumah warga tersebut, tentunya membuat khawatir. Fahruddin misalnya, ia sempat menceritakan waktu kejadian dirinya sedang berada di rumah dan mendengar suara pergeseran jalan yang bergitu keras sehingga langsung berlarian keluar rumah.
“Waktu itu saya berada di dalam rumah, ketika mendengar suara yang sangat nyaring itu, saya kaget dan sepontan memutuskan untuk keluar rumah dan ternyata jalan sudah ambruk,†ujarnya
Ditambahkan Fahruddin, sebelum jalan tersebut ambruk sebenarnya sudah ada tanda-tandanya seperti ada lengkungan yang terjadi sejak kurang lebih satu minggu. Ambruknya jalan tersebut juga terjadi tidak langsung sekaligus. Tapi sedikit demi sedikit sehingga sebelumnya, ia bersama warga terus berjaga-jaga hingga larut malam.
“Sebelumnya memang ada tanda-tanda keambrukan jalan ini, seperti adanya jalan yang melengkung sejak satu minggu yang lalu, kami berharap agar jalan ini secepatnya diperbaiki oleh pihak terkait,†pungkasnya. (rendy)
Editor : Chell
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara2 hari yang laluAbsensi Digital SITELADAN Mulai Diterapkan, 536 Guru Non ASN di HSU Gunakan Sistem Biometrik
-
Kalimantan Selatan1 hari yang laluTPP ASN Pemprov Kalsel Naik 26 hingga 98 Persen
-
Hukum2 hari yang laluDirjenpas Mashudi Mundur Buntut Hunian Mewah di Lapas Cibinong
-
Kota Banjarbaru2 hari yang laluWali Kota Lisa Halaby: Ketersedian “Piring Makan” Harus Terjaga
-
HEADLINE2 hari yang laluNakhoda Kapal Virgo Transport 8 Jadi Tersangka, Ditahan di Polda Kalsel
-
Kabupaten Kapuas2 hari yang laluPencanangan Kamis Hanjak Berbudaya di SMPN 2 Pulau Petak




