HEADLINE
Perjalanan Dinas Dipangkas, Pemko Banjarbaru Alihkan Rp 14 M ke Vaksinasi dan Insentif Nakes
KANAKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Dana Alokasi Umum (DAU) tahun 2021 Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru harus kembali dipangkas. Menyusul pemerintah pusat mengumumkan adanya refocusing anggaran demi menyukseskan program vaksinasi Covid-19.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Banjarbaru, Jainnudin, menuturkan bahwa kebijakan pemerintah pusat memutuskan adanya refocusing anggaran sebesar 8 persen dari total DAU tahun 2021.
“DAU kita tahun ini sebesar 425 miliar rupiah. Dengan adanya kebijakan pusat yakni refocusing sebesar 8 persen, artinya DAU kita dipotong sebesar 14 miliar rupiah,” kata Jainudin, saat ditemui, Kanalkalimantan.com, Kamis (18/2/2021) sore.
Dana Rp 14 miliar hasil refocusing itu, kata Jai -sapaan akrabnya, selanjutnya akan digunakan untuk mendukung kegiatan vaksinasi Covid-19. Termasuk, katanya, dipergunakan untuk memberi insentif para tenaga kesehatan (nakes) di Banjarbaru.
“Refocusing ini mulai berlaku pada awal April dan akan langsung dipantau Kementrian Keuangan. Dana refocusing untuk dukungan kegiatan vaksinasi di Banjarbaru. Saya tegaskan bukan untuk pengadaan vaksin, melainkan operasional vaksinasi, seperti monitoring, sosialisasi, pengamanan, pendistribusian, sarana dan prasarana, serta pemberian insentif nakes,” bebernya.
Meskipun telah disiapkan anggaran Rp 14 miliar, hingga kini Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru belum menentukan biaya yang akan digunakan untuk operasional vaksinasi dan pemberian insentif para nakes. Sebab, dalam tahap ini masih menunggu usulan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarbaru.
“Memang kita sudah memiliki dana 14 miliar untuk mendukung vaksinasi. Tapi dana ini digunakan sesuai kebutuhan. Artinya, belum tentu 14 miliar ini habis terpakai. Kita menunggu usulan dari Dinkes, berapa dana yang diperlukan. Apalagi untuk pemberian insentif, tentu harus mengetahui dulu jumlah nakes di Banjarbaru,” ujar Kepala BPKAD Banjarbaru.
Lantas imbas refocusing anggaran ini, apakah mempengaruhi kegiatan Pemko Banjarbaru? Ya, fakta ini tak dipungkiri Jainnudin yang membeberkan adanya beberapa kegiatan Pemko Banjarbaru yang harus ditiadakan pada 2021.
“Benar, beberapa kegiatan harus dipangkas. Salah satunya perjalanan dinas. Sebenarnya justru dana 14 miliar refocusing untuk dukungan kegiatan vaksinasi, banyak diambil dari dana perjalanan dinas SKPD maupun DPRD,” tuntasnya. (kanalkalimantan.com/rico)
Editor : Bie
-
HEADLINE24 jam yang laluBMKG : Cuaca Kalsel Cerah, Suhu Capai 36 Derajat Celsius
-
Kabupaten Banjar1 hari yang laluRaperda Perubahan APBD 2026 Rp3,14 T, Bupati Banjar Sampaikan di Rapat Paripurna DPRD
-
PUPR PROV KALSEL24 jam yang lalu53 Personel PUPR Kalsel Dikerahkan Cegah Karhutla di Hutan Lindung
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara2 hari yang laluBupati HSU Serahkan Satyalancana Karya Satya di Hari Kemerdekaan
-
Pemprov Kalsel1 hari yang laluKalsel Expo 2026 Catat Transaksi Rp21 Miliar, Pengunjung 1,2 Juta
-
Kota Banjarbaru2 hari yang laluWali Kota Banjarbaru: Perjuangan Veteran Dilanjutkan dengan Semangat Membangun




