Connect with us

Kota Banjarmasin

Pembangunan Tugu Nol Diharap Tak Rugikan Masyarakat Sekitar Lokasi

Diterbitkan

pada

Tugu nol kilometer Banjarmasin yang saat ini terus digarap penyelesaiannya. Foto : net

BANJARMASIN, Pembangunan taman terbuka hijau dan tugu Pal Nol di eks perkantoran Gubernur Kalsel, Jl Jendral Sudirman Banjarmasin, terus dilakukan. Namun lokasi yang nantinya digadang menjadi salah satu ikon Kalsel tersebut diperkirakan akan ‘memakan’ sebagian lokasi di sekitar Pasar Lama yang menjadi salah satu sentral perdagangan.

Salah satu alasannya, untuk mewujudkan taman terbuka hijau dan Tugu Pal Nol ini memerlukan cakupan halaman yang luas. Terkait desas-desus tersebut, warga sekitar lokasi merasa was-was.

Dikonfirmasi hal tersebut, Camat Banjarmasin Tengah Diyanoor mengaku belum mengetahui kabar akan adanya rencana perluasan areal pembangunan tugu.

“Kalau kita belum tahu sama sekali, tapi biasanya (kalau memang ada rencana) ada surat tertulis dari pemko untuk pemberitahuan. Kalau itu wacana dari provinsi, paling kita membantu ikut bergabung dalam kepanitiaan,” ungkapnya.

Namun menurut Diyanoor, jika melihat konsep pembuatan taman dan tugu tersebut, wacana tersebut menjadi hal yang logis. “Karena kalau cuma mengandalkan luasan kantor eks gubernur yang ada itu masih terlalu kurang. Apalagi rencananya akan seperti Monas, view-nya harus luas,” katanya kepada Kanalkalimantan.com.

Jika benar adanya penggusuran ini, ia mengatakan bahwa perlu banyak proses agar semuanya bisa terlaksana. Termasuk pertanggungjawaban terhadap masyarakat yang tempatnya yang digusur atau pun masyarakat yang tidak setuju.

Namun hingga saat ini, Diyanoor mengakui belum ada konfirmasi sama sekali. Ia juga mengatakan jika saja hal itu terealisasi, tentu merupakan hal yang luar biasa. Sebab selain tugu tersebut akan menjadi suatu pembangunan bersejarah untuk Banjarmasin, wilayah yang  digusur tersebut menyangkut usaha masyarakat.

Mengingat Banjarmasin yang digadang-gadangkan untuk menjadi kota pariwisata tentu sangat diperlukan pilihan yang objektif agar bisa menjadi destinasi wisata. Tapi juga tanpa mengorbankan rakyat yang tinggal di kawasan tersebut.

Ia juga mendukung peningkatan destinasi wisata yang berada di sepanjang siring sungai Martapura ini. Apalagi sampai saat ini beberapa titik susur sungai, masih ada pemandangan seperti rumah-rumah warga yang berada di pinggiran Pasar Lama dan jalan Seberang Masjid yang tidak nyaman dipandang ketika dilewati wisatawan.

“Itu kan perlu dibebaskan juga, karena di situ (Seberang Masjid) ada kampung sasirangan. Hingga saat ini kan wisatawan yang susur sungai tidak ada dermaga untuk (singgah ke kampung sasirangan), karena banyak rumah penduduk. Itu kan bisa membantu destinasi wisata,” ucapnya.(mario)

Reporter : Mario
Editor : Chell

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->