Connect with us

Kabupaten Banjar

Pakta Integritas Iringi Pelantikan Pengawas-Pengurus Yayasan Darul Hijrah Putri

Diterbitkan

pada

Penandatangan pakta integritas pengawas dan pengurus Yayasan Pendidikan Pondok Darul Hijrah Putri. Foto: ist  

KANALKALIMANTAN.COM, MARTAPURA – Komitmen menuju perubahan dan perbaikan, Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Hijrah Putri (DH Putri), Cindai Alus, Martapura menggelar pelantikan pengawas dan pengurus yayasan sekaligus penandatangan pakta integritas, Sabtu (19/3/2022).

Ketua Dewan Pembina Ustadz KH Prof Dr Athailah MAg hadir langsung melantik pengawas dan pengurus yayasan dan menyaksikan penandatangan pakta integritas. Pada kesempatan tersebut juga dilantik Direktur Pendidikan Ustadz KH Drs Syahrudi M Fil I oleh Ketua Pengurus Yayasan Dr H Abdul Karim SH M IKom diiringi penandatanganan pakta integritas.

KH Prof Dr Athailah yang merupakan sesepuh meminta warga pondok mendukung penuh kerja pengawas dan pengurus yayasan guna perbaikan. Dia mewanti-wanti jangan hanya berdasarkan kemauan atau keinginan saja, namun harus mengikuti dan tunduk aturan sesuai peraturan yayasan.

”Pimpinan yayasan tidak harus kyai dan orang pondok, bisa orang lain yang ahli dalam manajemen. Dengan pengurus baru, kita harap bisa berlari kencang dan melakukan hal-hal besar,” tegasnya.



 

 

Baca juga: Dibalik Gelaran MotoGP Mandalika, Libatkan Pawang Hujan dengan Bayaran Tiga Digit

”Mari dukung, semoga kita semua dapat berkah Allah SWT,” katanya.

Ketua Pengurus Yayasan yang baru Abdul Karim, seorang pensiunan pejabat PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk tersebut, mengaku amanah diberikan pembina terbilang berat, namun mulia, sehingga pihaknya mau menerimanya jadi tantangan untuk menciptakan program-program strategis guna menghasilkan Ponpes yang unggul serta muslimat bertaraf Nasional.

Pengawas dan Pengurus Yayasan Pendidikan Pondok Darul Hijrah Putri. Foto: ist

”Sekarang ini perkembangan teknologi begitu pesat, Ponpes tidak boleh menghindar, kita harus mengikuti, adaptasi, jadi memang dibutuhkan inovasi dan kolaborasi dengan semua unsur, baik pemerintah, masyarakat, orangtua siswa dan santriwati sendiri ,” kata mantan Kepala Sekolah SMK Telkom Banjarbaru itu.

Adapun pembenahan siap dilakukan, diantaranya, pemanfaatan teknologi komunikasi, sarana dan prasarana, tata kelola serta pengembangan budaya pondok. Pihaknya ingin ingin menjadikan Ponpes pusat keunggulan (center of excellence).

”Paling penting pengembangan SDM berkompeten dan adaptif pada perubahan yang kian cepat, kompetensinya harus ditingkatkan, terutama para guru,” tandasnya.

Baca juga: Aksi Donor Darah DPD PPNI Kabupaten HSU

Pihaknya juga siap menjajaki penerapan remunerasi, program pensiun, pemanfaatan BPJS, alat produksi dikembangkan. Media sosial juga terus aktif untuk lebih mengenalkan Ponpes DH Putri ke masyarakat, apalagi tantangan di luar kian berat dengan tumbuhnya ponpes-ponpes baru sebagai kompetitor.

”Kami juga siap memanfaatkan peran media massa, baik cetak, online, bahkan televisi,” kata Karim, mantan Humas PT Telkom Banjarmasin tersebut.

Diakui Karim, Ponpes DH Putri punya potensi sangat besar untuk terus dikembangkan, jumlah santrinya saja mencapai 2 ribuan. Harapannya tiap tahun naik 5-6 persen. Tapi semuanya harus lewat sistem yang baik, harus good governance.

Turut hadir, anggota Dewan Pembina H Anang Syukeri, Drs H Wahyu Syawalliani. Kemudian Ketua Pengawas AKBP (purn) Riduan Arif Waluyo bersama anggota serta seluruh Pengurus Yayasan. (kanalkalimantan.com/al)

Reporter: al
Editor: bie


iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->