Connect with us

HEADLINE

Nantikan Kepulangan 20 Ekor Bekantan, Dishut Sediakan Rumah Baru di Riam Kanan

Diterbitkan

pada

Dishut Kalsel menyiapkan rumah baru bagi bekantan dari KBS Foto: Rico

BANJARBARU, Rencana untuk merelokasi 20 ekor dari 53 ekor bekantan yang hidup di Kebun Binatang Surabaya (KBS) akan segera terwujud. Pemulangan hewan ini ke Banua, dipastikan Dinas Kehutanan (Dishut) Kalsel setelah KBS menyatakan over populasi.

Kepala Dishut Kalimantan Selatan Dr Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, pemulangan maskot Kalsel itu telah melalui koordinasi baik itu dari pihak KBS maupun Balai Besar KSDA Jawa Timur. Bahkan disepakati Walikota Surabaya Tri Rismaharini.

Ia menjelaskan bahwa 20 ekor Bekantan tersebut akan ditempatkan di sebuah pulau seluas 25 hektare di waduk Riam Kanan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

“Di KBS tempatnya cuma 1 hektare, tapi dibuat 53 ekor. Tidak ideal, karena lahan satu hektare hanya untuk empat ekor. Kembalinya Bekantan nanti, akan kita tempatkan di Pulau daerah Riam Kanan. Luasannya mencapai 24 hektare, maksimal 100 ekor,” ucap Kadishut saat presrilis di kantor Dishut Kalsel, Jumat (8/2).

Dishut Kalsel melakukan penanganan berbeda terkait bekantan yang masih berusia 9 sampai 10 tahun. Bekantan yang terbilang masih anak-anak tersebut sebelumnya akan di habituasi di Tahura Sultan Adam. Habituasi ini bertujuan untuk memulihkan kondisi Bekantan pasca relokasi dan membiasakan dengan rumah barunya.

Selain diisi bekantan, Hanif mengungkapkan bahwa pihaknya juga menyiapkan satu pulau lagi di waduk Riam Kanan yang mana akan diisi populasi rusa tutul. Di pulau itu sudah ada buah-buahan kesukaan bekantan. “Saya yakin lokasi ini nantinya salah satu destinasi wisata konservasi baru di Kalsel dengan panorama yang indah,” bebernya.

Selain itu, pihaknya akan merelokasi 20 ekor bekantan yang terjebak di permukiman warga di Kota Marabahan, dan 15 ekor di Kotabaru. “Harus ada alternatif tempat penampungan. Akan kami lepasliarkan ke kawasan esensial, seperti Penjaringan dan Asam-asam sebagai kawasan esensial yang lebar,” pungkas Kadishut Kalsel.

Dikutip dari Wikipedia, bekantan (nasalis larvatus) adalah sejenis monyet berhidung panjang dengan rambut berwarna coklat kemerahan dan merupakan satu dari dua spesies dalam genus tunggal monyet Nasalis.

Ciri-ciri utama yang membedakan bekantan dari monyet lainnya adalah hidung panjang dan besar yang hanya ditemukan di spesies jantan. Fungsi dari hidung besar pada bekantan jantan masih tidak jelas, namun ini mungkin disebabkan oleh seleksi alam. Monyet betina lebih memilih jantan dengan hidung besar sebagai pasangannya. Karena hidungnya inilah, bekantan dikenal juga sebagai monyet Belanda. Dalam bahasa Brunei (kxd) disebut bangkatan.

Bekantan jantan berukuran lebih besar dari betina. Ukurannya dapat mencapai 75 cm dengan berat mencapai 24 kg. Monyet betina berukuran 60 cm dengan berat 12 kg. Spesies ini juga memiliki perut yang besar, sebagai hasil dari kebiasaan mengonsumsi makanannya. Selain buah-buahan dan biji-bijian, bekantan memakan aneka daun-daunan, yang menghasilkan banyak gas pada waktu dicerna. Ini mengakibatkan efek samping yang membuat perut bekantan jadi membuncit.

Bekantan tersebar dan endemik di hutan bakau, rawa dan hutan pantai di pulau Borneo (Kalimantan, Sabah, Serawak dan Brunai). Spesies ini menghabiskan sebagian waktunya di atas pohon dan hidup dalam kelompok-kelompok yang berjumlah antara 10 sampai 32 monyet. Sistem sosial bekantan pada dasarnya adalah One-male group, yaitu satu kelompok terdiri dari satu jantan dewasa, beberapa betina dewasa dan anak-anaknya. Selain itu juga terdapat kelompok all-male, yang terdiri dari beberapa bekantan jantan. Jantan yang menginjak remaja akan keluar dari kelompok one-male dan bergabung dengan kelompok all-male. Hal itu dimungkinkan sebagai strategi bekantan untuk menghindari terjadinya inbreeding.

Bekantan juga dapat berenang dengan baik, kadang-kadang terlihat berenang dari satu pulau ke pulau lain. Untuk menunjang kemampuan berenangnya, pada sela-sela jari kaki bekantan terdapat selaputnya. Selain mahir berenang bekantan juga bisa menyelam dalam beberapa detik, sehingga pada hidungnya juga dilengkapi semacam katup. Bekantan merupakan maskot fauna provinsi Kalimantan Selatan.(rico)

Reporter : Rico
Editor : Chell

Bagikan berita ini!
  • 2
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    2
    Shares
-->