Connect with us

HEADLINE

Mudik di Bandara Syamsudin Noor Sepi, 3 Pesawat Batal Terbang

Diterbitkan

pada

Jumlah penumpang mudik 2019 pengguna moda transportasi udara di Bandara Syamsudin Noor menurun. foto : pt ap 1 bandara syamsudin noor

BANJARBARU, Melambungnya harga tiket, berimbas sepinya pemudik menggunakan jalur transportasi udara, bahkan membuat sejumlah maskapai penerbangan membatalkan penerbangan di Bandara Syamsudin Noor.

Hal ini ini terjadi pada H+1 Idul Fitri 1440 Hijriyaah, Rabu (6/5). Pergerakan arus penumpang yang pada tahun-tahun sebelumnya terlihat ramai apalagi saat mudik, kini justru malah sepi.

Dilansir dari data posko terpadu angkutan lebaran, Communication dan Legal Section Head PT Angkasa Pura I Bandara Syamsudin Noor, Aditya Putra mengatakan angka pergerakan penumpang sementara hanya tercatat 2.940 orang.

Angka tersebut hinga sampai pukul 16.00 Wita dari 14 pesawat datang dan 19 pesawat berangkat. Dari angka 2.940 orang, Aditya merinci penumpang datang 640 orang dan 2.300 orang penumpang berangkat.

“Data sementara sampai sore ini. Untuk totalnya, kami menunggu sampai malam hari, baru diketahui angkanya,” katanya.

Tercatat pada H-1 Idul Fitri, penumpang datang tercatat 1.921 orang (35 pesawat) dan penumpang berangkat 4.894 orang (34 pesawat). Puncak arus mudik di Bandara Syamsudin Noor terjadi pada H-4, dengan rincian penumpang berangkat 7.058 dan penumpang datang 4.205 orang. Alhasil, pada H-4 ada pergerakan penumpang sebanyak 11.263 orang.

Angka pergerakan penumpang dan pesawat cenderung turun mendekati hari Idul Fitri 1440 Hijriyah. Pada H-2, trafik pesawat datang sebanyak 44, kemudian turun ke angka 35 pada H-1. Demikian pula trafik pesawat berangkat sebanyak 44 unit pada H-2, kemudian menurun ke angka 34 pada H-1.

Arus penumpang juga menurun mendekati hari H lebaran. Pada H-2, penumpang berangkat sebanyak 6.561 orang, lalu menurun ke angka 4.894 orang pada H-1. Adapun penumpang datang pada H-2 sebanyak 2.775 orang, lalu menurun ke angka 1.921 orang.

Diungkapkan Aditya, sepinya arus penumpang ketika hari H lebaran tahun 2019 berdampak terhadap pembatalan tiga penerbangan maskapai Lion Air dari Syamsudin Noor.

“Tiga penerbangan yang batal terdiri dari JT 520 rute Banjarmasin-Ujung Pandang pukul 18.00 Wita, JT 329 rute Banjarmasin-Jakarta pukul 18.35 Wita, dan JT 319 rute Banjarmasin-Surabaya pukul 18.50 Wita,” ujarnya.

Perlu diketahui, puncak arus mudik penumpang di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin di Banjarbaru terjadi Kamis (30/5) dan Sabtu (1/6).

Jumlah penumpang mudik pada Kamis dan Sabtu tersebut tercatat  sebanyak 11.263 dan 11.334  penumpang di Bandara Syamsudin Noor.

Namun pada hari Senin (3/6) dilaporkan justru turun diangka kurang dari 11.000. Sedangkan dilihat dari pergerakan pesawat, penerbangan terbanyak terjadi pada H-7 Lebaran dengan total 90 pesawat datang dan berangkat. Sementara, H-6 sampai H-4 rata-rata di bawah 89 penerbangan.

Jika dibandingkan dengan tahun lalu, pada puncak arus mudik tahun ini jumlah penumpang berada di angka 11.334 yang mengalami penurunan sekitar 10 persen dibandingkan 2018. Di mana saat itu penumpang pada puncak arus mudik lebih dari 14 ribu.

Melihat tren tranportasi udara yang menurun ini, General Manajer (GM) Bandara Syamsudin Noor  Banjarmasin, Indah Preastuty memang telah memprediksi. Ia mengungkapkan, penurunan tren sudah terlihat sejak awal 2019. Ketika, sejumlah maskapai penerbangan menerapkan bagasi berbayar dan menaikkan harga tiket.

“Jadi kemungkinan penurunan tren karena dua faktor itu,” sebutnya.

Indah, menyebut pengguna jasa maskapai penerbangan selama 2019 mengalami penurunan sekitar 25 sampai 30 persen dibandingkan tahun lalu yang mana biasanya jumlah penumpang setiap harinya mencapai kisaran 10 ribu orang. Saat ini tercatat hanya tujuh ribu orang saja perharinya.

“Ini juga terjadi di daerah lain. Sementara faktor yang paling berpengaruh, penurunan jumlah penumpang karena tingginya harga tiket pesawat,” pungkasnya. (rico)

Reporter : rico
Editor : bie

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->