Connect with us

HEADLINE

Mimpi Komunitas Skateboard Akan Hadirnya Skatepark di Banjarmasin, Kapan Terwujud?

Diterbitkan

pada

Para pecinta skateboard sedang berlatif di siring 0 kilometer Banjarmasin, Sabtu (6/3/2021) Foto: tius
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Skateboard menjadi aktivitas yang digandrungi anak-anak muda perkotaan.

Termasuk juga di Banjarmasin, yang semakin banyak memiliki komunitas pecinta skateboard. Namun demikian, di tengah banyaknya komunitas ini tersedianya ruang khusus bagi penggemar skateboard masih sebatas impian.

Kapan Pemko Banjarmasin akan membuatkan mereka skatepark seperti di kota lain?

Sore tadi, sejumlah pemuda yang tergabung di komunitas Rivertown Skaterboard nampak sedang bermain di siring 0 km Banjarmasin, Sabtu (6/3/2021)



Muhammad Husin Nafarin (19), salah satu anggota dari komunitas ini kepada kanalkalimantan.com mengatakan, kegiatan tersebut mereka lakukan untuk mengisi waktu luang dan juga untuk memperluas ruang lingkup pertemanan.

“Dari pada di rumah aja, bosan juga. Lebih baik ngumpul sama teman sambil main skateboard. selain nambah teman, kan juga bisa buat olahraga,” ujar pemuda yang kerap disapa Husin.

Komunitas yang sudah terbentuk kurang lebih 14 tahun ini, terdiri dari beragam usia, pendidikan, status sosial, hingga jenis kelamin.

Dari informasi Husin, saat ini komunitas ini beranggotakan kurang lebih sekitar 60 an orang. Namun sudah tidak semuanya aktif lagi. Karena beberapa anggota, sudah ada yang bekerja dan juga berkeluarga, sehingga sibuk dengan kehidupannya masing-masing.

“Ya kalau untuk waktu sih kita tidak ada waktu pastinya untuk bermain, kapan ada waktu luang ya main aja sudah. tapi kalau biasanya sih, kami tiap hari saja main di sini,” ucap Husin.

Ia mengungkapkan, hingga kini para skater yang ada di kota Banjarmasin masih terkendala dengan tidak adanya skatepark.

Sehingga hanya bisa bermain di tempat umum, seperti disiring, trotoar jalanan, siring menara pandang, sampai siring kantor wali kota Banjarmasin.

“Dulu sebenarnya pernah diajukan oleh teman-teman skater terdahulu kepada pemerintah untuk dibuatkan skatepark, cuma tidak pernah ditanggapi, hingga saat ini tidak pernah dibuatkan skatepark itu,” ungkap Husin.

 

 

Untuk peralatan latihan yang ada, semuanya hasil dari iuran teman-teman dari komunitas skateboard itu sendiri.

Husin juga menambahkan, untuk bisa bergabung dengan komunitas ini, tidak ada persyaratan apapun, terbuka untuk umum, semuanya boleh gabung.

“Ya kalau mau gabung, datang aja langsung, kalau bisa dan tidak ada papan skate, boleh kok minjam dulu dan sama-sama belajar.

Karena kami juga tambah senang, kalau orangnya makin banyak, jadi makin ramai, apalagi yang nambahnya anak cewek,” canda Husin.

Husin dan juga para anggota lainnya, sangat mengharapkan, bisa adanya skatepark di kota Banjarmasin. Agar latihannya juga bisa lebih bagus, sehingga bisa mengikuti kompetisi skateboard lebih baik.

“Ya kami harap, pemerintah bisalah membuatkan skatepark untuk kami para pecinta skateboard. ya bagaimana mau menang kalau ada kompetisi, tempat dan peralatannya saja seperti ini,” tutur Husin.

Di siring itu sebenarnya ada dibuatkan tempat untuk bermain skateboard, hanya saja tempat tersebut tidak sesuai dengan ukuran yang seharusnya menjadi tempat bermain skateboard, Salah-salah bisa membahayakan para pemain, kalau bermain di tempat tersebut.

“Kami juga sebenarnya bisa latihan dengan baik, jadi bisa ikut kompetisi dan mengharumkan nama kota Banjarmasin melalui skateboard.

Untuk latihannya saja susah dengan alat yang seadanya seperti ini, itu juga kadang peralatannya bisa hilang karena berada di tempat terbuka,” timpal Randi anggota komunitas lainnya.

Untuk informasi, anak-anak komunitas ini bermain di siring kota Banjarmasin, yang juga merupakan ruang publik, sehingga juga banyak warga-warga lainnya yang bersantai, baik duduk atau pun berjalan kaki di tempat tersebut.

Muhammad Ridwan (39), salah satu pengunjung yang sedang berjalan santai di tempat tersebut, kepada kanalkalimantan.com mengatakan, selama itu perbuatan yang positif dan tidak mengganggu masyarakat, tidak masalah mereka bermain di sini.

“Lebih baik disalurkan ke hal-hal yang positif seperti skateboard ini, ketimbang mereka ikut-ikutan dalam hal yang negatif seperti narkoba,” ujar Ridwan.

Ridwan juga menambahkan, alangkah lebih baik lagi, kalau dibuatkan tempat khusus untuk anak-anak ini menyalurkan hobinya. Karena terkadang, kegiatan mereka juga bisa membahayakan para pejalan kaki yang melintas di  tempat tersebut.

“Kan sayang juga kalau hobi mereka tidak disalurkan dan didukung, terlebih lagi itu hal yang positif. Seharusnya pihak pemerintah bisa lebih pekalah terhadap anak-anak muda jaman sekarang,” pungkas Ridwan.(Kanalkalimantan.com/tius)

 

Reporter : Tius
Editor : Cell

 

 


  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->