Connect with us

Kab. HSU

Menjaga Persatuan Kesatuan Ditengah Kemajemukan

Diterbitkan

pada

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-111 yang digelar Pemkab HSU. Foto : dewahyudi

AMUNTAI, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) menggelar peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-111 dengan tema “Bangkit Untuk Bersatu”, di halaman Kantor Bupati HSU, Senin (20/5).

Dalam upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-111 diikuti Bupati HSU H Abdul Wahid HK, Wakil Bupati HSU H Husairi Abdi Lc, Wakapolres HSU, Perwakilan Dandim 1001/Amt-Blg, Kepala Kantor Kemenag HSU, Wakil Ketua DPRD HSU, jajaran ASN, organisasi wanita, organisasai pemuda dan mahasiswa.

Bupati HSU H Abdul Wahid HK selaku inspektur upacara mengingatkan menjaga selalu persatuan kesatuan dan gotong royong .

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-111 kali ini sangat relevan jika dimaknai dengan teks sumpah palapa karena kondisi Indonesia ini pasca pesta demokrasi yang menguras energi dan emosi sebagian besar masyarakat.

“Alhamdulliah, sampai sekarang ini tahap tahap pemilihan presiden dan wakil presien serta anggota legislatif berlangsung dengan lancar, kelancaran ini juga berkat pengorbanan banyak saudara saudara kita yang menjadi anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara, bahakan berupa pengorbanan nyawa, sungguh mulia perjuangan mereka untuk menjaga kelancaran dan kejujuran proses pemilu ini,” ujar Bupati HSU membacakan sambutan Menkominfo RI Rudiantara.

Dalam kondisi kemajemukan bahasa, suku, agama, kebudayaan, dengan bentang geografis yang merupakan salah satu yang paling ekstrem di dunia, kita membuktikan bahwa mampu menjaga persatuan sampai detik ini. Oleh sebab itu, tak diragukan lagi bahwa kita pasti akan mampu segera kembali bersatu dari kerenggangan perbedaan pendapat, dari keterbelahan sosial, dengan memikirkan kepentingan yang lebih luas bagi anak cucu bangsa ini, yaitu persatuan Indonesia.

“Apalagi peringatan Hari Kebangkitan Nasional kali ini juga dilangsungkan dalam suasana bulan Ramadhan. Bagi umat muslim, bulan suci ini menuntun kita untuk mengejar pahala dengan meninggalkan perbuatan yang dibenci Allah SWT seperti permusuhan dan kebencian, apalagi penyebaran kebohongan dan fitnah,” bebernya

Pemerintah berharap, kiranya sangat relevan apabila peringatan Hari Kebangkitan Nasional, disematkan tema “Bangkit Untuk Bersatu”. Kebangkitan untuk Persatuan.

“Dari Banua Banjar kita bersama-sama menjunjung ‘Waja sampai kaputing’. Semua menganjurkan bekerja secara gotong-royong,” pungkasnya. (dew)

Reporter : Dew
Editor : Bie

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->