Connect with us

ACT KALSEL

Menjaga Ketahanan Pangan Palestina lewat Indonesia Humanitarian Center

Diterbitkan

pada

ACT terus memberikan bantuan untuk warga Palestina Foto: ACT

GAZA, Blokade yang mengkungkung Palestina, khususnya Gaza, selama belasan tahun terakhir mempersulit akses masuk pangan yang dibutuhkan masyarakat Palestina. Ikhtiar dalam menjaga kehidupan masyarakat Palestina melalui penyediaan pangan terus berlanjut. Bersama bangsa Indonesia, Aksi Cepat Tanggap (ACT) membuka Indonesia Humanitarian Center (IHC) di Jalur Gaza.

Sejak Ahad (3/3) hingga Senin (4/3), gudang IHC Gaza sudah mulai diisi oleh logistik untuk persiapan pendistribusian 3.000 paket pangan. Andy Noor Faradiba dari tim Global Humanity Response (GHR) – ACT mengungkapkan, pembagian paket pangan IHC segera dilakukan pada pekan ini. “Insyaallah, kalau semua persiapan sudah selesai, distribusi bantuan bisa dibagikan tiga hari ke depan,” kata Faradiba, Selasa (5/3).

Faradiba menjelaskan, pembukaan IHC Gaza juga menjadi upaya keberlangsungan ketahanan pangan masyarakat Gaza. Program IHC juga berdampingan dengan program pemenuhan pangan ACT yang sudah ada sebelumnya, seperti Dapur Umum Indonesia dan Humanity Card.

“Dapur Umum Indonesia menyediakan makanan siap santap untuk mendukung gizi anak-anak sekolah, sebagaimana diketahui, banyak anak di Gaza yang berangkat sekolah tanpa sarapan. Sedangkan IHC menjadi program yang lebih utuh melingkupi kebutuhan keluarga,” terang Faradiba.

Seperti halnya IHC untuk pengungsi Suriah, IHC di Gaza dikonsepkan lebih kompleks dan berintegrasi dengan program lain. Konsep IHC meliputi distribusi paket pangan, keperluan sehari-hari, lini pendidikan, layanan kesehatan, hingga tempat armada-armada kemanusiaan ACT berada. “Semua akan terintegrasi di dalam IHC,” kata Faradiba.

IHC di Gaza ini pun memiliki keunggulan tersendiri. Faradiba menjelaskan, ACT dan Global Wakaf bersinergi menjadikan IHC Gaza sebagai distributor warung wakaf di Gaza. Implementasi itu akan dilaksanakan setelah rutinitas pembagian paket IHC berlangsung rutin.

“Ikhtiar jangka panjang, program IHC ke depan akan berbasis wakaf. Menjadi distributor warung-warung wakaf, namun setiap bulan juga akan memberikan bantuan paket pangan,” pungkas Faradiba.

Dr Emad Mokat, warga Gaza sekaligus mitra ACT di Gaza, mewakili masyarakat Gaza menyampaikan terima kasih kepada bangsa Indonesia atas dibukanya IHC. “Pertama, kami mengucap syukur kepada Allah. Kami menyampaikan terima kasih kepada ACT atas pelaksanaan projek (IHC) ini, yang mana akan bermanfaat bagi orang-orang prasejahtera di Gaza. Kami berdoa semoga Allah membalas kebaikan yang baik pula atas didirikannya proyek ini, juga membalas kebaikan para dermawan Indonesia. Terima kasih Indonesia,” ucapnya.

Kepala Cabang ACT Kalsel Arie Setiawan menambahkan bahwa warga Kalsel yang selama ini berdonasi melalui ACT Kalsel turut ambil bagian dalam hadirnya IHC di Gaza. “Tentu amanah yang dititipkan warga Kalsel selama ini menjadi salah satu dukungan terbaik yang telah mewujudkan IHC di Gaza. Terima kasih atas semua dukungan,” ujar Arie.(retno/act)

Reporter : Retno/act
Editor : Chell

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->