Connect with us

Kabupaten Banjar

Menguak Sejarah di Puing Oranje Nassau Pengaron (2)

Pemantik Pertama Perang Banjar pada Tahun 1859

Diterbitkan

pada

Benteng Pengaron menjadi lokasi pertama awal meletusnya perang Banjar pada tahun 1859. Foto: net
Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

Oranje Nassau merupakan salah satu proyek prestisius yang dibangun Belanda. Meski Tergolong tambang  batu bara kecil, dengan total produksi tak lebih dari 80.000 ton, namun Oranje Nassau memiliki penting dan strategis. Tak hanya ekonomis, tapi juga politis.

Karena alasan itulah, kata Nugroho Nur Susanto, Arkeolog pada balai Arkelogi Banjarmasin, Belanda mati-matian mempertahankannya agar tak jatuh ke tangan rakyat dan para pejuang dari Kesultanan Banjar.

Menurutnya, Pengangkatan Tamjidullah II menjadi Sultan Banjar menggantikan Sultan Adam, dilakukan Belanda sebagai salah satu upaya mengamankan Oranje Nassau. Terlebih lagi, ambisi Tamjidullah II yang menginginkan tahta kerajaan. Meski sebelumnya, Sultan Adam telah berwasiat, Pangeran Hidayatullah sebagai penerusnya.

Meski begitu, perlawanan menentang Belanda terus dilakukan. Utamanya dari kolega kesultanan penentang kolonialisasi, salah satunya adalah Pangeran Antasari. Hingga akhirnya meletuslah perang Banjar pada 1859.

“Perang Banjar, meletus pertama kali di Oranje Nassau Pengaron dan meluas hingga ke daerah hulu Sungai barito dan Benteng Tabanio,” kata Nugi, sapaan akrab Nugroho Nur Susanto.

Perjuangan Urang Banjar bersama suku-suku Dayak kala itu berhasil meneggelamkan satu kapal perang Belanda. Sengitnya perlawanan pejuang pada Perang Banjar yang memicu murka Belanda yang berujung pada pembubaran Kesultanan Banjar pada 1860. Aksi bumi hangus dengan mengeboman, dilakukan Belanda pasca pembubaran Kesultanan Banjar, termasuk Oranje Nassau.

Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

Advertisement
Komentar

Headline

Trending