Kota Banjarbaru
Menengok Tujuh Payung Besar di Masjid Agung Al Munawwarah Banjarbaru
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Pengalaman melihat keunikan payung elektrik bak di Masjid Nabawi Madinah bisa didapat dengan ketika mengunjungi salah satu masjid tersohor di Banua. Ya, Masjid Agung Al Munawwarah Kota Banjarbaru, di Jalan Trikora, pemandangan megah itu kini bisa terlihat.
Pada momen-momen tertentu, kawasan masjid ini akan dipenuhi masyarakat muslim yang melakukan kegiatan keagamaan di masjid terbesar di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan.
Empat buah payung raksasa tersebut letaknya berada di bagian halaman belakang masjid dan tiga terpasang di bagian halaman samping kanan masjid.
Jika memasuki halaman bekalang tersebut pengunjung akan disambut dengan tiang payung yang berukir sederhana nan elegan.
“Jumlah payung yang dipasang sebanyak tujuh buah, di antaranya ada empat buah dipasang di bagian teras belakang dan tiga buah dipasang di bagian teras bagian sebelah kanan masjid,” ungkap H Syahdi Hidayat, Sekretaris Nazir Masjid Agung Al Munawwarah, Rabu (12/2/2025), ditemuai Kanalkalimantan.com.
Baca juga: Gubernur Kalsel Luncurkan Kapal Pinisi di Sungai Barito

Jumlah payung di Masjid Agung Al Munawwarah memang tidak bisa disamakan dengan yang ada di Masjid Nabawi di Madinah Al Munawwarah, Arab Saudi. Namun, keberadaan serta desain payung besar sudah cukup dibuat sedemikian rupa menghalau cuaca di kala panas menerpa.
“Memang dibuat seperti itu, di samping fungsi payung ini sebagai pelindung panas terinspirasi dari Masjid Nabi di Madinah Al Munawwarah,” jelas H Syahdi Hidayat.
Inspirasi tersebut sudah jauh didapat ketika Masjid Agung Al Munawwarah dibangun pada tahun 2010 silam. Dimana menurut pendirian awal masjid, kata dia, masjid ini dibangun dengan diberi nama yang juga terinspirasi nama Masjid Madinah Al Munawwarah atau Masjid Nabawi.
“Yang kemudian tentu tujuannya adalah dalam rangka memperindah dan mempercantik tampilan masjid ini sendiri,” imbuh dia.
Baca juga: Bincang Novel “HANA”, Tandai Festival Literasi ke-5 Banjarbaru
Adanya payung-payung raksasa ini bisa menjadikan sarana masyarakat untuk berwisata religi, bahkan saat hari-hari besar keagamaan.
“Selain itu sebagai sarana bagi masyarakat untuk menikmati suasana di masjid, jadi semacam jadi wisata religi,” tambahnya.
Jemaah maupun masyarakat umum yang kerap mengabadikan momen dengan latar payung tersebut menjadi keistimewaan yang dirasakan para jemaah yang kerap berfoto di Masjid Nabawi.
“Alhamdulillah, kita sudah melihat dan amati ketika waktu sore banyak masyarakat yang sambil melihat dan menikmati, bahkan berfoto-foto,” ungkapnya. “Masjid ini dapat menjadi pilihan untuk berwisata religi di Banjarbaru,” timpalnya.
Baca juga: Gudang Tali Tambat Kapal Terbakar di Kuin Utara, Tiga Rumah Ikut Rusak
Masih kata H Syahdi, keberadaan payung ini merupakan pembangunan dari Pemerintah Kota Banjarbaru yang dikerjakan tahun 2024.
Payung raksasa resmi dibuka pada Desember 2024, termasuk dengan beberapa sarana tambahan masjid seperti toilet perempuan dan tempat pemulasaran jenazah.
“Anggarannya sekitar Rp12 miliar untuk payung ini, dan untuk dibukanya payung adalah hanya ketika cuaca panas saja, jika hujan akan ditutup mengingat ada tenaga elektronik di sana,” tandas H Syahdi.(Kanalkalimantan.com/wanda)
Reporter: wanda
Editor: bie
-
kampus3 hari yang laluMahasiswa Kumpulkan Rp5,2 Juta untuk Korban Kebakaran Kuin Cerucuk
-
HEADLINE1 hari yang laluSetahun Disegel, Begini Kondisi TPA Basirih Sekarang
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara1 hari yang laluPelantikan 43 Pejabat Pemkab HSU, Ini Kata Bupati Sahrujani
-
Kota Martapura3 hari yang laluMasuk April Wali Kota Yamin Minta Percepatan Realisasi Anggaran
-
HEADLINE1 hari yang laluKuota Kirim ke TPA Banjarbakula Dipangkas, Sampah ‘Menggunung’ di Banjarmasin
-
Pendidikan1 hari yang laluElla Anak Tukang Las Masuk Universitas Al-Azhar Mesir






