Connect with us

Kalimantan Selatan

Menembus Kabut Asap di Bawah Fly Over Banjarmasin Anak Muda Berbagi Masker

Diterbitkan

pada

Anak muda berbagai kampus serempak membagikan masker secara gratis kepada pengendara roda dua, pengemudi angkutan, dan pejalan kaki di bawah Fly Over Banjarmasin, Minggu (23/8/2026) petang. Foto: Riyan

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Menjelang senja di kawasan perempatan lampu lalu lintas Fly Over Banjarmasin, Minggu (23/8/2026) petang, udara tampak lebih pekat dari biasanya akibat kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Selatan.

Hiruk-pikuk pengendara bermotor yang memadati persimpangan jalan perlahan tertahan oleh lampu pengatur lalu lintas.

Di tengah kondisi tersebut, tampak sekelompok orang berbusana kasual mendekati para pengguna jalan dengan membawa kotak-kotak pelindung pernapasan.

Sebanyak 55 relawan bergerak serempak membagikan masker secara gratis kepada pengendara roda dua, pengemudi angkutan, dan pejalan kaki.

Anak muda berbagai kampus serempak membagikan masker secara gratis kepada pengendara roda dua, pengemudi angkutan, dan pejalan kaki di bawah Fly Over Banjarmasin, Minggu (23/8/2026) petang. Foto: Riyan

Baca juga : Jadi Anggota Paskibraka di Istana Merdeka, Bupati Banjar Beri Hadiah Umrah untuk Adlina

Aksi ini dimulai sekitar pukul 17.00 Wita hingga seluruh masker tersalurkan tuntas. Bagi warga yang melintas, kehadiran bantuan sederhana ini menjadi oase di tengah paparan kabut asap yang menyelimuti perjalanan sore mereka. Para relawan yang turun ke jalan bukanlah kelompok yang seragam.

Mereka merupakan gabungan dari kalangan pelajar sekolah menengah, masyarakat umum, serta sivitas akademika dari berbagai perguruan tinggi di Kalsel.

Sejumlah kampus yang terlibat di antaranya Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Universitas Islam Kalimantan (Uniskas), Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB), hingga Universitas Terbuka (UT).

Perjumpaan orang-orang dengan latar belakang berbeda di titik persimpangan kota ini mencerminkan dorongan empati yang kuat. Aksi ini dikoordinatori bersama oleh Fajar Arifin, M Gilank Atha Hibrizi, dan Muhammad Sandy di bawah naungan Ikatan Mahasiswa Peduli Indonesia (IMPI).

Anak muda berbagai kampus serempak membagikan masker secara gratis kepada pengendara roda dua, pengemudi angkutan, dan pejalan kaki di bawah Fly Over Banjarmasin, Minggu (23/8/2026) petang. Foto: Riyan

Baca juga : Krisis Air Pemadaman Karhutla di Kalsel, Pemerintah Siapkan Sumur Bor

Inisiatif kepedulian bukan bermula muncul secara mendadak. Sebelumnya, wadah ini dikenal dengan nama Maba Peduli Banjarmasin, sebuah kelompok yang lahir dari inisiatif mahasiswa baru.

Pada masa awal terbentuknya, kelompok ini aktif menggalang dana untuk membantu warga yang terdampak musibah bencana alam. Kini, seiring berjalannya waktu dan bertambahnya jejaring pertemanan lintas instansi, gerakan itu bertransformasi menjadi IMPI. Transformasi nama ini membawa ruang keterlibatan yang jauh lebih luas bagi siapa saja yang tergerak, tidak lagi terbatas pada kelompok angkatan awal perkuliahan.

Respons masyarakat di kawasan Fly Over Banjarmasin terlihat sangat positif. Banyak pengendara yang menyambut uluran masker dengan hangat, menurunkan kaca mobil, atau menepikan sepeda motor sejenak untuk menerima pembagian.

Baca juga : ‎Inovasi PATUH HSU: Percepat Tindak Lanjut Pemeriksaab BPK RI

Ucapan terima kasih dan lambaian tangan dari warga menjadi pemandangan yang terlihat di setiap jeda pergantian lampu lalu lintas. Antusiasme tidak hanya datang dari warga pengguna jalan.

Saat pembukaan pendaftaran kegiatan sosial ini diumumkan, minat masyarakat untuk bergabung menjadi bagian dari aksi lapangan sangat tinggi. Koordinator terpaksa menghentikan penerimaan relawan pada angka 55 orang demi menjaga efektivitas koordinasi pembagian di lapangan.

Sejumlah pihak bahkan mulai menyampaikan ketertarikan untuk membuka peluang kolaborasi kegiatan sosial pada kesempatan berikutnya.

Baca juga : Transformasi “SI PESAN PENA” HSU, Gerakan Perlindungan Perempuan dan Anak Berbasis Desa ‎

Sebanyak 1.000 masker yang dibagikan sore itu mungkin bukan solusi permanen untuk mengatasi persoalan kebakaran hutan dan lahan. Namun, bagi para relawan yang berkeringat di tepi jalan raya, aksi ini adalah wujud kehadiran nyata sesama manusia.

Hal tersebut diungkapkan Fajar Arifin saat menjelaskan dorongan empati yang mendasari aksi lapangan mereka. “Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya bisa menyampaikan kritik. Ketika ada persoalan di tengah masyarakat, kita juga harus mampu hadir dan melakukan sesuatu yang nyata, sekecil apa pun itu,” ungkap Fajar Arifin.

Menjelang malam, ketika seribu masker telah habis dibagikan cuma-cuma kepada masyarakat, para relawan beristirahat di tepi jalan sebelum membubarkan diri. Melalui akun Instagram @impikita, wadah ini berupaya terus merawat semangat melalui semboyan mereka: “Sedikit aksi, besar arti untuk IMPI kita menggapai cita”. (Kanalkalimantan.com/riyan)

Editor: bie


iklan

Komentar

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca