Connect with us

Kota Banjarbaru

Memanusiakan Manusia, Satpol PP Mandikan Orang Dengan Gangguan Jiwa

Diterbitkan

pada

Satpol PP Banjarbaru kini memiliki penanganan khusus dan berbeda terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Foto : satpol pp banjarbaru

BANJARBARU, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Banjarbaru kini memiliki penanganan khusus dan berbeda terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang ditemui berkeliaran di wilayah kota Idaman.

Orang dengan gangguan jiwa alias ODGJ dianggap masyarakat meresahkan. Seperti halnya, pada Selasa (31/8) sore, salah seorang ODGJ ditertibkan Satpol PP Banjarbaru. ODGJ ini diangkut dari Kelurahan Sungai Besar. Saat diamankan, ODGJ pria ini tampak menuruti  petugas saat diminta naik mobil patroli.

Beruntung memang, karena biasanya tidak jarang aparat harus menggunakan tenaga lebih jika menertibkan ODGJ yang memberontak. Bahkam hingga berada di kantor Satpol PP Banjarbaru, ODGJ dapat berkomunikasi meski tidak selancar komunikasi orang pada umumnya. Aparat penegak Perda Kota Banjarbaru membersihkan seluruh badah ODGJ tersebut.

Kasat Pol PP Banjarbaru, Marhain Rahman yang turut menangani ODGJ menjelaskan, pihaknya membersihkan seluruh anggota badan ODGJ tersebut. Selain dimandikan, pakaian ODGJ turut diganti dengan yang baru. Bagian kuku dan rambut yang telah gondrong karena tak terurus juga dipotong petugas.

“Kita menyebutnya misi memanusiakan manusia. Kasian mereka tidak ada yang mengurus, makanya kita inisiatif begini,” ujarnya.

Setelah dibersihkan dan didandani dengan baik, ODGJ tersebut diajak makan. Karena bukan wewenangnya melakukan pembinaan lebih lanjut, lantas Satpol PP menyerahkannya ke pihak Dinas Sosial. Selaku SKPD teknis yang menangani problematika kehadiran ODGJ di kota Banjarbaru.

“Yang bersangkutan sudah kita serahkan ke Dinsos. Nanti akan dilakukan assesment, jadi mau diarahkan ke mana, ke depannya akan direkomendasikan Dinsos. Bisa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) atau dikembalikan ke keluarga,” kata Marhain.

Penangangan ODGJ yang dilakukan Satpol PP Banjarbaru ini memang baru-baru pertama kali dilakukan. Marhain menerangkan, pihaknya telah membentuk tim khusus untuk menangani ODGJ yang berkeliaran di Banjarbaru bernama Tim Teratai.

“Memang kita biasanya menertibkan juga, tapi belum ada tim khususnya. Nah ini yang khusus konsentrasi ke sana,” kata Kasat Pol PP Banjarbaru.

Tim Teratai beranggotakan 7 orang, meski diinisiasi Satpol PP, tim ini juga turut melibatkan pegawai Dinsos Banjarbaru.

“Fokus kita ke lapangan menyisir ODGJ yang berkeliaran di Banjarbaru. Untuk penanganan dan pembinaan lebih lanjut di Dinsos. Kita mendukung dan melengkapi program Dinsos,” bebernya.

Saat disinggung apakah ada potensi atau mengarah pada terbenturnya tupoksi dengan Dinsos? Marhain menegaskan, hal itu sama sekali tidak terjadi, diiyakinkannya jika ini bukan mengarah kepada saling ambil tugas.

“Sebelum membentuk tim dan program ini, kita sudah berkoordinasi dengan Dinsos. Dan, Dinsos pun turut disertakan. Malah ini lebih lengkap dan efektif, soalnya anggota kita juga rutin di lapangan patroli,” tegasnya.

Bukan tak berdasar, kata Marhain, selama ini pihaknya dalam satu pekan pasti menemukan atau mendapati laporan warga soal keberadaan ODGJ.

“Sesuai fungsi kita menjaga ketertiban umum dan masyarakat. Makanya ini yang jadi inisiatif kita untuk membentuk tim khusus,” tambahnya.

Lalu apa yang berbeda dengan penertiban ODGJ biasanya? Marhain menyebut jika ia sangat menjunjung misi memanusiakan manusia. Karena selama ini jarang ada pihak yang memerhatikan atau mengurus para ODGJ ini.

“Pola penanganan kita ubah. Biasanya hanya ditertibkan dan dibawa ke rumah singgah, kali ini beda. Kita coba bersihkan dan dandani sebaik mungkin, juga turut mengawal hingga proses sesudah penanganan di Dinsos. Sebagai observasi kita untuk menangani masalah ODGJ ini, sehingga tahu apa penyebabnya secara komprehensif,” pungkasnya. (rico)

Reporter:Rico
Editor:Bie

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->