Mabuk, Kades Lok Buntar Ayunkan Parang ke Warga - Kanal Kalimantan
Connect with us

Kab. HST

Mabuk, Kades Lok Buntar Ayunkan Parang ke Warga

Diterbitkan

pada

Kades Lok Buntar diamankan polisi karena kasus penganiayaan dengan sajam Foto: istimewa

BARABAI, Seorang Kepala Desa diringkus Satuan Reskrim Polres HST setelah melakukan penganiyaan terhadap warga di Desa Pandanu, Kecatan Haruyan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Selasa (18/9) sekitar pukul 22.00 Wita.

Ialah Farid Ilwainey, yang menjabat sebagai Kepala Desa di Lok Buntar nekad menganiaya korbannya Rifani alias Pani (33) warga Jalan Mualimin RT 011 / 003 Kelurahan Barabai Darat, Kecamatan Barabai, dengan luka di sekujur tubuhnya.

Dalam konferensi Pers yang digelar di Lobby Polres HST, Jumat (21/9), Kapolres HST AKBP Sabana Atmojo, menjelaskan kejadian tersebut bermula saat Pani bersama pelaku Farid, sedang duduk sambil berbincang di sebuah warung. Tidak lama kemudian datang Roni, penduduk Desa Pudak Kecamatan Haruyan menanyakan, “Kenapa kam mencari Dadar?” dan dijawab, “Kam lain lawananku, kam lawanan anakku ja,” sambil mendorong Roni.

“Saat itu pelaku dan saudara Roni terjadi cekcok sampai hampir terjadi adu fisik di antara keduanya,” ungkapnya.

Farid yang kemudian berdiri dan berjalan keluar warung menuju halaman luas kemudian dilerai oleh korban Pani yang berdiri sambil berkata: “Jangan bekelahi kita bedangsanak”. Namun tanpa disangka Farid malah mencabut parang dari pinggang sebelah kirinya dan mengayunkan parang ke arah Pani.

“Serangan yang mendadak itu mengenai tangan sebelah kiri sebanyak 2 kali dan mengakibatkan 1 luka gores, lalu mengarah ke bagian belakang badan atas sebanyak 1 kali dan mengakibatkan luka gores. Tidak hanya itu serangan selanjutnya mengenai kaki bagian atas sebelah kanan atas depan sebanyak 1 kali mengakibatkan luka gores, lalu mengenai kaki bagian atas sebelah kanan atas belakang sebanyak 1 kali mengakibatkan luka gores lalu mengarahkan parang ke kaki sebelah kiri atas depan mengakibatkan luka bacok,” lanjut Kapolres HST.

Beruntung korban tidak merenggang nyawa setelah mendapati luka di seluruh tubuhnya. Korban langsung dirawat di Rumah Sakit Damanhuri Barabai. Tidak ingin membuat masyarakat cemas, jajaran Polsek Haruyan langsung mengamankan tersangka.

“Dari hasil penangkapan saat melakukan aksi liar tersebut, tersangka sedang dalam pengaruh alkohol,” jelas Kapolres.

Saat ditanya awak media, Farid mengakui pernah melakukan tindak pidana dua kali. Yaitu kasus pemerasan dan kasus penganiayaan dan pernah menjalani hukuman penjara di Rumah Tahanan Barabai.

Terkait jabatannya sebagai kepala Desa, Kapolres menjelaskan tersangka melakukan pemaksaan agar warga memilih tersangka sebagai kepala desa. Pihaknya akan melakukan kordinasi dengan Pemkab HST terkait statusnya yang saat ini sebagai tersangka.

“Jadi tersangka bisa terpilih Kepala Desa karena warga dipaksa. Hal ini berdasarkan keterangan masyarakat Lokbuntar karena masyarakat tidak menyukainya. Terlebih lagi tersangka ini selalu membawa senjata tajam tanpa izin. Untuk status tersangka kita akan serahkan ke Polres HST,” ucap Kapolres. (rico)

Repoter: Rico
Editor: Chelll

Bagikan berita ini!
Advertisement

Headline

Trending Selama Sepekan