Kalimantan Tengah
Langka, Gempa 4,2 SR Sempat Guncang Kabupaten Katingan
MUARA TEWEH, Gempa bumi yang langka terjadi di wilayah Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat wilayah Kabupaten Katingan diguncang gempa berkekuatan 4,2 skala richter pada Kamis (12/7).
“Sesuai informasi dari Kepala Stasiun Geofisika Balikpapan (Kalimantan Timur) Mudijianto yang kami terima menyebutkan gema bumi tektonik ini tidak berpotensi tsunami,” kata Kepala BMKG Barito Utara, Juli Budi Kisworo di Muara Teweh.
Menurut Juli, hasil analisis BMKG menunjukkan gempa dengan episenter terletak pada koordinat 1.87 Lintang Selatan dan 113.43 Bujur Timur atau tepatnya berlokasi pada jarak 70 kilometer Barat Laut Palangka Raya ibu kota Provinsi Kalteng, dengan kedalaman hanya 5,0 kilometer.
Pada peta tingkat guncangan (shake map) BMKG menunjukkan bahwa dampak gempa bumi berupa guncangan kuat/lemah dirasakan di daerah Katingan dan Kasongan dalam skala intensitas IISIG BMKG atau (III-IV MMI).
“Di daerah ini guncangan gempa bumi dilaporkan dirasakan oleh banyak orang atau beberapa orang, bahkan beberapa warga ada yang berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri,” kata dia.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi ini merupakan gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal.
“Terkait dengan peristiwa gempa bumi tektonik itu, hingga laporan ini disusun pada pukul 17.00 WIB belum terjadi aktivitas gempa bumi susulan. Masyarakat diimbau agar tetap tenang, dan terus mengikuti arahan BPBD dan BMKG,” kata Juli mengutip laporan Stasiun Geofisika Balikpapan.
Juli menjelaskan, BMKG Barito Utara memiliki alat deteksi gempa bumi dan tsunami atau Tsunami Early Warning System (TEWS). Alat ini berfungsi untuk membantu BMKG dalam memantau gempa dan tsunami yang terjadi di wilayah Pulau Kalimantan atau khususnya di sekitar laut Sulawesi.
“Alat ini hanya bersifat sensor yang secara otomatis memberikan informasi kalau terjadi gempa kepada BMKG Pusat,” katanya.
Meski pulau Kalimantan secara umum diketahui selama ini dikenal aman dari gempa dan tsunami, namun fakta mencatat sejarah yang merupakan peristiwa langka telah terjadi di Kalteng khususnya Muara Teweh.
Kejadian gempa bumi di Kalteng terjadi di Muara Teweh bertepatan dengan Lebaran tahun 2016, BMKG mencatat wilayah Muara Teweh Kabupaten Barito Utara dan Buntok Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah terjadi gempa bumi pada Rabu sekitar pukul 14.03 WIB dengan kekuatan 4,5 Skala Richter.
Dari sejarah gempa bumi di Indonesia yang terjadi di Kalimantan selain di Muara Teweh dan wilayah Balikpapan (Laut Sulawesi), tercatat tiga kali berturut-turut peristiwa bencana gempa bumi di Tarakan, Kalimantan Utara dan sekitarnya yakni pada 19 April 1923, 13 April 1924 dan 14 Pebruari 1925 dengan kekuatan mencapai VIII skala MMI.(cel/tmp)
Editor:Cell
-
Kota Banjarmasin2 hari yang laluTata Kelola Sampah di Banjarmasin Masih Buruk, Ini Salah Satu Solusi yang Ditawarkan
-
Kalimantan Barat2 hari yang laluDaftar Tatung Legendaris yang Tampil di Cap Go Meh Singkawang 2026: Sosok di Balik Ritual Mistis
-
HEADLINE1 hari yang laluDitagih Mahasiswa, Kasus-kasus Polda Kalsel Libatkan Polisi yang Tak Tuntas
-
HEADLINE2 hari yang laluAS-Israel Serang Iran, Ini Dampaknya ke RI
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara1 hari yang laluPasar Murah Diskoperindag HSU di Desa Tambalang Raya
-
Kalimantan Barat2 hari yang laluTips Nonton Tatung Singkawang 2026: Lokasi Strategis, Info Parkir, dan Panduan Etika di Bulan Ramadan

