Connect with us

HEADLINE

Lahan Kritis Kalsel Capai 640.709 Ha, Dipicu Masifnya Tambang dan Perkebunan


Di Kalsel ada lebih kurang 40 sampai 50 perizinan yang dipegang oleh beberapa perusahaan yang diwajibkan untuk menanam di kawasan-kawasan seluas 30 ribu ha yang sudah ditetapkan sebagai kawasan rehabilitasi DAS.


Diterbitkan

pada

Lahan kritis di Kalsel yang sangat luas dipicu oleh banyaknya pertambangan dan perkebunan. Foto : net

BANJARBARU, Masifnya kegiatan pertambangan, pembukaan lahan dengan pembakaran, dan perkebunan, memicu luasan lahan kritis di Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito, termasuk di antaranya Kalimantan Selatan. Data dari  Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Barito (BPDASHL Barito), menyebutkan besaran lahan kritis di Kalsel saat ini mencapai 640.709 hektare.

Petugas Pengendali Ekosistem Hutan di BPDASHL Barito, Rudi mengakui, salah satu faktor pemicu lahan kritis adalah pertambangan, perkebunan, dan pembakaran lahan. Namun demikian, suatu kawasan tidak bisa sembarang dikatakan sebagai lahan kritis.

Kata dia, penentuan kritis atau tidaknya suatu kawasan ditentukan dengan cara skoring dengan pertimbangan yang meliputi kondisi tanah, kelerengan dan curah hujan di kawasan tersebut yang beracuan pada peraturan yang sudah ditentukan.

“Lahan yang terbuka bukan berarti lahan tersebut kritis” katanya kepada Kanal Kalimantan, Senin (18/12).



Disebutkan, untuk Kalsel lahan kritis terdapat hampir di seluruh kabupaten/kota, kecuali Banjarmasin. Dari luas luasan lahan kritis yang mencapai 640.709 ha tersebut, terbagi dalam lahan kritis seluas 508.174 ha dan lahan sangat kritis seluas 132.534,8 ha.

Lahan kritis terluas ditemukan di Kabupaten Tanah Bumbu dengan luas mencapai 119.753,2 ha (24,8%) dengan rincian luas lahan kritis 84.296,8 ha dan sangat kritis seluas 35.456,4 ha atau 24,8% dari luas total lahan kritis di Kalsel. Disusul kemudian oleh Kabupaten Banjar dengan luas mencapai 112.576,3 ha (24,5%) dengan rincian luas lahan kritis 95.977,8 ha, dan lahan sangat kritis sebesar 16.598,5 ha.

Dalam hal penanggulangan lahan kritis di Kalsel, BPDASHL Barito melakukan berbagai cara mulai kegiatan penanaman pohon seperti peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia, Hutan Kota dan kegiatan penanaman lainnya. Hal ini bertujuan merangsang masyarakat agar memiliki kesadaran untuk menanam pohon.

“Termasuk juga melakukan rehabilitasi lahan kritis dengan cara sipil teknis yakni melakukan pembangunan bangunan konservasi yang berguna untuk menahan terjadinya banjir dan erosi kawasan lahan terbuka,” jelas Rudi.

Selain kegiatan-kegiatan pokok terkait rehabilitasi lahan, BPDASHL Barito juga mengarahkan dan membantu masyarakat dalam hal pembentukan kebun bibit rakyat, yang dalam kegiatannya masyarakat diminta membuat persemaian sendiri dan menanam pada kebun-kebun milik mereka.  Jenis tanaman yang ditanam bisa berupa tanaman hutan ataupun tanaman penghasil buah katanya lagi.

Selain hal di atas, berdasar pada peraturan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang mengeluarkan peraturan P. 89 Tahun 2016 Tentang Pedoman Penanaman Bagi Pemegang Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan Dalam Rangka Rehabilitas Daerah Aliran Sungai.


Laman: 1 2

iklan

Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca

-->