Kota Banjarmasin
Korban Meninggal dalam Kebakaran di Pekauman Ternyata Tukang Pangkas Rambut
BANJARMASIN, Salah seorang korban meninggal dalam kebakaran di Jalan Rantauan Darat, Pakauman, Banjarmasin adalah Firmansyah -sebelumnya ditulis Rahmat-, ternyata adalah seorang tukang pangkas rambut. Ia seorang perantau asal Anjir Pasar, Barito Kuala (Batola) yang tinggal belum satu tahun di lokasi tersebut.
Firmansyah tinggal seorang diri. Sebelum pindah ke Banjarmasin, almarhum sempat membuka usaha yang sama di Palangkaraya, Kalteng. “Ia memang orangnya tidak banyak omong. Di sini seorang diri merantau dari Anjir Pasar. Bekerja sebagai tukang pangkas rambut yang sebelumnya di Palangkaraya,†kata kakak angkat korban, Novi di RSUD Ulin Banjarmasin.
Novi mengaku terpukul karena yang menjadi korban adalah adik angkatnya. Sebab sebelumnya diberitakan korban bernama Rahmat. “Tadi malam memang mendengar kalau ada korban jiwa kebakaran di lokasi itu. Cuma karena mendengar nama korban adalah Rahmat, jadi saya pikir bukan Firman,” katanya.  Almarhum dibawa ke Anjir Pasar untuk dikebumikan di sana sesuai permintaan keluarga.

Sebelumnya, korban diduga terkepung api hingga tak bisa menyelamatkan diri pada kebakaran yang terjadi Senin (23/12) dini hari. Kapolresta Banjarmasin Kombes Sumarto langsung meninjau lokasi kebakaran, didampingi oleh Kepala BPBD Banjarmasin HM Hilmi.
Berdasarkan informasi yang didapat, Kombes Sumarto menuturkan, kedua korban yang tewas terpanggang ini, diduga terjebak api. Saat api membesar dan membakar kost 5 pintu di depan Pasar Pekauman Banjarmasin. “Kemungkinan korban ini terjebak api, yang menjalar ke arah kamarnya. Sehingga dia tidak bisa ke luar,†kata Kombes Sumarto.
Diduga, kedua korban terjebak di posisi pojok kamar kostnya. Yaitu di kamar mandi dan dekat dapur. “Saat ini kita sedang lakukan pemeriksaan berupa otopsi di RS Ulin Banjarmasin dan kita lakukan penyelidikan,†tambah Kombes Sumarto.
Kombes Sumarto menduga, kebakaran bermula dari korsleting listrik. Sehingga, dirinya mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam penggunaan perangkat listrik. “Apalagi rumah kita banyak dari kayu. Jadi harus dihindari tumpukan kabel di satu stop kontak. Sehingga tidak terjadi korsleting. Panas, korsleting dan terbakar,†tambahnya.
Diberitakan sebelumnya, musibah kebakaran terjadi di Jalan Rantauan Darat RT 20 RW 07 Kelurahan Pekauman Banjarmasin, Senin (23/12) dinihari. Akibatnya, dua orang pria masing-masing bernama Daniel (25) dan Rahmat (30) tewas terbakar akibat musibah kebakaran ini. (fikri)
Editor : Cell
-
Kota Banjarbaru3 hari yang laluKekeringan Puncak Kemarau Panjang, Pemko Banjarbaru Kirim Air Bersih ke Sungai Tiung
-
Kabupaten Kapuas3 hari yang laluKemensos RI Berikan Bantuan Atensi Rp582 Juta kepada Warga Kapuas
-
HEADLINE3 hari yang laluTiga Korban Dievakuasi dari Bangkai Kapal Virgo, Tim DVI Lakukan Indentifikasi
-
HEADLINE3 hari yang laluPolda Kalteng Proses 123 Kasus Karhutla, 28 Orang Tersangka
-
Kabupaten Kapuas3 hari yang laluBupati Kapuas Tinjau Infrastruktur di Murung Keramat dan Panamas
-
HEADLINE1 hari yang lalu22 Penumpang Kapal Virgo Transport 8 Tak Tercatat Manifes


