Kota Banjarbaru
Kabar Dugaan Perundungan Siswa di Banjarbaru, Begini Respon Pihak Sekolah
KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Kabar dugaan perundungan yang terjadi di salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Banjarbaru sempat mengundang perhatian warganet di media sosial.
Kabar itu sempat diunggah orangtua anak melalui akun sosial media terkait adanya tindakan perundungan yang diduga membuat putrinya mengakhiri hidup pada Selasa (4/2/2025) lalu.
Seturut pantauan Kanalkalimantan.com, Kamis (6/2/2025) siang, postingan tersebut telah dihapus oleh pemilik akun yakni ibu siswi yang meninggal dunia itu.
Baca juga: Gagalkan Keberangkatan Pekerja Migran Ilegal ke Timur Tengah, Perempuan Asal HST Dipulangkan
Pihak sekolah pun menyikapi kabar beredar tersebut. Terkait postingan orangtua siswa yang viral di sosial media, bagian humas SMAN 2 Banjarbaru Taufik mengatakan bahwa pihaknya sudah mengunjungi ibu siswi yang meninggal dunia.
Di hadapan pihak sekolah, orangtua siswi itu mengklarifikasi hal tersebut dilakukan karena luapan emosi.
“Postingan juga sudah dihapus. Beliau tidak pernah berpikir mau membuat kegaduhan. Hanya luapan emosi sesaat,” ujar Taufik bagian humas saat dikonfirmasi, Kamis (6/2/2025).
Baca juga: Kerawanan Kesehatan Mental Anak Sekolah, Begini Respon Wakil Rakyat Banjarbaru
Bahkan, katanya, orangtua siswi yang meninggal dunia mengaku akan membuat video klarifikasi menyatakan bahwa dugaan tindakan bullying atau perundungan tidak terjadi di sekolah tersebut.
Di samping itu pihak sekolah angkat bicara perihal adanya peristiwa kematian dua siswa yang tak sengaja terjadi dalam waktu berdekatan.
Pihak sekolah mengaku bahwa secara institusi sangat berduka dengan adanya dua kejadian kematian yang berdekatan atas dua peserta didik. Acara jalan santai yang seharusnya digelar pada Rabu (5/1/2025) turut diundur satu hari setelahnya.
Baca juga: Istri Wapres Singgahi Stand Dekranasda HSU di INACRAFT 2025
Pihak sekolah ikut mengurus proses pemulasaraan jenazah hingga berangkat dan dikebumikan.
“Donasi juga sudah kita antarkan kepada keluarga,” imbuh dia.
Mengatasi agar kejadian serupa tak terulang lagi, pihak sekolah akan terus menambah pembelajaran bimbingan konseling (BK) di sekolah kepada para peserta didik.
“Paradigma BK itu sekarang berubah. Kita juga mengarahkan anak-anak yang berprestasi,” tuntasnya. (Kanalkalimantan.com/wanda)
Reporter: wanda
Editor: bie
-
Kabupaten Hulu Sungai Utara3 hari yang laluTahfidz 10, 20, dan 30 Juz Putra Kafilah HSU ke Final
-
HEADLINE2 hari yang laluKPK Geledah BPK Sumsel, Temukan Dokumen Manipulasi WTP Muara Enim
-
Kota Banjarbaru2 hari yang laluHari Asyura di Banjarbaru, 435 Anak Yatim Terima Bingkisan dan Santunan
-
kampus3 hari yang laluTim Peneliti FKIP ULM Ciptakan Modul Ajar Ekologi dan Pelestarian Lahan Basah Berbasis 4K
-
OPINI3 hari yang laluRevisi UU Polri 2026: Antara Argumen Negara dan Kembalinya Dwifungsi
-
HEADLINE3 hari yang laluPemerintah Umumkan Sayembara Logo HUT Ke-81 RI


