Kota Banjarmasin
Jamaludin, Sosok Pekerja Keras yang Tak Mau ‘Ditundukkan’ oleh Usia
BANJARMASIN, Usia lanjut bagi sebagian orang seharusnya diisi santai dibandingkan bekerja keras. Tapi tidak bagi Jamaludin (78), pria renta yang sehari-harinya memilih tetap berjualan karpet demi memenuhi kehidupan keluarga setiap hari.
Jamal sapaan akrabnya mengatakan, dirinya sudah berjualan alas karpet yang terbuat dari bahan busa ini sejak 6 tahun lalu. “Kadang keliling di sekitaran sini, kadang di Kapuas, kadang di Marabahan, pokoknya asal ada yang ngajak saya mau,” kata Jamal kepada Kanalkalimantan.com, Jum’at (27/12) di sekitaran jalan Brigjend Hasan Basry.
Ia menambahkan barang yang dijualnya tersebut merupakan milik teman akrab dari salah satu anaknya. Dari identitas Kartu Tanda Penduduk yang Ia tunjukkan kepada Kanalkalimantan.com, Jamal merupakan pria kelahiran Malang, Jawa Timur. “Sejak tahun 1961 saya sudah di sini (Kalsel), dulu kerjanya pemasang listrik (Circuit Breaker). Setelah tidak sanggup lagi naik-naik, berhenti,” ucap Jamal.


Setelah ditelusuri lebih lanjut, ternyata Jamal tinggal di daerah Banjarbaru dan sudah memiliki istri yang bernama Jumiana bekerja sebagai penjaga warung, serta memiliki 7 anak dengan 12 cucu. “Ada yang jual bakso, ada yang jadi polisi, ada yang jadi tukang,” tutur Jamal menceritakan anak-anaknya.
Saat ditanya mengapa masih bekerja sampai saat ini, padahal anak-anaknya sudah banyak yang memiliki kehidupan lebih dari cukup? Jamal menjawab tidak ingin merepotkan anak-anaknya. “Saya tidak ingin mengemis kepada anak. Kalau diberi saya ambil, tidak diberi tidak apa-apa. Karena itu untuk kebutuhan keluarganya sendiri,” ucap Jamal.
Pria dengan rambut yang sudah memutih, dan saat itu memakai topi dengan baju garis-garis hitam putih, memakai celana training dilengkapi dengan tas di pinggang ini merupakan sosok yang sangat ramah saat berbagi cerita.
Sosok Jamal memang merupakan tokoh inspiratif bagi anak muda yang sekarang selalu mengeluh dengan pekerjaannya. Terlebih di usia 78 tahun yang seharusnya hanya memilih untuk istirahat di rumah. Dengan harga Rp 75.000/karpet dan keuntungan yang tidak seberapa, Jamal rela bekerja asalkan bisa membantu dan tidak merepotkan anak-anaknya yang sudah berkeluarga. (Riki)
Editor : Cell
-
HEADLINE2 hari yang laluPalu Pimpinan DPRD Banjarbaru Resmi Dipegang Muhammad Syahrial
-
DPRD Kota Palangka Raya3 hari yang laluDPRD Palangka Raya Rapat Paripurna Dua Raperda
-
Kota Banjarbaru3 hari yang laluWali Kota Banjarbaru Tegaskan Komitmen Terus Meningkatkan Kualitas Pembangunan
-
Kabupaten Kapuas2 hari yang laluSekda Kapuas Pimpin Rapat Persiapan Panen Raya Padi
-
Kabupaten Banjar3 hari yang laluPosisi Kadisdukcapil Banjar Terisi, Wabup Lantik 64 ASN di Pemkab Banjar
-
DPRD KAPUAS2 hari yang laluWakil Ketua I DPRD Kapuas Hadiri Syukuran Hari Bhayangkara ke-80


