Connect with us

HEADLINE

Harusnya Panen, Padi Petani di Palam Malah Terendam, Tikus Mengintai

Diterbitkan

pada

Padi siap panen di lahan sawah Gapoktan Kelurahan Palam, Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru. Foto: wanda

KANALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Padi mulai menguning di sawah lahan pertanian di Kelurahan Palam, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, terancam gagal panen.

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilakukan guna membasahi wilayah dilanda kekeringan dan mencegah kebakaran hutan dan lahan, ternyata berdampak negatif terhadap petani yang seharusnya bisa panen pada bulan Agustus ini.

Pantauan di lapangan, padi milik petani di lahan sawah yang terletak di Kelurahan Palam, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru terendam air hujan lebat yang mengguyur pada Senin (25/8/2025) siang.

Yansah, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Karya Bakti Palam, mengungkap, hujan yang turun yang diklaim hasil Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) berdampak bagi para petani yang seharusnya bisa menyelesaikan panendengan cepat.

Baca juga: Beras Jawa Kemasan di Pasar Bauntung Banjarbaru Naik


“Seharusnya musim panen ini kering panas, tetapi dikasih hujan gini ya meresahkan petani, harusnya cepat selesai, dan seharusnya pematangan bulir padi kena panas jadi cepat, ini malah terlambat menganggu jadinya,” ujar Yansah, Selasa (26/8/2025).

Curah hujan yang ditimbulkan akibat OMC di Kalsel dengan durasi panjang membuat hama tikus merajalela.

“Harusnya hama keluar dari sarang dipaksa, keluar tetap merusak, kalau untuk saat ini padi dipaksakan panen bisa, tapi sayang masih banyak yang agak mentah,” jelas dia.

Baca juga: Bumbu Dapur Desaku Balado dan Kari Sempat Kosong di Pasar Martapura

“Tetapi kalau tidak dipaksa  panen juga sayang, karena diserang hama. Jadi petani itu yang semestinya belum panen harus panen karena serangan hama,” tambahnya.

Kondisi air yang bertahan merendam tanaman padi, ia berharap pemerintah dapat mempertimbangkan pemberian OMC untuk tidak dilakukan dengan berdurasi panjang atau tidak terus menerus.

“Kami harapkan satu dua hari curah hujan rendah dan kering, namun nyatanya dihajar setiap hari adanya hujan gimana mau kering malah nambah air jadinya. Harapan kami operasi hujan ini jangan terus menrus ibaratnya dalam satu minggu dikasih sekali dua kali tidak masalah,” katanya.

“Kalau dihajar tiap hari bagaimana nasib petani di sini, mungkin tidak di sini saja nasib petani di mana mana juga emrasakan baik itu dari Kabupaten Banjar atau Tanah Laut kayaknya sama juga dampaknya,” sambungnya.

Baca juga: Kongres Ke-VI Aliansi BEM se Kalsel di IAID Martapura

Sementara itu, Rohim Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kelurahan Palam mengatakan, kondisi di lahan pertanian Palam menjelang panen beberapa masih mengalami kendala akibat curah hujan.

“Memang sebagian tempat yang lahannya kekeringan sangat menguntungkan dengan adanya hujan,
tetapi untuk lokasi yang mau dipanen ini jadi masalah, karena kondisi pagi saja 10.30 Wita tadi sudah bisa kita panen, tetapi dengan kondisi yang basah otomatis gak bisa panen,” ujar Rohim, PPL Kelurahan Palam.

Kedua masalah hama tikus dengan kondisi air yang menggenang di lahan membuat tikus keluar dari sarang akhirnya semakin mudah menggapai padi.

Baca juga: Haul Ke-47 KH Muhammad Salim Ma’ruf Martapura, Habib Ubaidillah: Perbanyak Berteman dengan Orang Baik

“Tingkat serangan semakin tinggi karena tanah terendam dan sarangnya ikut terendam, membuat hama tikus keluar dari sarang,” jelas dia.

Masih ada lagi permasalahan akses jalan tani akibat hujan membuat sulit dilalui oleh para petani yang membawa gabah.

“Jalannya lumayan sulit kalau kena hujan, di sini sudah ada pengerasan, tetapi kalau kita jalan masuk ke dalam itu sangat menggangu, kalau orang tidak mahir menggunakan kendaraan bisa jatuh,” tuntasnya. (Kanalkalimantan.com/wanda)

Reporter: wanda
Editor: bie


iklan

MUSIC HITS with VOA


Disarankan Untuk Anda

Paling Banyak Dibaca