Pendidikan
Gagas Aplikasi Jemput Sampah, Aida Mahasiswi ULM Terpilih Jadi Delegasi di IYMDS
BANJARBARU, Salah satu mahasiswi Univeristas Lambung Mangkurat (ULM) kembali menorehkan prestasi. Ialah, Aida Fitriah (19) mahasiswi dari Program Studi Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) ULM, berhasil lulus sebagai delegasi Kalimantan Selatan untuk Indonesian Youth Marine Debris Summit (IYMDS) 2019.
Bagi yang belum tahu, IYMDS adalah program pelatihan dan pengembangan yang mempertemukan para pemuda-pemudi dari penjuru nusantara yang memiliki ide dan gagasan kreatif, untuk berkolaborasi menyelesaikan permasalahan sampah laut.
Terpilih menjadi satu-satunya delegasi di Provinsi Kalsel pada ajang dua tahunan ini tentu bukanlah hal yang sepele. Apalagi sampah laut khususnya sampah plastik memang telah menjadi permasalahan selama ini, yang mana Indonesia sendiri menjadi penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia.
Lantas, apa sebenarnya gagasan Aida terkait permasalahan sampah laut? Kepada kanalkalimantan.com, warga asli Hulu Sungai Selatan (HSS) ini menjelaskan dirinya memiliki ide untuk membuat aplikasi yang dapat membantu masyarakat membuang sampah sehingga tidak tergiring ke laut.
“Jadi sewaktu saya mendaftar di IYMDS 2019, saya disuruh mengisi form yang sangat panjang. Disitu saya menulis ide saya yaitu aplikasi yang bisa digunakan masyarakat saat ingin membuang sampah, dapat memanggil petugas kebersihan lewat aplikasi itu,” katanya.
Menurut Aida, kunci permasalahan sampah laut selama ini adalah kebiasaan masyarakat yang malas untuk membuang sampah ketempat pembuangan yang telah disediakan pemerintah. Faktornya sendiri beragam, misalnya tempat pembuangan sampah yang jauh dari rumah atau memang kebiasaan di lingkungan sekitar yang memanfaatkan lahan kosong untuk membuang sampah sehingga tidak dianggap sebagai sesuatu yang salah.
Spesifiknya, aplikasi yang digagas Aida dengan sistem menjemput sampah ini membuat masyarakat lebih praktis membuang sampah tanpa harus repot-repot keluar rumah. Tidak hanya itu, di aplikasi tersebut juga menyajikan edukasi yang menambah pengetahuan masyarakat terkait sampah.
“Saya juga memikirkan keuntungan yang didapat masyarakat. Jadi sampah yang dikumpulkan masyarakat, akan dibayar. Karena ada jenis sampah yang bisa dikelola,” lanjutnya.
Namun, sekali lagi ini hanyalah ide untuk menghantarkan Aida melangkah di IYMDS 2019. Sebagai delegasi Kalsel, Aida kembali harus berjuang di Jakarta untuk merepresentasikan gagasanya tersebut. Di Jakarta nanti, Aida akan disatukan dalam sebuah kelompok yang berisi delegasi lainnya dari pulau Kalimantan, baik itu Kalbar, Kaltim, Kaltara dan Kalteng.
Nantinya ide kelompok dari masing-masing delegasi Kalimantan ini akan digabungan dan diprestasikan sebagai “senjata” untuk menantang kelompok lainnya dari provinsi yang berbeda. Kelompok dengan action plan terbaik atau presentasenya keberhasilannya mencapi 90 persen mempunyai kesempatan untuk menjadi perwakilan Indonesia dalam Our Ocean Conference, di Norwegia, Oktober 2019.
Bagi Aida, terpilih atau tidaknya gagasan yang telah dibuatnya tidak akan menyurutkan langkahnya menjadikan aplikasi ini secara nyata. Sebab, pihak IYMDS sendiri akan menurunkan tim untuk membantu para peserta mewujudkan idenya.
“Jadi sepulang dari Jakarta kalau tidak terpilih, idenya itu harus tetap dijalankan. Diberi waktu satu tahun. Tapi tetap, ide saya ini perlu mendapat dukungan dari pemerintah,” ungkapnya.
Sementara itu, diakui Aida, ULM tempatnya berkuliah memberikan dukungan penuh setelah mengetahui dirinya menjadi delegasi Kalsel di IYMDS. (Rico)
Editor : Chell
-
Kota Banjarbaru1 hari yang laluTukar Posisi 7 Pejabat Eselon II Pemko Banjarbaru, 91 ASN Mutasi dan Promosi
-
HEADLINE2 hari yang laluBNPB Kerahkan Dua Pesawat Cessna Operasi Modifikasi Cuaca di Kalteng
-
Kabupaten Banjar2 hari yang laluPanen Padi di Beruntung Baru, Bupati Banjar Apresiasi Semangat Petani Meski Hadapi Tantangan Cuaca
-
HEADLINE2 hari yang lalu“BAPINTAR” Diskominfo Banjarbaru, Membaca Dinamika Publik dari Informasi Digital
-
Kota Banjarbaru2 hari yang laluBanjarbaru Siaga Darurat Bencana Karhutla dan Kekeringan
-
HEADLINE22 jam yang laluSuhu Udara Kalsel Bisa Sentuh 23 hingga 35 Derajat Celsius


