Firdaus, Relawan ACT di Turki-Suriah “Sederhanalah Dalam Kebermanfaatan” - Kanal Kalimantan
Connect with us

ACT KALSEL

Firdaus, Relawan ACT di Turki-Suriah “Sederhanalah Dalam Kebermanfaatan”

Diterbitkan

pada

Aksi Cepat Tanggap (ACT) Kalsel kedatangan salah satu tamu spesial, Firdaus Guritno. Foto : Mario

BANJARMASIN, Aksi Cepat Tanggap (ACT) Kalsel kedatangan salah satu tamu spesial. Ia merupakan anak asli kelahiran kota Banjarmasin, Kalsel, sudah 2 tahun lebih bergabung menjadi relawan ACT di Suriah.

Pria berusia 27 tahun dari TK hingga SMP ini bersekolah di Banjarmasin berkesempatan untuk kembali lagi menginjakkan kakinya ke Kota Seribu Sungai. Kesempatan pulang kampong ia pergunakan untuk berbagi cerita selama menjadi relawan ACT di perbatasan Turki-Suriah.

Ngobrol santai yang berlangsung di lantai dua kantor ACT Kalsel dihadiri kurang lebih 20 orang termasuk LA2M ULM dan MRI Banjarmasin.

Firdaus Guritno, memang sudah ada di Turki sejak tahun 2009, kuliah mengambil jurusan Kimia di Istanbul University, setelah lulus kuliah ia selama dua tahun terakhir menjadi relawan kemanusian ACT yang khusus ditugaskan di kawasan Timur Tengah dan Africa.

“Alhamdulillah ini jadi penyemangat, karena teman-teman yang datang ramai,” ucapnya kepada Kanal Kalimantan.

Relawan ACT yang 2 tahun bertugas di perbatasan Turki-Suriah ini baru menikah 2 tahun lalu. Daus –biasa disapa- ingin mengajak siapa saja punya rasa ingin menolong orang lain, bahkan ia mengaku menjadi relawan itu baginya adalah sebuah gaya hidup. Firdaus sudah tinggal di Turki selama 8 tahun bercerita selama kuliah ia ikut aktif dalam kegiatan organisasi mahasiswa. Tercatat pernah dipercaya sebagai Ketua Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di kampusnya. Aktif dalam organisasi menjadi salah satu pemicunya dirinya yakin bergabung dengan ACT dan menjalankan tugas kemanusiaan, terlebih di daerah konflik perang.

Memang awalnya, orang tua dan keluarga di Banjarmasin sempat takut ketika mengetahui anaknya ikut bergabung menjadi relawan kemusiaan ACT di Suriah, apalagi tentu saja nyawa adalah salah satu taruhannya. Seiring berjalannya waktu, lambat laun sang ibu dan keluarga lainnyna memahami tugas sebagai relawan kemanusian. Bahkan sang istri yang baru dinikahi 2 tahun lalu, mendukung dirinya ikut menjadi relawan di kawasan konflik. Hal itu menjadi salah satu pemicu semangatnya, ia pribadi menyebut istrinya “super relawan”.

Lulusan SMPN 6 Banjarmasin ini selalu ingin mencoba untuk bermanfaat bagi orang lain. Ia punyai pandangan hidup cukup mudah tapi bagi banyak orang berat dilakukan yakni “sederhanalah dalam kebermanfaaatan”. Ia menjelaskan untuk bermanfaat, kita harus bisa sesederhana mungkin.

“Jangan sampai karena kita takut untuk bermanfaat, dari hal yang sederhana pun kita jadinya tidak ikut jadi manfaat. Contohnya, aku mau kasih donasi, tapi cuma ada seribu. Jangan malu biar cuma ada seribu aja. Kasih saja apa yang bisa kita kasih, yang penting bermanfaat,” pungkas pria yang sudah akan balik ke Istanbul, Turki, dalam 2 hari ini. (mario)

Reporter: Mario
Editor: Abi Zarrin Al Ghifari

Bagikan berita ini!
  • 12
    Shares