Connect with us

HEADLINE

Empat Tahun Gadis Belasan Tahun Layani Nafsu Bejat Oknum Polisi di Tapin

Diterbitkan

pada

Oknum anggota Polisi di Tapin dilaporkan orangtua korban terkait kasus asusila Foto: net

TAPIN, Seorang oknum polisi yang bertugas di Kabupaten Tapin dilaporkan telah melakukan aksi bejatnya dengan seorang perempuan belasan tahun. Parahnya, menurut pengakuan ayah korban, perbuatan tersebut dilakukan sejak korban masih berusia di bawah umur, yakni 16 tahun hingga saat ini berusia 19 tahun.

Ayah korban, sebagaimana dilansir Antaranews.com, telah melaporkan oknum polisi berinisial Bripka IAD tersebut ke Polres Tapin pada tanggal 30 Juli lalu. Surat bukti laporan dengan Nomor B/77/VIII/2019/Reskrim.

Terungkapnya kasus ini berawal saat ayah korban mendapat tiga lembar foto anaknya yang sedang tanpa busana dengan seorang laki-laki di sebuah kamar. Berawal dari kejadian itu, ayah korban mengorek keterangan dari anaknya ikhwal hubungan dengan Bripka IAD.

Ayah korban memang telah mengenal oknum polisi tersebut sejak lama. Sebab ia sudah menganggap yang bersangkutan sebagai ayah angkat dari anaknya.

Diceritakan korban, awal perkanalan korban dengan pelaku Bripka IAD (40) yang saat itu bertugas di Polsek Bungur, pada saat itu pelaku menjadi pelatih silat. Bahkan korban yang masih di bawah umur itu sudah menganggap pelaku sebagai orang tua angkatnya sendiri.

“Pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) di Banjarmasin tahun 2016, di sana saya masih berumur 16 tahun dan dipaksa pelaku untuk behubungan layaknya suami istri di hotel tempat menginap kontingen Tapin,” kisahnya seperti disampaikan kepada antarakalsel.com.

Setelah kejadian tersebut, hingga tahun 2019 pelaku selalu mengajak korban untuk melakukan hal yang sama beberapa kali dengan ancaman apabila tidak mau akan menyebarkan foto korban tanpa busana. “Kalau saya tidak mau, pelaku mengancam akan menyebar foto-foto saya tanpa busana,” ujarnya.

Keterangan dari korban cukup mengagetkan. Foto bugil dirinya dan sang oknum sengaja dibuka Bripka IAD. “Saat saya kerja, Bripka IAD sempat memperlihatkan foto dirinya dengan saya kepada atasan saya di Bati-Bati,” cerita korban.

Lantas apa tujuan oknum membongkar aksi mesumnya? Menurut korban, Bripka IAD ingin membuat diri dipecat dari perusahaan tempatnya bekerja. Apalagi alasan korban bekerja ke luar kota untuk menghindar dari Bripka IAD.

Dikonfirmasi terkait kasus ini, Kapolsek Bungur Catur Widyanto mengatakan jika Bripka IAD sudah pindah sejak 1 bulan ke Polres Tapin. ”Kasus itu pun ditangani Polres Tapin,”ujarnya. Sementara Kapolres Tapin AKBP Bagus Soseno mengakui adanya laporan oknum polisi yang kini bertugas di Polres Tapin melakukan pencabulan. “Kasus ini sedang kami dalami, dan sekarang ditangani propam,” ujar AKBP Bagus Soseno, Selasa (13/8). (ant)

Bagikan berita ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
-->