Connect with us

Kota Banjarmasin

Dishub Banjarmasin Pasang CCTV Sejumlah Traffic Light untuk Pantau Kerawanan

Diterbitkan

pada

Dishub Banjar memasang CCTV di sejumlah lokasi traffic light Foto : mario

BANJARMASIN, Dinas Perhubungan (Dishub) Banjarmasin memasang sejumlah CCTV dan announcer di beberapa titik kawasan lampu lalu lintas. Hal ini dimaksudkan untuk memantau potensi kerawanan di jalan sekaligus upaya untuk mengurai kemacetan.

Sebab dengan adanya CCTV dan announcer tersebut, Dishut bisa memberi teguran langsung menggunakan suara pada masyarakat yang berkendara tidak mematuhi aturan lalu lintas. Sebelumnya, launching operasional CCTV tersebut dihadiri oleh Walikota Ibnu Sina pada Senin (7/1). Langkah ini pun bahkan mendapat respon dan dukungan positif pemerintah.

Kasi Manajemen dan Reyasa Lalu Lintas Febpry Ghara Utama mengatakan, ini merupakan langkah awal sebelum nanti kegunaan CCTV ini mencakup lingkup yang lebih luas.

“Dengan masa pemasangan kurang lebih 3 minggu dan melewati banyak uji coba, akhirnya ada enam titik lampu lampu lalu lintas yang dipasangi oleh Dishub dengan delapan kamera. Jadi di satu titik ada yang dua kamera, ada yang satu. Misalnya di pal enam ada CCTV arah masuk kota dan keluar kota” terang Febpry.

Adapun titik lokasi lampu lalu lintas yang dipasangi CCTV tersebut berada di pal enam, simpang Mahaji, simpang Antasari, simpang hotel Mentari/KFC kantor pos, simpang Kamboja, dan simpang tower PDAM.

Selain untuk memberikan edukasi dan sosialisasi kepada pengguna jalan, CCTV ini juga bertujuan agar Dishub lebih mudah dalam memantau arus lalu lintas.  “Garis di jalan itu bukan sembarang garis. Kita sambil catat berapa pengendara, terus kita tegur. (Dishub) memantau arus lalu lintas juga, bisa mengetahui pelanggarannya berapa, ada yang melanggar marka, ada yang bonceng empat” ungkap Febpry.

Hingga nantinya dari data yang mereka kumpulkan, tempat-tempat yang banyak terjadi pelanggaran lalu lintas ini akan mereka datangi dan sosialisasi seperti memasang spanduk dan rambu. “Jadi tidak serta merta kami diamkan dan berikan teguran berupa sanksi moral saja” jelasnya.

Sejauh ini simpang Kamboja, simpang Tower PDAM, dan simpang Antasari adalah titik dimana banyak ditemukan pelanggaran lalu lintas. Untuk di simpang pal enam ditemukan pelanggaran dengan jumlah sedang dan untuk pelanggaran paling sedikit ada di bundaran kantor pos.

Untuk ke depannya, Dishub merencanakan untuk menambahkan lebih banyak CCTV di titik lain lagi. Hal ini tidak hanya sekadar untuk memantau arus lalu lintas saja, tapi juga menghitung kendaraan yang menjadi salah satu indikator kemacetan. “Makanya di pal enam kita pasang dua, kita lihat apakah arus banyak yang masuk atau keluar kota” beber Febpry.

Hal ini juga diinginkan agar nantinya ketika terjadi kemacetan di beberapa titik, Dishub bisa memberitahukan masyarakat di titik lainnya yang sedang mengarah ke titik kemacetan hingga masyarakat sudah bersiap-siap dan mencari jalan alternatif lain agar terhindar dan tidak menambah panjang kemacetan.

Meski terhitung baru, CCTV yang kabar pemasangannya ini memakai dana di bawah 200 juta rupiah ini sudah mempunyai back up menggunakan GPS jika saja terjadi pemadaam listik. Namun jika CCTV tersebut mati di lokasi, dalam artian kondisi listrik tidak mati, Febpry mengaku belum ada back up untuk saat ini.

Pun juga meski CCTV ini aktif selama 24 jam, penjagaan di ruang operasional masih terbatas pada jam kerja.

Bagi masyarakat yang dalam hal ini memerlukan rekaman CCTV pihak Dishub untuk membantunya jika sedang terkena suatu kendala di titik lampu lalu lintas yang terpasang CCTV, pihak Dishub selalu terbuka untuk membantu masyarakat.

Meski pihak dari kepolisian juga mempunyai CCTV di banyak titik lampu lalu lintas, pihak Dishub mengatakan kalau mereka akan berfokus pada bagian transportasi.  Untuk ke depannya Dishub berharap program ini bisa menjangkau pelayanan masyarakat yang lebih luas lagi seperti bekerja sama dengan kepolisian dan kesehatan. “Jadi misalnya ada kecelakaan, di sini nanti (ruang kontrol) ada polisi ada pihak kesehatan. Kita berharapnya seperti itu.”

Tidak tertinggal juga “panic button” yang rencananya akan Dishub coba untuk realisasikan di mana nantinya ada sebuah tombol di titik yang terpasang CCTV dan masyarakat bisa langsung menghubungi pihak Dishub yang bertugas untuk meminta bantuan dan melakukan interaksi dua arah.(mario)

Reporter : Mario
Editor : Chell

Bagikan berita ini!
  • 1
    Share