Connect with us

Kabupaten Banjar

Diduga Terpleset di Saluran Irigasi, Penjual Durian Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

Diterbitkan

pada

Jenazah Imis, penjual durian warga Desa Bi’ih yang ditemukan di saluran irigasi Riam Kanan. Foto : rendy

MARTAPURA, Tak berselang sepekan, penemuan mayat Muhammad Tabrani (75), lelaki hidup sebatang kara, masyarakat Kabupaten Banjar kembali digegerkan dengan temuan mayat orang tenggelam di saluran irigasi Riam Kanan, Jalan Irigasi Bincau -depan Tambak Pelapor Grub- Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Selasa (15/1).

Kapolsek Karang Intan Ipda H Samsudi mengatakan, berdasarkan laporan sementara korban tenggelam tersebut atas nama Misyadi Rimis alias Imis (25), warga Jalan Jati, Desa Bi’ih, Kecamatan Karang Intan. Korban ditemukan sekitar kurang lebih 250 meter dari titik pertama mengapung dalam keadaan meninggal dunia.

Kapolsek Karang Intan Ipda Samsudi. Foto : rendy

“Korban atas nama Imis (25) warga Desa Bi’ih, Kecamatan Karang Intan, ditemukan pagi tadi sekitar pukul 09.56 Wita sudah dalam kondisi meninggal dunia,” ujarnya.

Menurut Samsudi, korban diketahui sebagai penjual durian, sementara penyebab kematian korban diduga meninggal karena terpeleset saat korban ingin bersih-bersih di saluran irigasi tersebut. Guna memastikan penyebab kematian, korban langsung dibawa ke RSUD Ratu Zalecha dengan dibantu beberapa relawan untuk dilakukan proses visum.

“Di tubuh korban tidak ada ditemui tanda-tanda kekerasan sama sekali, dugaan sementara korban meninggal karena kecelakaan dan tidak sengaja terpeleset ketika bersih-bersih di pinggiran saluran irigasi tersebut. Untuk memastikan, tim dokter dari RSUD sedang melakukan proses visum,” jelas Ipda Samsudi.

Lebih jauh Samsudi mengatakan, berdasarkan laporan masyarakar kabar tenggelamnya Imis diterima sejak Senin (14/1) petang, kecurigaan masyarakat atas temuan satu buah motor lengkap beserta kunci kontak. Sepeda motor korban masih dilengkapi keranjang durian, beserta sandal yang bertengger dari jarak 250 meter, sebelum ditemukan.

“Waktu itu sekitar pukul 19.30 Wita lepas Magrib, masyarakat menginformasikan ada orang tenggelam, setelah kami cek di TKP, tidak ada orang sama sekali, yang kita dapati hanya sepeda motor dan keranjang durian dan sandal,” ujar Ipda Samsudi.

Setelah menggali informasi lebih dalam, ada salah satu warga yang mengenali sepeda motor tersebut. Belakangan diketahui pemilik sepeda motor merupakan warga desa Bi’ih. Sementara ketika korban ditemukan masih lengkap dengan pakaian serta tas yang berisikan hasil penjualan buah durian sebesar Rp 700.000 dalam kondisi masih utuh.

“Di TKP kita menemukan barang-barang milik korban masih utuh. Ketika kita tanya pihak keluarga korban tidak ada riyawat penyakit apapun, kuat dugaan korban terpeleset waktu itu,” pungkasnya. (rendy)

Reporter:Rendy
Editor:Abi Zarrin Al Ghifari

Bagikan berita ini!
  • 113
    Shares